jurnalistik.co.id – Pau Víctor menikmati lonjakan karier yang cepat setelah memutuskan meninggalkan Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu. Kini, penyerang muda Spanyol itu membela SC Braga dan tampil sebagai salah satu talenta paling menonjol di Liga Portugal.
Performa Víctor bersama Braga tergolong sangat impresif. Sepanjang musim 2025-2026, ia mencatat 17 gol serta enam assist dari total 56 penampilan di semua kompetisi.
Meski sudah meniti jalan baru di luar negeri, Víctor tetap menyimpan memori indah selama masa baktinya di Camp Nou. Ia menyoroti pengalaman yang membuatnya bertumbuh, terutama terkait arahan pelatih Hansi Flick dan peran sosok senior di tim.
Menurut Víctor, Flick memberi perhatian khusus agar pemain muda mendapatkan pendampingan yang tepat di lapangan. Ia kemudian menceritakan anekdot emosional soal nasihat yang ia terima saat masih berseragam Blaugrana.
“Flick memberi saya banyak nasihat, tetapi saya pikir hal terbaik yang dia lakukan adalah meminta Robert Lewandowski untuk sedikit berperan sebagai ayah saya,” ujar Victor dikutip dari Barca Universal. “Bisa dibilang, dalam pelatihan, dan Robert sangat memahami saya. Dia memberi saya banyak nasihat tentang apa pun.”
Di sisi lain, Víctor juga tidak ragu menempatkan Lewandowski sebagai mentor terbaik yang pernah ia temui. Baginya, pendekatan yang diberikan Lewandowski membuat pemahaman tentang permainan menjadi semakin tajam.
“Di area ini, menurut saya dia adalah pemain terbaik yang pernah bermain bersama saya,” lanjut Pau Victor. Pernyataan itu mencerminkan betapa besar pengaruh Lewandowski dalam proses pengembangan naluri Víctor, terutama saat menghadapi situasi di kotak penalti.
Víctor lantas membeberkan bentuk arahan yang ia serap dari Lewandowski selama berada di Barcelona. Ia menyebut pelajaran tentang cara membaca momen, menentukan peluang, hingga memperhatikan detail penting dalam alur serangan.
“Dia memberi saya banyak saran tentang cara menentukan peluang, cara memposisikan diri, cara memperhatikan umpan silang, dan hal-hal lainnya. Saya telah belajar banyak darinya dan saya sangat berterima kasih.”
Lewandowski, dalam pandangan Víctor, juga menunjukkan kapasitasnya di momen-momen besar bersama Barcelona. Ia menjadi motor saat tim menang 4-0 atas Borussia Dortmund pada laga leg pertama perempat final Liga Champions pada Rabu (9/4) atau Kamis dini hari WIB.
Pengakuan Víctor itu memperlihatkan bahwa kualitas Lewandowski tidak hanya terlihat dari statistik, tetapi juga dari kontribusi dalam mengarahkan pemain lain. Dalam konteks perkembangan pemain muda, pendampingan tersebut menjadi bagian penting dari proses belajar di lapangan.
Calon pengganti yang Víctor anggap ideal
Ketika menyinggung spekulasi mengenai siapa yang layak mengisi kekosongan lini serang Barcelona di masa depan, Víctor memberikan jawaban yang spesifik. Ia menyebut dua sosok yang ia kagumi.
Dalam penilaiannya, Harry Kane menjadi kandidat utama yang paling ideal. Víctor menilai Kane memiliki kualitas yang telah teruji selama bertahun-tahun di level tertinggi.
Dengan menyebut Kane sebagai pilihan utama, Víctor memperlihatkan pertimbangannya pada pengalaman dan konsistensi di kompetisi level atas. Ia menekankan bahwa kualitas yang dimiliki Kane menjadi faktor yang paling kuat dalam menentukan kelayakan sebagai pengganti.
Sementara itu, pembicaraan mengenai arah lini depan Barcelona juga berkaitan dengan cara klub mempertahankan karakter permainan setelah kepergian Lewandowski. Dalam cerita Víctor, proses belajar dari Lewandowski menjadi referensi penting, bahkan ketika ia membahas sosok penerus yang dinilainya tepat.
Di tengah kariernya yang terus menanjak bersama Braga, Víctor tetap membawa bekal dari masa di Barcelona. Bagi pemain muda, pengalaman berlatih bersama figur senior seperti Lewandowski dan arahan dari Hansi Flick menjadi fondasi untuk terus meningkatkan ketajaman sebagai penyerang.
Lonjakan karier Víctor tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui rangkaian proses yang ia jalani sejak hari-hari di Camp Nou. Kini, saat ia menorehkan 17 gol dan enam assist pada 56 penampilan di musim 2025-2026, ia sekaligus menunjukkan bahwa fondasi tersebut berbuah nyata di level profesional.
Meski berada jauh dari Barcelona, Víctor tetap menempatkan Lewandowski sebagai figur yang meninggalkan dampak mendalam. Ia juga menjadikan Harry Kane sebagai standar kandidat pengganti yang menurutnya paling ideal, karena kualitas yang telah terbukti di level tertinggi.












