Olahraga

Man United di bursa transfer: akankah skuad Michael Carrick datangkan bek kiri sebelum ditutup?

×

Man United di bursa transfer: akankah skuad Michael Carrick datangkan bek kiri sebelum ditutup?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Man Utd transfer news: Will Michael Carrick's side buy a left-back before transfer window closes?

jurnalistik.co.id – Manchester United menghabiskan musim panas dengan membenahi lini tengah, dan kini perhatian bergerak ke satu kebutuhan yang sama-sama krusial: bek kiri. Setelah total belanja £155m untuk tiga gelandang, keputusan berikutnya menjelang penutupan bursa transfer menjadi penentu apakah skuad asuhan Michael Carrick akan menambah opsi di sisi kiri pertahanan.

Rekrutmen Carlos Baleba melengkapi “revamp” musim panas di lini tengah Man United. Ia datang bersama Andrey Santos (£48m dari Chelsea) serta Youri Tielemans (£35m, mantan pemain Aston Villa), sehingga komposisi empat pemain tengah kini memiliki karakter yang lebih beragam. Kobbie Mainoo hadir sebagai elemen penting, sementara tiga di antaranya berusia 22 tahun atau lebih muda.

Namun, di Old Trafford, momentum sepak bola yang tidak berjalan sesuai rencana selalu berujung pada tekanan yang besar. Bahkan Carrick sempat menampakkan retaknya ketenangan saat terjadi adu mulut setelah kekalahan mengejutkan di Hull. Saat Jan Aage Fjortoft—mantan striker Middlesbrough dan Swindon Town yang kini menjadi presenter TV Viaplay—menyinggung soal kurangnya “passion” dalam skuad, Carrick menimpali dengan tegas: “Come on, that’s ridiculous,” lalu menambahkan, “You played football. You understand. That’s a ridiculous thing to say.”

Shaw jadi pegangan, tapi jadwal dan cedera mengubah proyeksi

Meski lini tengah kini sudah tersusun, pertanyaan dari suporter cenderung bergeser ke area lain yang terasa butuh penguatan, terutama bek kiri. Luke Shaw menjadi patokan utama karena ia mampu menjalankan peran besar sepanjang musim. Ia memulai seluruh 38 pertandingan Premier League pada musim 2025-26 dan juga tampil di laga perdana melawan Hull.

Dalam rentang 44 laga liga terakhir, Shaw hanya tidak memulai satu pertandingan: laga terakhir musim 2024-25, tepat empat hari setelah kekalahan di final Europa League dari Tottenham. Setelah itu, ia langsung mengikuti tur pramusim ke Asia.

Meski begitu, rekam cedera Shaw sebelum periode tersebut tidak bisa diabaikan. Dari Februari 2024 hingga April 2025, Shaw bermain untuk Timnas Inggris sebanyak tiga kali—angka yang sama dengan jumlah penampilannya bersama klub. Ia juga pernah absen tiga bulan di awal 2023-24 karena masalah betis dan hamstring, serta muncul penilaian bahwa Erik ten Hag sempat menariknya kembali terlalu cepat.

Shaw sebelumnya diuntungkan oleh adanya musim dengan 40 pertandingan, yang memberi waktu persiapan cukup panjang karena jeda pertandingan mingguan kerap memungkinkan latihan dengan lebih matang. Model pengaturan semacam itu tidak dijanjikan terulang, karena kepadatan jadwal akan terasa berbeda.

Meskipun ada jeda pada pertengahan pekan di sela tiga pertandingan awal, skenario paling “menggembirakan” untuk Carrick tidak otomatis mengurangi beratnya kalender. Apabila tim mampu melewati dua putaran EFL Cup, Manchester United tidak akan mendapatkan satu pertengahan pekan tanpa laga penuh, kecuali pada periode yang memuat hari Natal. Kombinasi riwayat cedera dan padatnya kompetisi inilah yang membentuk keyakinan bahwa bek kiri baru berpotensi didatangkan.

Lewis Hall jadi incaran, tapi Newcastle tak berniat melepas

Di antara opsi pasar, Lewis Hall dari Newcastle menjadi sosok yang paling sering disebut. Usianya 21 tahun membuatnya masuk kategori usia yang ideal untuk bersaing dengan Shaw, sekaligus menyediakan “safety net” karena alur pertandingan memungkinkan dua pemain bekerja bersama. Klub, menurut laporan, menyukai profil Hall dari sisi tantangan kompetitif dan kecocokan umur.

Namun, Newcastle tidak ingin menjual. Untuk memuluskan transfer, dibutuhkan tawaran besar yang mampu menggoyahkan posisi mereka, dan Manchester United—berdasarkan pola mereka pada musim panas ini—menegaskan tidak mudah ditekan serta tidak bersedia membayar kelebihan semata demi memenuhi keinginan klub lain.

