jurnalistik.co.id – Wayne Rooney menilai masa depan pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, sebaiknya tetap dipertahankan setelah perjalanan mereka di Piala Dunia berakhir pahit. Namun, menurutnya, arah bisa berubah bila Pep Guardiola tersedia.
Rooney menyampaikan pandangannya terkait keputusan FA yang tetap memberi dukungan kepada Tuchel menyusul kekalahan 2-1 Inggris dari Argentina pada semifinal Piala Dunia hari Rabu. Tuchel sendiri telah berusaha meredam kritik, termasuk soal pergantian pemain, dan menegaskan niatnya untuk terus memimpin “Three Lions” menuju Euro 2028.
Meski memilih tetap bersama Tuchel, Rooney mengatakan FA juga perlu mempertimbangkan opsi terbesar bila kesempatan itu datang. Ia menyatakan pendapatnya secara langsung di The Wayne Rooney Show dengan menyinggung Guardiola sebagai pengecualian dari rencana awal.
“I don’t see anyone else out there at the minute, unless you go and get Pep Guardiola. If Pep Guardiola is available, then maybe you go and get him,” kata Rooney. Ia kemudian menambahkan alasan bahwa, menurutnya, manajer-manajer kelas atas biasanya belajar dari kesalahan dan membuat tim mereka semakin baik.
“I think he is a top-class manager and what the top managers do, they learn from the mistakes and they improve and get better.” Rooney juga menekankan logika yang sama ketika membahas kemungkinan perubahan pelatih setelah hasil tidak sesuai harapan.
“If we sack him, what managers are we going to bring in? And I don’t think there’s anyone out there who’s as good as Thomas Tuchel, unless Guardiola.” Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap satu poin yang dianggapnya krusial, yakni pengalaman Tuchel di panggung Piala Dunia.
“But the big thing for me is he’s not experienced at World Cups. We had the exact same with [Fabio] Capello. “The World Cup is different and you need to feel that environment and now he’s felt it.”
Rooney juga menilai keputusan FA memberi perpanjangan kontrak kepada Tuchel memiliki nuansa yang perlu dijelaskan. Tuchel menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun pada Februari, setelah ditunjuk Januari 2025 untuk misi 18 bulan meraih target Piala Dunia.
“I think the FA told us that Thomas Tuchel was coming in to win the World Cup and take us to the next level.” Ia lalu mengungkapkan kebingungannya atas timing kontrak, mengingat turnamen utama yang disebut sebagai fokus justru akan datang setelah penandatanganan.
Berita Terkait
“It’s a little bit strange if its priority was to win the World Cup, but then you get a two-year contract before you actually go to the World Cup. That’s a bit strange.”
Evaluasi terkait pemilihan skuad
Di sisi lain, Rooney menyinggung kritik yang lebih spesifik, yakni evaluasi atas susunan pemain yang dipilih Tuchel. Ia menyebut bahwa ada “kesalahan” dalam pemilihan skuad dan menilai pendekatan yang terlalu bergantung pada suasana nyaman dapat mengurangi daya saing.
Rooney menyoroti keluarnya nama-nama seperti Trent Alexander-Arnold, Cole Palmer, Phil Foden, Morgan Gibbs-White, dan Adam Wharton dari skuad 26 pemain Inggris untuk Piala Dunia. Sebagai gantinya, ia menyebut Jordan Henderson, Trevoh Chalobah, dan Ivan Toney masuk sebagai bagian dari opsi Tuchel.
“I think he’s made mistakes with the squad selection,” ujar Rooney. Ia kemudian mengembangkan gagasan bahwa ambisi menjadi juara membutuhkan keberanian untuk memancing diskusi dan perbedaan pendapat di dalam grup.
“You can’t expect to win a World Cup and have a squad that is just ‘happy and happy around the camp’.” Rooney juga menilai tim seharusnya punya ruang untuk percakapan yang jujur, bukan sekadar menuruti satu pandangan.
“You need debate, you need players to, you know, have conversations and not agree with you. “You need players with their own personalities, their own opinions, their own character to question the manager at times. “Top managers like that, they like that, then you can debate it. So, yes, I think looking back, he’ll have regrets.”
Meski memberi kritik pada beberapa aspek, Rooney tetap memandang Tuchel sebagai pelatih yang masih layak memegang kendali untuk periode berikutnya. Ia menegaskan, menurutnya, kualitas Tuchel tidak hilang hanya karena hasil di Piala Dunia.
“But I still think he’s as good as any manager out there to lead us into the next tournament, in my opinion.” Dengan kata lain, Rooney melihat pergantian hanya akan menjadi pertimbangan bila ada opsi luar biasa seperti Guardiola, sementara Tuchel dinilainya masih punya peluang membimbing Inggris pada tantangan berikutnya.












