Olahraga

Pramono Anung Ingin Shin Tae-yong Bawa Persija Juara Liga 1 sebagai Kado HUT Jakarta 500 Tahun

×

Pramono Anung Ingin Shin Tae-yong Bawa Persija Juara Liga 1 sebagai Kado HUT Jakarta 500 Tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pramono Berharap Shin Tae-yong Bawa Persija Juara Liga 1, Jadi Kado 500 Tahun Jakarta

jurnalistik.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan harapannya kepada Persija Jakarta menyongsong kompetisi Liga 1 musim ini. Ia berharap pelatih baru Shin Tae-yong bisa membawa Macan Kemayoran meraih gelar juara.

Pramono menyampaikan harapan itu setelah Persija resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick-Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan keyakinannya terhadap perubahan yang diharapkan dari kepemimpinan pelatih baru. “Secara khusus, pelatih Persija yang baru, Bapak Shin Tae-yong. Terus terang, begitu Shin Tae-yong dipilih, saya punya hope, punya harapan, bahwa Persija di liga tahun ini mudah-mudahan enggak seperti liga yang lalu juara tiga,” kata Pramono.

Pramono juga mengaitkan target prestasi Persija dengan momen spesial Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Ia mengatakan, jika Persija mampu menjadi juara, gelar tersebut ingin dipersembahkan sebagai kado untuk Jakarta.

“Saya pengin merasakan juara liga dan sekaligus adalah kado 500 tahun buat Jakarta,” ujar Pramono.

Ia memotret performa Persija pada kompetisi sebelumnya sebagai konteks harapan tersebut. Pada Liga 1 musim 2025/2026, Persija finis di posisi ketiga klasemen. Menurut Pramono, kehadiran Shin Tae-yong diharapkan mampu membawa perbaikan dan mengangkat capaian Persija pada musim kompetisi mendatang.

Selain aspek prestasi, Pramono menekankan pentingnya penyelenggaraan pertandingan yang berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi penonton. Ia menyebut dukungan masyarakat serta The Jakmania sebagai modal penting untuk menghadirkan suasana pertandingan yang positif.

“Karena dengan begitu saya betul-betul ingin Persija merasakan pertandingan dengan rasa aman, nyaman dan merasa mempunyai kebanggaan bahwa pertandingan untuk Jakarta adalah pertandingan untuk dirinya dan juga pertandingan untuk keluarganya,” katanya.

Pramono juga menyampaikan rencana penguatan arena bagi Persija. Ia mengatakan Jakarta International Stadium (JIS) akan disiapkan sebagai kandang utama Persija Jakarta. Baginya, penyempurnaan tempat pertandingan sejalan dengan upaya agar pengalaman penonton meningkat sekaligus mendukung keberlangsungan atmosfer kompetisi.

Dalam arah pembinaan yang lebih luas, Pramono mendorong Jakarta menjadi destinasi sport tourism. Pemprov DKI Jakarta, menurutnya, membuka ruang agar berbagai kegiatan olahraga dapat digelar di ibu kota. “Saya juga berharap bahwa Jakarta sekarang ini kita buka ruang selebar-lebarnya menjadi tempat destinasi untuk sport tourism,” ujar Pramono.

Di sisi lain, ia menilai Persija memiliki posisi penting karena klub tersebut telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Jakarta. Pramono berharap hubungan antara Persija, The Jakmania, dan warga tetap terjaga berkelanjutan sebagai modal sosial yang memperkuat ekosistem olahraga di kota.

“Secara ikatan kalau ini bisa dijaga terus menerus, saya yakin ini akan menjadi modal sosial yang luar biasa,” ucapnya.

Pramono menilai pergantian komposisi pelatih memberi sinyal pembaruan bagi arah tim, sehingga harapan yang ia sampaikan bukan sekadar target klasemen, melainkan juga perubahan cara Persija bersaing di lapangan. Ia berharap kerja sama di musim ini bisa diterjemahkan menjadi hasil yang lebih baik dan menyenangkan bagi seluruh pendukung Macan Kemayoran.

Ia juga mengingatkan bahwa suasana pertandingan tidak hanya ditentukan oleh performa tim, tetapi turut dibangun lewat tata kelola yang rapi. Dengan kondisi yang tertib, penonton diharapkan dapat menikmati laga secara nyaman, sementara dukungan masyarakat dan The Jakmania menjadi bagian penting untuk menjaga energi positif selama kompetisi berlangsung.

Dalam kaitan pengalaman penonton, Pramono menekankan upaya penguatan arena. Jakarta International Stadium (JIS) disebutnya akan dipersiapkan sebagai kandang utama, dengan tujuan menghadirkan kenyamanan yang lebih baik bagi penonton sekaligus memperkuat atmosfer pertandingan.

Lebih jauh, ia mendorong Jakarta untuk makin terbuka sebagai destinasi sport tourism, sehingga kegiatan olahraga dapat menjadi daya tarik kota. Menurutnya, Persija memiliki peran strategis karena telah menjadi identitas warga, dan kesinambungan hubungan antara Persija, The Jakmania, serta masyarakat dinilai mampu menjadi modal sosial yang memperkuat ekosistem olahraga.