jurnalistik.co.id – Northampton Saints memulai pertahanan gelar Premier musim ini dengan kemenangan besar 59-26 atas Newcastle Red Bulls di Franklin’s Gardens. Hasil tersebut memastikan Saints menutup laga pembuka dengan sembilan percobaan sekaligus mengamankan margin yang nyaman sejak fase awal.
James Pater dan Tommy Freeman menjadi pusat perhatian karena sama-sama mencetak hat-trick. Pater menyumbang tiga try, sementara Freeman juga membukukan tiga try, menjadikan keduanya total enam percobaan untuk tim tuan rumah.
Selain keduanya, Saints masih menambah poin melalui George Hendy, Alex Coles, dan Ollie Sleightholme. Ketiganya masing-masing mencetak satu try, sehingga Northampton menggenapkan catatan sembilan try dalam laga ini.
Komposisi konversi turut mempertegas keunggulan Saints. Fly-half F Smith sukses melakukan lima konversi, sedangkan Belleau menambah dua konversi lagi, mengubah sejumlah peluang menjadi skor tambahan yang membuat jarak makin sulit dikejar.
Bagi Newcastle, kekalahan tetap disertai nilai hiburan berupa losing bonus point. The Red Bulls masih mampu mencetak empat try, yaitu lewat Wade yang dua kali membobol gawang, serta tambahan masing-masing satu try dari Jordan dan Kok. Meski kalah besar, mereka tetap meninggalkan laga dengan poin tambahan untuk menjaga daya saing klasemen.
Pola pertandingan menunjukkan Saints lebih efektif dalam mengubah penguasaan dan serangan menjadi percobaan. Newcastle memang memberikan perlawanan, tetapi ketika permainan memasuki ritme dominan Northampton, Red Bulls kesulitan mempertahankan ritme yang sama agar dapat memangkas jarak secara cepat.
Keberhasilan Saints juga terasa dari cara mereka mengatur serangan. Fly-half Smith disebut “brilliantly conducted” dalam laporan pertandingan, dan kinerja itu tercermin dari kelancaran transisi serta pemilihan momen untuk masuk ke area berbahaya.
Untuk Newcastle, laga ini merupakan ujian awal dari skuad yang sedang mengalami pembaruan. Mereka datang dengan tim yang baru, setelah mendatangkan 25 pemain baru pada musim panas ini, sehingga laga melawan Northampton menjadi bagian dari proses penyesuaian di level tertinggi.
Berita Terkait
Northampton sendiri memasuki musim dengan modal keberhasilan pada periode sebelumnya. Tiga bulan sebelum pertandingan ini, Saints telah meraih gelar Prem kedua dalam tiga tahun saat menghadapi Exeter Chiefs di Allianz Stadium.
Catatan disiplin juga mewarnai jalannya laga. Obatoyinbo dari Newcastle mendapat hukuman sin bin pada menit ke-14, sementara Rakete-Stones masuk ruang penalti pada menit ke-43. Dua momen tersebut memberi keuntungan waktu bermain bagi Saints untuk meningkatkan intensitas serangan.
Wasit yang memimpin pertandingan adalah Anthony Woodthorpe. Dengan kombinasi kecepatan serangan dan konsistensi dalam membangun peluang, Saints mampu menjaga tekanan hingga akhirnya meraih kemenangan 59-26 di depan publik Franklin’s Gardens.
Di sisi Newcastle, Connon mencatat konversi, sementara Henry menambah dua konversi lagi. Dengan rincian itu, Red Bulls tetap mengonversi beberapa momen penting meski tetap berada di bawah tekanan dominan tuan rumah sepanjang laga.
Susunan pemain awal Northampton mencakup Pater, Freeman, Hutchinson, Dingwall, Hendy, F Smith, McParland, Iyogun, Langdon, Kundiona, Coles, Prowse, Kemeny, serta Pollock, dengan Chick. Mereka juga melakukan pergantian lewat R Smith, Fischetti, Neculai, Lockett, Taylor, Mitchell, Belleau, dan Sleightholme.
Sementara itu, Newcastle menurunkan Obatoyinbo, Wade, Hearle, Harris, Kok, Connon, Elliott, Rakete-Stones, McGuigan, Millar Mills, Usher, Jordan, Hicks, Christie, dan Graham. Saat laga berjalan, mereka melakukan perubahan melalui Fletcher, West, Harper, Molina, Leatherbarrow, Cruz, Henry, dan Sotutu.
Dengan hasil ini, Northampton mengawali musim dengan posisi kuat untuk mempertahankan konsistensi setelah meraih gelar sebelumnya. Bagi Newcastle, kekalahan tetap menjadi bahan evaluasi cepat—terutama terkait bagaimana mereka harus mengatur permainan agar dapat mengurangi ruang bagi pemain seperti Pater dan Freeman.
Namun, bagi Newcastle, poin bonus dari losing bonus point memberi sinyal bahwa mereka masih mampu mempertahankan kontribusi ofensif meski menghadapi hari yang berat. Mereka kini berharap dapat mengubah tren musim, sebab target yang disuarakan adalah peluang untuk tidak berakhir di posisi terbawah untuk pertama kalinya dalam lima musim terakhir.












