Olahraga

Miraz Memimpin: Bangladesh Raih Kemenangan Test Perdana atas Australia di Darwin

×

Miraz Memimpin: Bangladesh Raih Kemenangan Test Perdana atas Australia di Darwin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Australia v Bangladesh: Mehidy Hasan Miraz inspires visitors to historic first Test win in Australia

jurnalistik.co.id – Bangladesh mengakhiri hari keempat di Darwin dengan kemenangan yang sulit dibayangkan: mereka menumbangkan Australia dan memastikan diri menang sembilan wicket untuk menandai tonggak bersejarah di arena Test. Target 57 run pun berhasil dikejar tanpa membalas ketertinggalan apa pun, setelah Australia dipaksa lebih dulu tunduk di babak terakhir.

Hasil ini melengkapi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah kriket Test. Saat memenangi pertandingan, para pemain dan staf Bangladesh langsung merayakan kemenangan yang dinilai sebagai yang paling membanggakan dalam 26 tahun perjalanan mereka bersaing di format lima hari.

Dalam pertandingan yang menjadi pembuka seri dua Test, Australia tercatat terhenti pada 198 dan 284. Sementara itu, Bangladesh mengumpulkan 426 pada babak pertama sebelum melanjutkan dengan 57-1 untuk mengunci kemenangan.

Mehidy Hasan Miraz menjadi tokoh kunci pada hari keempat. Ia mencatat 5-66 saat menggulung Australia hingga menyiapkan ruang bagi Bangladesh untuk menyelesaikan pengejaran lebih cepat daripada dugaan banyak pihak.

Di pihak Australia, Cameron Green tampil menantang dengan 104 run. Namun, setelah Green harus tersingkir oleh Hasan Mahmud, peluang Australia untuk menyelamatkan pertandingan nyaris menipis seluruhnya. Pada akhirnya, babak akhir Australia runtuh dalam momentum yang dibawa para bowler Bangladesh.

Rangkaian angka penting memperlihatkan betapa dominannya Bangladesh. Untuk babak pertama, Australia mengumpulkan 198 dengan rincian Smith 71, lalu Mahmud mengambil 6-55. Pada babak kedua, Green mencetak 104, sementara Miraz membukukan 5-66 untuk menahan laju Australia.

Babak pertama Bangladesh menunjukkan fondasi yang kokoh. Tanzid Hasan Tamim menyumbang 101, Shanto mengemas 84, dan Miraz turut menyumbang 65. Australia membalas melalui Hazlewood dengan 6-89, tetapi upaya itu tidak cukup untuk menggagalkan keunggulan Bangladesh.

Memasuki babak penentu, wicket demi wicket terus jatuh. Alex Carey yang berada di posisi penjaga gawang harus kembali setelah tertangkap di belakang untuk 30 run. Tak lama setelah itu, Miraz menjatuhkan all-rounder Beau Webster setelah membuatnya tersingkir untuk lima run, sehingga ekor Australia dipaksa masuk ke pertarungan yang makin berat.

Pemimpin serangan berikutnya datang dari ritme Miraz saat ia juga berhasil membuat Pat Cummins tersingkir di area dekat untuk delapan run. Setelah itu, Australia sempat mencoba bertahan melalui kemitraan delapan wicket yang dilakoni Green dan Mitchell Starc. Namun, kemitraan berumur pendek itu berakhir ketika Taskin Ahmed membuat Starc tertangkap di belakang untuk 18 run.

Meski sempat kehilangan beberapa momen, Green tetap memberikan perlawanan yang terlihat jelas melalui knock ketiganya di Test di kandang sendiri. Ia sempat dikritik mengenai posisinya di tim, tetapi ia merespons dengan kontribusi besar sebelum akhirnya harus berhenti oleh Mahmud.

Miraz melanjutkan dampaknya pada babak kedua Australia dengan menyingkirkan Nathan Lyon, langkah yang semakin mendekatkan Bangladesh pada kemenangan. Pada saat Australia terus kehabisan waktu dan wicket, kesempatan untuk mengubah arah pertandingan semakin mengecil.

Sejalan dengan dominasi bowler, keunggulan yang dibangun sejak hari sebelumnya turut berperan. Penampilan Miraz di babak kedua pada hari ketiga, ketika ia mengemas 65 run, membantu Bangladesh membangun momentum untuk memimpin lebih jauh. Pada fase tersebut, ia juga menyingkirkan Steve Smith dalam babak kedua Australia, sebuah momen yang membuat rencana kemenangan Bangladesh makin konkret.

Dari sisi penghukuman, Hasan Mahmud juga tampil sebagai penentu dalam keseluruhan pertandingan. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik (player of the match) setelah mengambil 6-55 pada babak pertama dan 3-56 pada babak kedua.

Ketika Australia akhirnya menyerah, Bangladesh tinggal menyelesaikan target di babak pengejaran. Meski opener Tanzid Hasan Tamim sempat tumbang untuk tanpa angka pada over kedua yang dilempar Josh Hazlewood, respons berikutnya datang tepat pada waktunya.

Mominul Haque tampil tidak terganggu dengan 30 run tanpa kalah (30*), sementara Shadman Islam menambah 25 untuk menutup pengejaran. Kombinasi keduanya menjadi penutup yang merapikan jalannya kemenangan sembilan wicket itu.

Kapten Bangladesh, Najmul Hossain Shanto, merangkum hasil ini dengan nada penuh kebanggaan. Ia mengatakan, “Ini adalah kemenangan terbesar sejauh ini bagi Bangladesh di format apa pun. Ke depan, kami ingin melakukan sesuatu yang istimewa di masa mendatang. Saya merasa sangat bahagia, bangga pada diri saya dan pada cara para pemain bermain. Kami melakukan banyak kerja keras.”

Di sisi Australia, reaksi juga datang dari mulut kapten mereka, Pat Cummins. Ia menilai Bangladesh tampil lebih baik di seluruh aspek dengan menyatakan, “Mereka mengungguli kami di semua lini. Mereka sabar dan disiplin. Menurut saya persiapan kami sudah tepat sasaran, tanpa alasan untuk menyalahkan apa pun.”

Komentar mengenai hasil yang mengejutkan turut disampaikan oleh Jim Maxwell di ABC. Ia menggambarkan kemenangan ini sebagai salah satu kekalahan Australia yang paling memalukan dalam sejarah Test.

Dengan capaian ini, Bangladesh mematahkan catatan buruk ketika tim mereka belum pernah menjalani seri di Australia dalam format lima hari sejak kekalahan 2-0 pada 2003. Australia sendiri datang sebagai negara peringkat teratas dalam Test, sehingga kemenangan Bangladesh terasa semakin “mengudutkan” ekspektasi.

Selain itu, kekalahan ini juga menegaskan bahwa Australia bukan tidak mungkin tumbang di tangan Bangladesh. Sebelumnya, Australia hanya pernah mengalami kekalahan Test dari Bangladesh pada Mirpur pada 2017.

Pertandingan ini menjadi Test pertama dari seri dua laga, dengan Test kedua dijadwalkan mulai 22 Agustus. Seri berlanjut dengan start pada waktu yang sama-sama dinantikan, sementara Bangladesh mengamankan awal terbaik dalam sejarah baru mereka di Australia.