jurnalistik.co.id – Inter Milan menutup pramusim 2026-2027 dengan kemenangan 1-0 atas Real Betis pada laga yang berlangsung di Stadion San Nicola, Bari, Minggu (16/8/2026). John Stones mencetak gol tunggal yang mengunci hasil akhir pertandingan.
Hasil ini sekaligus menjadi “debut manis” bagi Stones bersama Inter, setelah ia mempertemukan keunggulan timnya lewat satu-satunya gol di sepanjang laga. Skor 1-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Di bawah arahan Cristian Chivu, Inter memulai laga dengan susunan yang diarahkan untuk membangun serangan sejak awal. Ange-Yoan Bonny dan Francesco Pio Esposito diturunkan sebagai ujung tombak, sementara Hakan Calhanoglu, Piotr Zielinski, dan Nicolo Barella mengisi lini tengah.
Real Betis datang dengan pola yang memusatkan perhatian pada upaya menahan laju lawan. Antony ditugaskan bermain di sisi kiri, sedangkan Cucho Hernandez berada sebagai penyerang tengah.
Babak pertama: Inter menekan, Betis bertahan
Sejak awal pertandingan, Inter lebih dahulu mengambil inisiatif serangan. Pada menit keenam, Ange-Yoan Bonny sempat menciptakan peluang pertama yang menjadi sinyal kuat bahwa Nerazzurri ingin cepat mengganggu pertahanan Betis.
Tekanan berlanjut dan Inter tetap menguasai ritme permainan. Real Betis kemudian terlihat lebih sering berada dalam posisi bertahan, menunggu momen untuk melakukan serangan balik.
Meski demikian, Betis tetap mendapat satu kesempatan yang cukup berarti. Pada menit ke-38, Pablo Fornals melepaskan tembakan yang masih melenceng di sisi gawang Inter yang dikawal Josep Martinez.
Setelah peluang tersebut, kedua tim saling bergantian memberi tekanan di area masing-masing. Hingga akhir babak pertama, gol belum tercipta dan skor tetap sama kuat 0-0.
Berita Terkait
Babak kedua: peluang bersambung hingga gol Stones
Memasuki paruh kedua, tim asuhan Cristian Chivu kembali menaikkan intensitas. Pada menit ke-55, Ange-Yoan Bonny memperoleh peluang, namun upayanya berhenti karena kiper Real Betis, Manuel Gonzalez, masih mampu menghalau serangan tersebut.
Inter kemudian melakukan penyesuaian tenaga untuk menambah daya dorong. Lautaro Martinez diturunkan pada menit ke-69, dengan statusnya sebagai kapten yang kembali memperkuat lini serang.
Gol baru muncul di menit ke-82 melalui skema bola mati. Federico Dimarco mengeksekusi tendangan bebas, bola sempat dipantulkan Benjamin Pavard, lalu memantul ke arah John Stones.
Kesempatan yang jatuh ke Stones langsung dimaksimalkan. Ia melepaskan tembakan yang tidak bisa dicegah oleh Manuel Gonzalez, sehingga Inter unggul 1-0.
Setelah gol tersebut, tidak ada tambahan gol tercipta sampai laga selesai. Keunggulan Inter Milan tetap bertahan hingga peluit akhir, sekaligus memastikan kemenangan 1-0 atas Real Betis dalam laga penutup pramusim.
Di sepanjang 90 menit, Inter terlihat konsisten menjalankan rencana serangan yang berangkat dari penguasaan bola dan pengaturan tempo di lini tengah. Hakan Calhanoglu bergerak untuk membuka ruang, sementara Piotr Zielinski dan Nicolo Barella membantu menjaga ritme agar tekanan Inter tidak mudah dipatahkan. Sebaliknya, Betis memilih menjaga jarak antarlini, dengan Antony yang lebih aktif mengawal sisi kiri dan Cucho Hernandez siap menjadi poros saat peluang balik muncul.
Menjelang jeda, pola pertandingan memperlihatkan Betis lebih sering berada dalam mode bertahan, namun mereka tetap mengincar celah sekilas yang cukup untuk memancing reaksi. Ketika Inter menekan lebih tinggi, peluang-peluang muncul bergelombang, mulai dari ancaman awal yang dicatat lewat upaya Ange-Yoan Bonny pada menit keenam. Di momen lain, Betis juga sempat memberi respons melalui tembakan Pablo Fornals pada menit ke-38 yang masih melenceng di sisi gawang Josep Martinez, sehingga skor tidak berubah.
Selepas turun minum, intensitas Inter kembali meningkat, tercermin dari usaha lanjutan yang masih menghadirkan peluang pada menit ke-55 lewat Ange-Yoan Bonny, meski akhirnya dihentikan oleh Manuel Gonzalez. Inter lalu memperkuat daya dorong dengan Lautaro Martinez yang masuk pada menit ke-69, sebelum akhirnya gol penentu lahir pada menit ke-82. Federico Dimarco mengeksekusi bola mati, bola sempat memantul Benjamin Pavard, lalu berakhir di posisi John Stones. Setelah keunggulan 1-0 itu, Inter mempertahankan fokus permainan dan memastikan tidak ada tambahan gol sampai akhir laga.












