Otomotif

Porsi Harga Baterai Turun ke 40–50%, Gotion Jelaskan

×

Porsi Harga Baterai Turun ke 40–50%, Gotion Jelaskan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Harga Baterai Mobil Listrik Kian Murah? Ini Kata Ahli Gotion

jurnalistik.co.id – Dalam industri mobil listrik, harga baterai masih menjadi salah satu penentu terbesar. Namun, perusahaan teknologi baterai asal China, Gotion, menyebut kontribusi baterai terhadap harga kendaraan kini mulai menurun.

Raihan Wiradibrata, R&D Engineer Gotion, mengatakan besaran harga baterai tidak seragam karena dipengaruhi oleh ukuran serta jenis baterai yang digunakan. Ia menegaskan pihaknya tidak dapat menyampaikan angka harga secara terbuka karena skema bisnisnya bersifat business to business (B2B).

"(Harga baterai) itu macam-macam, tergantung ukuran dan jenis. Kami enggak bisa disclose harganya karena itu B2B," ujar Raihan dalam penjelasannya.

Perubahan komposisi biaya dari awal pengembangan

Menurut Raihan, pada fase awal perkembangan mobil listrik, harga baterai cenderung mendominasi total biaya kendaraan. Seiring perjalanan industri, porsi tersebut berangsur mengecil dan tidak lagi sebesar pada periode awal.

Raihan menjelaskan bahwa, jika dulu harga baterai bisa mencapai setengah harga mobil, kini perhitungannya sudah turun. Ia menyebut porsi baterai saat ini berada di kisaran 40–50% dari harga mobil.

"Cuma kalau dulu kan harganya bisa setengah harga mobil (60 persen). Sekarang sudah mulai turun ke kisaran 40-50 persen harga mobil," katanya.

Dengan turunnya kontribusi tersebut, biaya baterai tidak lagi menjadi satu-satunya faktor yang paling berat dalam pembentukan harga akhir kendaraan. Gotion menilai perubahan komposisi biaya ini memberi ruang agar harga mobil listrik dapat bergerak lebih terjangkau.

Produksi lokal dan rantai pasok sebagai kunci

Raihan menilai peluang penurunan harga baterai masih terbuka, terutama ketika industri kendaraan listrik terus menjadi lebih matang. Ia menilai penetrasi mobil listrik di Indonesia sendiri masih tergolong baru, sehingga proses pendewasaan ekosistem masih berlangsung.

Dalam jangka panjang, ia mengatakan bahwa perkembangan teknologi, skala produksi, serta rantai pasok dapat mendorong biaya produksi baterai menjadi lebih rendah. Pada titik itu, komponen baterai diharapkan semakin efisien baik dari sisi produksi maupun pengadaan.

"Iya, kalau selnya sudah diproduksi di Indonesia nanti bakal lebih murah lagi," ujarnya.

Raihan juga menekankan bahwa produksi sel baterai di dalam negeri dapat memberikan efisiensi lebih besar karena rantai pasok menjadi lebih dekat dengan industri kendaraan listrik nasional. Dengan kedekatan tersebut, biaya logistik dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri diharapkan dapat ditekan.

Ia menyebut baterai merupakan komponen penting sekaligus mahal dalam kendaraan listrik. Karena itu, strategi penguatan produksi di tingkat sel dipandang berpengaruh langsung terhadap struktur biaya yang pada akhirnya berkontribusi pada harga mobil listrik.

Secara keseluruhan, Gotion memandang penurunan porsi harga baterai tidak terjadi secara instan, melainkan mengikuti proses industrialisasi: dari pematangan permintaan, penguatan skala produksi, sampai pengembangan rantai pasok yang lebih terintegrasi. Dari proyeksi tersebut, porsi 40–50% yang disebut Raihan menjadi gambaran bahwa tren biaya telah bergerak ke arah yang lebih rendah.

Raihan juga menggambarkan bahwa penurunan kontribusi baterai terhadap harga kendaraan tidak lepas dari dinamika industri. Ketika komponen lain ikut berkembang dan biaya produksi mulai lebih stabil, ketergantungan pada baterai sebagai komponen termahal menjadi berkurang, sehingga struktur biaya total ikut berubah.

Ia menambahkan, langkah efisiensi tersebut dapat dipercepat ketika produksi dan pengadaan baterai makin terlokalisasi. Dengan kedekatan alur pasok ke ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri, komponen tidak hanya diharapkan lebih mudah diperoleh, tetapi juga berpotensi menekan biaya-biaya pendukung yang biasanya timbul dari jarak pengiriman dan ketergantungan pada pihak luar.

Dalam kerangka itulah Gotion menempatkan produksi sel sebagai bagian penting dari upaya menurunkan biaya baterai dalam jangka panjang. Raihan menekankan bahwa ketika proses produksi sel di Indonesia sudah berjalan, perusahaan meyakini ada peluang harga yang semakin kompetitif, selaras dengan tren porsi baterai yang terus bergerak dari periode awal pengembangan.