Selain soal kehendak klub, ada juga pertanyaan realistis mengenai ruang anggaran. Dalam laporan keuangan kuartal ketiga hingga 31 Maret, Man United menyatakan memiliki utang transfer yang masih harus dibayar senilai £405,75m, dengan £171,14m di antaranya jatuh tempo setelah lebih dari setahun. Klub juga belum memaparkan penggunaan tambahan dana $125m (£91,64m) yang mereka pinjam melalui skema refinancing yang diumumkan pada Juni.

Meski demikian, perkiraan belanja untuk belanja berikutnya tetap berada dalam batas-batas yang sebelumnya masuk akal bagi mereka. Anggapan untuk kebutuhan £70m—angka yang setara dengan nilai yang dibayarkan Man United untuk Casemiro pada 2022—dipandang berada pada ujung atas target yang ingin mereka capai. Dalam sejarah belanja pemain lini tengah, angka £70m hanya pernah melampaui satu kali, yakni saat Man United memecahkan rekor mereka untuk Paul Pogba senilai £89m.

Alternatif lain: Salinas dan Balde, tetapi situasinya tidak sederhana

Banyak nama bek kiri alternatif juga mengemuka. Dari Spanyol, Racing Santander memiliki Jorge Salinas, berusia 19 tahun, dengan klausul pelepasan sebesar €16m (£13,7m). Meski relatif terukur, ia juga disebut menjadi buruan Atletico Madrid, sehingga persaingan untuk mendapatkan jasanya tidak akan ringan.

Dari Barcelona, Alejandro Balde menjadi sorotan lain. Ia bahkan disebut dikeluarkan dari kemenangan 5-0 La Liga atas Elche oleh pelatih Hansi Flick. Alasan yang disampaikan adalah memberi kesempatan pada Balde untuk “clear his mind” di tengah spekulasi transfer yang intens, dengan Manchester United termasuk di antara klub yang dikaitkan. Barcelona dikabarkan memberi nilai Balde di kisaran €30m (£25,66m) hingga €40m (£34,22m).

Dengan waktu tersisa sepekan sebelum jendela transfer ditutup, dinamika perekrutan bisa berubah cepat. Meski begitu, di internal klub muncul penekanan soal kehati-hatian: ekspektasi bahwa bek kiri pasti datang tidak boleh dibuat terlalu tinggi, karena ada faktor lain yang bisa mengubah rencana.

Penjualan bisa membuka ruang, tapi beberapa skenario sudah meredup

Salah satu pemicu perubahan adalah kemungkinan penjualan pemain besar. Meskipun demikian, gagasan Marcus Rashford meninggalkan klub hampir dianggap tertutup. Konfirmasi menyatakan ia akan memakai nomor punggung sembilan yang selama ini dianggap sebagai simbol yang “didambakan”.

Sementara itu, rencana kepergian Manuel Ugarte juga batal. Ia sempat diperkirakan akan pergi, tetapi rencana itu harus dihentikan setelah ia mengalami cedera saat tampil di Piala Dunia. Dengan begitu, perubahan anggaran lewat penjualan jelas tidak bisa diasumsikan secara otomatis.

Dari skuad senior Carrick, Joshua Zirkzee dipandang surplus kebutuhan tim. Namun, ketidakpastian tetap ada karena soal kondisi Amad Diallo. Klub memilih tidak memberi rincian sejauh mana cederanya, meski ada laporan yang menyebut ia bisa absen hingga enam minggu. Dalam kondisi seperti itu, belum tentu ketertarikan dari klub Serie A akan benar-benar berujung pada penjualan.

Alternatif internal tetap ada, tanpa harus merekrut

Saat pasar bergerak dan kebutuhan bek kiri menggantung, ada juga opsi yang bisa langsung dipakai Carrick tanpa mendatangkan pemain tambahan. Diogo Dalot dan Noussair Mazraoui diketahui pernah berpindah sisi dalam beberapa kesempatan. Selain itu, Baleba—yang merupakan pemain dengan kaki kiri—pernah bermain sebagai full-back bersama Brighton.

Ada pula Harry Amass yang pernah menjadi cadangan Shaw saat pramusim. Pemain berusia 19 tahun itu memang tetap berada di skuat Man United, tetapi ia tidak ikut masuk daftar skuad Carrick untuk perjalanan ke Hull. Hal ini menguatkan ekspektasi bahwa Amass akan mencari jalan keluar, baik melalui transfer permanen maupun skema peminjaman.

Meski banyak pihak tetap percaya bahwa Man United akan memiliki bek kiri baru pada saat bursa ditutup pada 1 September, kepastian tersebut tidak berada dalam posisi yang absolut. Di tengah fleksibilitas pasar dan kemungkinan perubahan dari skenario penjualan, keputusan akhir pada pekan terakhir menjadi faktor penentu: apakah Carrick benar-benar akan menutup kekurangan di sisi kiri, atau memaksimalkan opsi yang sudah ada di ruang ganti.