jurnalistik.co.id – Rencana Man City untuk mendatangkan Cody Gakpo dari Liverpool dengan nilai sekitar £80 juta dilaporkan berada dalam kondisi genting dan nyaris berantakan. City sempat membuka pembicaraan dengan klub Merseyside terkait kemungkinan kesepakatan untuk winger tim nasional Belanda tersebut.
Menurut laporan BBC Sport, Liverpool bersedia melepas Gakpo asalkan mereka bisa segera merekrut pengganti di posisi serupa. Namun, kebutuhan soal pemain pengganti itu menjadi salah satu faktor yang membuat proses bergerak tidak mulus.
Di sisi lain, Liverpool justru telah menyelesaikan langkah yang berkaitan dengan rencana alternatif mereka. Pada Senin, The Reds dikabarkan telah merekrut penyerang asal Prancis, Bradley Barcola, dari Paris St-Germain dengan biaya yang bernilai hingga £123 juta.
Walau Barcola sudah masuk, Liverpool tetap menginginkan tambahan amunisi serangan jika Gakpo benar-benar jadi dilepas. Artinya, keputusan mengenai masa depan Gakpo tidak berhenti pada satu rekrutmen saja.
Klub yang bermarkas di Anfield sebelumnya mengincar beberapa opsi lain untuk memperkuat skuad. BBC menyebut Liverpool menargetkan kemungkinan transfer untuk Yankuba Minteh dari Brighton serta Ismaila Sarr dari Crystal Palace.
Meski demikian, nilai yang diminta untuk kedua pemain itu dianggap menimbulkan masalah. Hambatan yang muncul kemudian membuat pembicaraan menjadi semakin rumit dan menyulitkan Liverpool untuk menyelesaikan pengganti yang dimaksud secara tepat waktu.
Dengan perkembangan terakhir ini, Gakpo (27 tahun) kini diperkirakan akan bertahan di Liverpool. Kondisinya baru berubah apabila Liverpool mampu “menghidupkan kembali” kesepakatan untuk mendapatkan winger baru sebelum batas waktu yang jatuh pada Selasa.
Berita Terkait
Man City juga dikabarkan memiliki ketertarikan terhadap pemain dari kompetitor sepak bola Inggris yang berbeda. City dilaporkan memantau Iliman Ndiaye, yang berposisi sebagai penyerang Everton.
Laporan tersebut menambahkan bahwa City bisa mengalihkan fokus ke Ndiaye setelah perkembangan yang menyangkut Gakpo. Ndiaye (26 tahun) sebelumnya disebut diharapkan bergabung dengan Tottenham, tetapi minat berkelanjutan dari Man City diyakini akan membuka peluang langkah lain untuk pemain asal Senegal tersebut.
Dengan tenggat waktu transfer yang kian dekat, rangkaian opsi yang tersedia menjadi kunci bagi kedua klub. Bagi Liverpool, prioritasnya adalah memastikan pengganti yang sesuai jika Gakpo dilepas. Sedangkan bagi Man City, arah negosiasi dapat berubah mengikuti keputusan Liverpool dan ketersediaan target alternatif.
Situasi ini memperlihatkan betapa rencana transfer tidak bisa berjalan sendirian. Di satu sisi, City dinilai tetap menaruh perhatian pada Gakpo dan membuka komunikasi dengan Liverpool. Namun, di saat yang sama Liverpool baru bisa bergerak lebih leluasa jika opsi pengganti yang mereka butuhkan benar-benar siap dijalankan tanpa mengorbankan kebutuhan posisi yang setara.
Upaya Liverpool untuk menyiapkan langkah lain terlihat dari perekrutan Bradley Barcola dari Paris St-Germain. Kehadiran pemain itu membantu mengisi bagian kebutuhan serangan, sekaligus menjadi penopang ketika negosiasi mengenai masa depan Gakpo tetap berlangsung dan belum ada kepastian akhir. Meski demikian, kebutuhan tambahan amunisi tetap membuat Liverpool tak berhenti pada satu skenario saja.
Ketika BBC menyinggung target seperti Yankuba Minteh dan Ismaila Sarr, fokusnya bukan sekadar mencari pemain baru, melainkan memastikan proses bisa tetap masuk akal dari sisi nilai serta waktu. Permintaan harga yang dinilai menimbulkan hambatan membuat pembicaraan menjadi lebih sulit, sehingga Liverpool harus menyusun ulang urutan prioritas agar tetap dapat memenuhi syarat pengganti yang diinginkan.
Bagi Man City, dinamika yang berkaitan dengan Gakpo juga membuka ruang pergerakan di pasar pemain lain. City dilaporkan memantau Iliman Ndiaye dari Everton, dan perubahan arah negosiasi bisa terjadi setelah perkembangan tentang Gakpo. Dengan jadwal batas waktu yang tinggal beberapa hari, kedua klub tampak berusaha memanfaatkan kemungkinan yang masih terbuka sambil menyesuaikan langkah mengikuti keputusan dan ketersediaan target alternatif.












