Olahraga

Scottie Scheffler mengamankan gelar FedEx Cup keduanya

×

Scottie Scheffler mengamankan gelar FedEx Cup keduanya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World number one Scheffler claims second Fedex Cup title

jurnalistik.co.id – Nuansa kian mengarah pada satu kemungkinan yang nyaris tak terbantahkan muncul ketika Scottie Scheffler menuntaskan Tour Championship di Atlanta dengan gelar FedEx Cup keduanya pada hari Minggu.

Berangkat dari posisi tertinggal, dia mulai putaran akhir dengan defisit tiga pukulan dari pemimpin sementara Viktor Hovland, namun situasi berangsur berubah ketika para pesaing di sekelilingnya mulai kehilangan ritme.

Scheffler kemudian menunjukkan performa yang rapi dan konsisten, bergerak pelan namun pasti, sampai akhirnya memegang kendali saat kartu skor mulai mengarah pada angka yang menentukan.

Hasilnya, dunia peringkat satu itu mengunci kemenangan dan meraih hadiah senilai $10 juta (ÂŁ7,4 juta) sebagai bagian dari gelar yang diperebutkan di turnamen penutup musim PGA Tour tersebut. Ini sekaligus menjadi kemenangan kariernya yang ke-22 di PGA Tour.

Kompetisi musim ini juga menempatkan Scheffler pada deretan nama yang sangat jarang menyentuh pencapaian serupa. Ia menyusul jejak Tiger Woods—juara pada 2007 dan 2009—serta Rory McIlroy yang meraih FedEx Cup di 2016, 2019, dan 2022, karena telah memenangkan acara bergengsi tersebut lebih dari satu kali.

Di saat momen paling penting datang, Scheffler mampu datang dari belakang menuju kemenangan turnamen, sebuah cerita yang ia rangkum langsung usai lomba. “To come from behind and be able to win tournament is a really cool feeling,” kata Scheffler.

Dia menambahkan, “There were a lot of talented guys in front of me on the leaderboard. I was fortunate to get off to a good start and put myself in the mix. It’s a gift to be out here on tour. Each and every day I’m going to try to give it my best.”

Performa penentu Scheffler terasa makin jelas jika dilihat dari tiga partai terakhir. Skor 66 yang dibukukan pada putaran itu menjadi satu-satunya ronde yang mampu memecah par di segmen tersebut, memperlihatkan ketepatan saat mencari green dan menjaga momentum ketika tekanan meningkat.

Di pihak Hovland, laju awal yang sempat menempatkannya sebagai pemimpin sementara tidak berlanjut dengan stabilitas yang diharapkan. Permainan kayanya menjadi lebih tidak tertata, dan ketika momen paling krusial menuntut penyelesaian cepat, putter Hovland justru terasa “dingin”.

Hovland kemudian menyelesaikan hari dengan skor dua-over 72 dan harus puas finis tiga pukulan di bawah Scheffler pada posisi kedua. Dengan demikian, totalnya berakhir pada -13.

Ryan Gerard, pemain debut asal Amerika Serikat, turut menghadirkan persaingan yang tidak kalah sengit. Ia memulai hari dari satu pukulan di belakang Hovland, namun menutup lomba dengan posisi yang sama dan berada di peringkat ketiga secara keseluruhan pada 12 under setelah membukukan 72 pukulan.

Rangkaian berikutnya memperlihatkan bahwa tidak semua nama besar mampu mengulang bentuk terbaiknya pada hari Minggu. McIlroy, yang pada Sabtu sempat meledak ke dalam persaingan, tidak menemukan kembali ritme yang sebelumnya membawanya masuk ke posisi perebutan teratas.

Putaran McIlroy pada hari Minggu berakhir dengan skor 69 yang penuh naik-turun: ia mencatat empat birdie dan satu eagle, tetapi menyertakan lima bogey yang membuat stabilitasnya goyah.

Di luar persaingan inti, momen mencolok tetap terjadi. Justin Rose mencatat hole-in-one di hole kesembilan, sebuah peristiwa yang menjadi pengecualian jelas ketika sebagian besar kandidat lain kesulitan merangkai konsistensi yang sama.

Meski begitu, Rose tidak mampu mengubah kilatan tersebut menjadi lonjakan besar. Ia menutup turnamen dengan total tujuh under, cukup jauh dari kemampuan untuk benar-benar menekan posisi atas.

Persaingan dari Inggris juga menghadirkan kejutan lain lewat Alex Fitzpatrick. Pada hari Minggu, ia menyamakan skor 66 milik Scheffler sekaligus membukukan ronde terendah hari itu, dan langkah tersebut mendorongnya naik tajam di papan peringkat.

Fitzpatrick lalu menyelesaikan turnamen bersama enam kali juara mayor Rory McIlroy serta beberapa pemain lainnya pada 11 under, dan posisinya berakhir dengan tie untuk peringkat keempat pada debutnya.

Kemenangan ronde itu melengkapi musim yang telah menjadi sorotan. Pemain berusia 27 tahun tersebut sebelumnya meraih gelar pertamanya di DP World Tour lewat Indian Open, sebelum berpasangan dengan sang kakak, Matt, yang merupakan juara US Open 2022, untuk memenangkan Zurich Classic of New Orleans.

Sementara itu, Tommy Fleetwood memulai hari dengan jarak yang terlalu jauh dari kecepatan papan atas. Meski menyelesaikan putaran dengan tiga-under 67, ia tetap harus menerima hasil pada posisi tie untuk peringkat kesebelas dengan total 10 under.

Jika merangkum papan akhir, Scheffler keluar sebagai juara dengan -16, Hovland mengikutinya di -13, dan Gerard mengamankan -12. Di daftar berikutnya, beberapa nama besar lain berbagi total -11, termasuk Alex Fitzpatrick, Corey Gotterup, Rory McIlroy, serta Ryan Henley, selain Matt Wallace Lee, J.T. Bridgeman, dan Lucas Aberg.

Pada akhirnya, FedEx Cup keduanya terasa lahir dari kombinasi kedisiplinan, ketepatan saat mencari peluang, dan kemampuan memanfaatkan celah ketika pesaing mulai goyah.