Olahraga

Portugal 1-0 Wales: Craig Bellamy Ingin Wales Tampil Lebih Baik Usai Laga Pembuka di Lisbon

×

Portugal 1-0 Wales: Craig Bellamy Ingin Wales Tampil Lebih Baik Usai Laga Pembuka di Lisbon

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Portugal 1-0 Wales: Craig Bellamy wants more from his side after narrow Portugal loss

jurnalistik.co.id – Wales memulai kampanye Nations League dengan kekalahan tipis 1-0 dari Portugal di Lisbon, tetapi Craig Bellamy menilai timnya pantas mendapat pujian—sambil menyatakan masih ada banyak hal yang bisa dibenahi.

Di Stadion Jose Alvalade, kemenangan Portugal menjadi pembuka yang sempurna bagi manajer baru Jorge Jesus, meski laga berlangsung dalam tensi tinggi untuk durasi yang panjang.

Gol penentu datang dari tembakan Joao Felix yang membelok sehingga sulit dihentikan, cukup untuk mengunci tiga poin tuan rumah.

Sementara itu, upaya Cristiano Ronaldo sempat masuk catatan sebagai momen berbahaya, namun dianulir oleh keputusan VAR.

Bellamy mengakui bahwa laga berjalan tidak mudah bagi skuadnya, terutama karena Wales harus menghadapi fase permainan dengan dominasi Portugal dalam waktu yang panjang.

“It was a difficult game for us. We had to suffer a lot,” kata Bellamy setelah pertandingan.

Ia juga menyoroti ritme penguasaan bola yang minim bagi timnya saat bertahan dan mencoba membangun serangan.

Ia menambahkan, “I think that’s the longest we’ve been in a game without the ball.”

Meski begitu, Bellamy menyatakan timnya tetap mampu memberi ancaman hingga akhir.

Di babak akhir, Wales tampil lebih berani dan menciptakan peluang yang membuat pertandingan terasa terbuka, termasuk kesempatan yang nyaris menyamakan kedudukan dari Brennan Johnson serta Lewis Koumas.

Bellamy menilai ada aspek yang seharusnya bisa ditingkatkan, tetapi ia juga bangga dengan energi dan ketahanan yang ditunjukkan pemain yang tampil.

“We could have done more with the ball but I’m beyond proud as well,” ujarnya.

Ia kemudian menekankan bahwa kekurangan personel karena cedera tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah pada standar permainan.

“We have a lot of players who weren’t here. That’s OK, we can handle it,” lanjut Bellamy.

Menurutnya, para pemain yang tidak bermain secara reguler tetap harus siap memanfaatkan kesempatan ketika diberi menit bermain.

“A lot of players who don’t play, week-in, week-out. So for them to use the energy they were able to, we’ve got to have a big heart to be able to do that. They’ve always shown that and they showed that again.”

Waktu rehat singkat, target perbaikan sebelum Denmark

Setelah hasil ini, Wales memiliki jadwal yang cepat menjelang pertandingan kedua Liga A melawan Denmark di Copenhagen pada Minggu pukul 17:00 waktu setempat.

Bellamy menyebut beberapa pemain tidak dapat ikut serta karena cedera, yaitu Harry Wilson, Karl Darlow, Dylan Lawlor, Joe Rodon, dan Nathan Broadhead.

Meski menghadapi situasi tersebut, ia tetap optimistis terhadap kemampuan skuat untuk berkembang dan tampil lebih baik pada laga berikutnya.

“There’s more for us, so that’s something we always look at as a positive,” katanya.

Ia menutup dengan fokus pada proses peningkatan: “How can we improve? How can we get better?”

Ronaldo jadi sorotan di Lisbon

Menjelang pertandingan, Cristiano Ronaldo menjadi pusat perhatian di Stadion Jose Alvalade, tempat ia memulai karier profesional bersama Sporting pada 2002.

Dalam laga ini, Ronaldo mendapat momen yang bisa berujung gol, tetapi peluang itu berakhir dengan keputusan offside sehingga golnya dianulir—seandainya gol itu terjadi, ia akan mencatatkan gol papan atas ke-980 dalam kariernya.

Ronaldo kemudian ditarik keluar pada pertengahan babak kedua.

Bellamy menyebut kemungkinan pertemuan kembali, karena Portugal dijadwalkan memainkan pertandingan putaran kedua melawan Wales di Cardiff pada November.

Di tengah pembicaraan luas terkait situasi di Al-Nassr, Bellamy menegaskan ia tidak ingin terpengaruh oleh hingar-bingar, bahkan ketika harus merencanakan strategi menghadapi bintang seperti Ronaldo.

“If you looked at everything that was going on, it’s a £1.4bn squad you’re up against, [but] I felt quite calm. The players give me that,” tambah Bellamy.

Ia juga menegaskan bahwa Ronaldo bukan sekadar ancaman dari satu periode tertentu, melainkan pemain dengan kualitas yang konsisten lintas generasi.

“Ronaldo is one of the greatest players of all generations, not just this generation.”

Menurut Bellamy, pendekatan tim harus mempertimbangkan bahaya yang tetap melekat pada Ronaldo, meskipun usianya sudah tidak muda.

“You have to plan for him because he’s beyond dangerous, even at his age.”

Ia lalu menyampaikan harapannya untuk bisa kembali menghadapi Ronaldo di pertandingan berikutnya, namun menyadari waktu juga memiliki batas.

“He’s a superstar and I’d love to think I’d have the opportunity to be up against him again, but I don’t know, maybe time is ticking.”