Olahraga

PGA Tour Tidak Siapkan Jalur Cepat Kembali untuk Bintang LIV, Brian Rolapp Menegaskan

×

PGA Tour Tidak Siapkan Jalur Cepat Kembali untuk Bintang LIV, Brian Rolapp Menegaskan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: PGA Tour not planning return program for LIV Golf stars

jurnalistik.co.id – PGA Tour tidak menyiapkan jalur kepulangan instan bagi pemain teratas LIV Golf, terutama setelah liga pecahan itu mengajukan perlindungan kebangkrutan. Brian Rolapp menegaskan pihaknya belum mempertimbangkan skema “returning member program” seperti yang sempat terlihat pada Januari.

Jon Rahm, Bryson DeChambeau, dan Cameron Smith—tiga nama pemenang besar yang bermain di sirkuit LIV—sedang menimbang langkah berikutnya. Hal itu muncul di tengah upaya LIV membentuk rangkaian kompetisi baru untuk tahun mendatang.

Rahm menyatakan dirinya belum bisa memberikan jawaban yang pasti terkait rencana masa depan. Ia mengatakan, “There’s a long legal process they have to go through before a lot of things fall into place,” sebelum melanjutkan, “I really can’t give you an answer right now.”

Rolapp menyampaikan bahwa arah PGA Tour saat ini tidak membuka program kepulangan yang bersifat langsung. “In terms of where we are today, we are not currently contemplating a returning member program like the one you saw in January,” ujarnya.

Namun, terdapat preseden yang sempat dibahas publik pada awal tahun. Brooks Koepka menerima kesepakatan yang membawanya kembali ke tur Amerika, tetapi skema tersebut ditolak oleh DeChambeau, Rahm, dan Smith.

Bila pemain memilih meninggalkan LIV, rute yang paling mungkin dikaitkan adalah kembali lewat turnamen di DP World Tour. Dalam mekanisme yang berjalan, 10 besar peraih finis dalam Race to Dubai memperoleh kartu untuk sirkuit Amerika, meski format dan pembagiannya dapat berubah.

Rolapp menekankan bahwa sampai saat ini belum ada kesepakatan final mengenai berapa banyak pemain DP World Tour yang akan lolos ke PGA Tour pada saat sistem baru mulai berjalan. Ia menyebut, dari 2028, tur tersebut akan beralih menjadi skema promosi dan degradasi dengan kelas Championship dan Challenger.

Ia juga mengingatkan dampak aturan terhadap pemain yang sebelumnya pindah ke LIV. Para pemain yang membelot dikenai larangan satu tahun, yang dapat dijalankan sambil tetap bermain di DP World Tour.

Dalam penjelasannya, Rolapp menempatkan prinsip meritokrasi sebagai landasan organisasi. “The PGA Tour is built on meritocracy,” katanya, lalu menambahkan, “Every player, whether they are a member or want to become one, must earn their place.”

Menurut Rolapp, PGA Tour memiliki aturan yang berlaku untuk berbagai alasan, termasuk menjaga keadilan dan keseimbangan kompetitif. Ia menegaskan, “We are a membership organisation; we have rules, and those rules exist for lots of reasons, including fairness and competitive balance. Rules matter, and they must be enforced.”

Ia melanjutkan bahwa akuntabilitas dan disiplin adalah elemen penting dalam liga olahraga mana pun. “Accountability and discipline, these are essential elements for any sports league and are certainly for the integrity of the PGA Tour and the sport. It’s what holds the tour together.”

Rolapp juga menyebut prinsip-prinsip tersebut sebagai pedoman yang menuntun keputusan. “Those are guiding principles for us,” ujarnya, sebelum menambahkan bahwa pembahasan dengan DP World Tour mengenai jumlah pemain yang akan maju masih berlangsung.

Dalam proses itu, ia menyatakan jumlah kartu yang tersedia bisa saja berkurang. “That’s very much under discussion both internally and as we continue our discussions with the DP World Tour,” ungkap Rolapp.

Ia menilai diskusi kedua pihak berjalan produktif untuk mencari perbaikan hubungan antarsirkuit. “The spirit of those conversations are very productive. Both sides are trying to think creatively about how we modify and improve the relationship we have,” tambahnya, seraya menjelaskan bahwa setiap pembahasan akan menemukan hal yang disepakati maupun yang belum sejalan.

Rory McIlroy menyatakan tidak terlalu khawatir karena kesepakatan dengan DP World Tour belum rampung. Meski demikian, ia memberi peringatan bahwa kartu yang dialokasikan dari Challenger Series—yang berada di lapisan lebih rendah—akan terasa kurang menarik.

McIlroy menilai tidak ada alasan bagi pemain DP World Tour untuk memilih jalur Challenger Series. “I don’t see any reason why a DP World Tour player would go to the Challenger Series,” katanya, lalu menegaskan pandangannya, “I don’t see that as an upward move in your career. I see it as a very lateral move.”

Ia menutup dengan pandangan bahwa Championship Series adalah level tertinggi permainan tur. “No one’s going to argue that the Championship Series is going to be the highest level of tour golf that you can play, and then it’s just deciding what an adequate number of cards is to go from here to the Championship Series.”