Otomotif

Wuling Aira EV Cetak Rata-rata 200 Unit per Hari di GIIAS 2026, Long Range Paling Diminati

×

Wuling Aira EV Cetak Rata-rata 200 Unit per Hari di GIIAS 2026, Long Range Paling Diminati

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wuling Aira EV Laku Ratusan Unit per Hari di GIIAS 2026

jurnalistik.co.id – Wuling Aira EV mendapat respons positif dari pengunjung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Di ajang yang berlangsung mulai 29 Juli hingga 9 Agustus 2026 itu, penjualan mobil listrik Wuling disebut bergerak konsisten selama pameran.

Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, menyampaikan bahwa penjualan Aira EV selama GIIAS berjalan dengan rata-rata sekitar 200 unit per hari. Menurutnya, mayoritas pembelian didominasi oleh varian Long Range.

Jika tolok ukur yang digunakan adalah rata-rata penjualan harian tersebut, Aira EV berpotensi membukukan sekitar 2.200 unit selama 11 hari penyelenggaraan GIIAS 2026. Perhitungan itu merupakan estimasi berbasis rata-rata harian, bukan angka penjualan resmi seluruh periode pameran.

Long Range unggul dari sisi jarak tempuh

Minat yang lebih besar terhadap Aira EV Long Range tidak terlepas dari karakter baterainya dan kemampuan jarak tempuh yang diklaim. Wuling menempatkan varian ini sebagai pilihan untuk konsumen yang mencari jangkauan lebih jauh dibandingkan versi Standard Range.

Untuk varian Standard Range, Aira EV menggunakan baterai LFP berkapasitas 16,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 205 kilometer. Sementara itu, Long Range dibekali baterai LFP 25,1 kWh dan diklaim mampu menempuh hingga 301 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Dengan perbedaan kapasitas baterai dan angka jarak tempuh tersebut, preferensi konsumen di GIIAS terlihat mengarah pada Long Range. Varian ini juga disebut menjadi pilihan terbanyak dalam transaksi selama pameran.

Perbedaan harga dibarengi kelengkapan fitur

Selain soal jangkauan, Wuling juga menekankan perbedaan fitur sebagai faktor yang turut memengaruhi keputusan pembelian. Aira EV resmi meluncur dengan harga mulai Rp 155 juta, dan selisih harga antara Long Range serta Standard Range disebut sebesar Rp 20 juta.

Pada sisi fitur, Long Range menawarkan head unit layar sentuh berukuran 10,1 inci yang menjadi pusat pengaturan berbagai fungsi kendaraan. Di dalamnya, termasuk pengaturan sistem pendingin kabin.

Adapun pada varian Standard Range, pengaturan AC dan kecepatan kipas masih menggunakan panel fisik. Long Range juga dilengkapi tombol pengaturan AC pada lingkar kemudi, sedangkan fitur tersebut tidak tersedia pada varian Standard Range.

Respons pembeli di GIIAS

Wuling memosisikan Aira EV sebagai mobil listrik perkotaan dengan harga yang relatif terjangkau. Dalam konteks GIIAS 2026, selisih harga Rp 20 juta membuat konsumen bisa menyesuaikan pilihan dengan prioritas masing-masing, apakah lebih mengutamakan harga awal atau membutuhkan jarak tempuh lebih jauh.

Dari respons yang terlihat selama pameran, minat konsumen juga memperlihatkan bahwa kapasitas baterai dan kelengkapan fitur menjadi pertimbangan penting ketika membeli mobil listrik. Dengan rata-rata penjualan sekitar 200 unit per hari, Aira EV menjadi salah satu model yang cukup menyita perhatian selama GIIAS.

Angka tersebut menunjukkan bahwa penawaran varian Long Range memiliki daya tarik kuat bagi pengunjung yang hadir di ajang tersebut. Sementara itu, keberadaan varian Standard Range tetap menjadi opsi bagi pembeli yang fokus pada efisiensi biaya.

Dalam pengamatan selama pameran, gambaran penjualan rata-rata 200 unit per hari membantu menunjukkan bahwa Aira EV tidak hanya menarik perhatian di hari-hari awal, tetapi konsisten sepanjang rangkaian acara. Angka itu juga memperkuat sinyal bahwa penawaran varian Long Range menjadi daya tarik utama pengunjung.

Perbedaan spesifikasi baterai menjadi bagian paling mudah dibandingkan oleh calon pembeli. Standard Range dibekali baterai LFP 16,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 205 kilometer, sedangkan Long Range menggunakan baterai LFP 25,1 kWh dan diklaim sanggup menempuh hingga 301 kilometer per pengisian daya.

Dari sisi nilai tambah, Wuling menempatkan selisih harga Rp 20 juta sebagai pembeda yang beriringan dengan kelengkapan fitur. Long Range dipilih karena menawarkan head unit layar sentuh 10,1 inci sebagai pusat pengaturan, sekaligus pengaturan AC melalui tombol di lingkar kemudi, sementara Standard Range mengandalkan panel fisik untuk pengaturan AC dan kecepatan kipas.