jurnalistik.co.id – Leigh Leopards sukses membalikkan pertemuan lawan Leeds Rhinos dengan skor 20-16 sekaligus memutus rekor kandang 100% Leeds di Super League musim ini.
Kemenangan itu membawa dua poin penting bagi Leigh dalam upaya mereka finis di papan atas klasemen, tepatnya mengejar target enam besar musim ini.
Di laga yang berlangsung pada suasana sore musim panas Agustus, Leeds lebih banyak menguasai bola dan wilayah serang, namun tidak mampu menembus pertahanan rapat Leopards.
Skor akhir dan momen pembeda
Leeds menutup pertandingan dengan 16 poin, sedangkan Leigh mengunci 20 poin. Pada akhir babak pertama, kedua tim sama-sama mencatat angka 14.
Di kubu Leeds, percobaan dicatat oleh Ryan Hall dan Tom Croft. Sementara itu, Toby Flood? tidak disebut; yang tercantum adalah Connor menyumbang gol sebanyak 4 untuk Leeds.
Leigh memperoleh percobaan lewat Jordan Charnley, Innes Senior (dua percobaan), serta Oliver Hanley. Untuk poin tambahan lewat tendangan, Cook menorehkan dua gol.
Innes Senior menjadi figur yang paling menonjol pada babak awal dengan dua percobaan. Setelah jeda, justru kerja pertahanan Leigh yang paling menentukan jalannya laga.
Leigh membatasi Leeds hanya mampu menambah dua poin setelah turun minum. Pola ini sekaligus menegaskan kemajuan tim di bawah arahan pelatih Adrian Lam.
Leeds dominan, tetapi gagal menembus
Leeds terlihat lebih mendikte pertandingan dalam hal penguasaan bola dan teritori permainan. Namun, mereka kesulitan memecah pertahanan “rearguard” Leigh yang bermain disiplin.
Ryan Hall sempat menjadi harapan ketika ia langsung memberi dampak setelah kembali dari cedera, dengan mencetak percobaan hanya dua menit setelah kembali.
Namun, Hall tidak bisa menambahkan satu lagi pada momen akhir karena percobaannya yang kedua dianulir. Keputusan itu muncul setelah kaki belakangnya dinilai menyentuh garis “touch”.
Berita Terkait
Hasil akhirnya membuat Leeds harus menelan kekalahan, meski dominasi mereka pada permainan tidak sepenuhnya berbuah skor tambahan.
Dampak ke klasemen
Dengan kekalahan ini, Wigan berpeluang menyamakan poin dengan Leeds di puncak klasemen apabila mereka memenangkan pertandingan melawan Bradford Bulls pada hari Sabtu.
Sementara bagi Leigh, dua poin dari pertandingan ini terasa krusial untuk persaingan menuju posisi enam besar, mengingat ketatnya persaingan di paruh musim.
Catatan pertandingan
Chris Kendall bertindak sebagai wasit pada laga tersebut. Pada menit ke-61, Badrock menerima sanksi sin-bin sehingga Leigh sempat bermain dengan jumlah pemain berkurang.
Susunan pemain yang turun sejak awal adalah sebagai berikut.
Leeds: Miller; Newman, Bird, Handley, Hall; Croft, Connor; Oledzki, O’Connor, Jenkins, Hankinson, Watkins, C. Smith. Cadangan yang digunakan: Holroyd, Cassell, McCormack, Lloyd.
Leigh: Armstrong; Senior, Badrock, Hanley, Charnley; Cook, Lam; Ofahengaue, Horne, Liu, Hughes, Trout, Brogan. Cadangan yang digunakan: Ipape, Mulhern, Alick-Wiencke, Davis.
Secara keseluruhan, pertandingan ini memperlihatkan dua wajah: Leeds lebih unggul dalam kontrol permainan, tetapi Leigh lebih efektif dalam menjaga ruang dan memanfaatkan momen yang muncul.
Ketika rekor kandang 100% Leeds harus berakhir, yang menjadi jawaban paling nyata adalah aksi pertahanan Leigh setelah turun minum, yang akhirnya mengunci hasil 20-16.
Babak pertama berjalan ketat karena angka sempat berimbang, sehingga setiap peluang terasa menentukan. Leeds mengandalkan sentuhan dari Hall dan Croft, sementara Leigh memaksimalkan percobaan yang datang lewat Charnley, Senior, dan Hanley, lalu mengunci tambahan poin melalui tendangan Cook.
Memasuki paruh kedua, arah pertandingan lebih banyak ditentukan oleh disiplin tanpa bola. Ketika Leeds berusaha menekan di fase akhir, Leigh mampu menjaga jarak antarbarisan dan memperkecil ruang, hingga Leeds hanya menambah angka terbatas dan tertahan pada total 16 poin.
Wasit Chris Kendall juga menjadi sorotan pada menit ke-61, saat Badrock menerima sanksi sin-bin. Situasi itu membuat Leigh sempat harus bertahan dengan komposisi pemain yang tidak ideal, namun mereka tetap dapat mempertahankan pola permainan yang sudah dibangun sepanjang pertandingan.












