Peristiwa

Kamis Malam (6/8/2026), Avanza Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek Km 1 Dekat Stasiun KCIC/Whoosh, Korsleting Diduga Picu Korsleting Listrik

×

Kamis Malam (6/8/2026), Avanza Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek Km 1 Dekat Stasiun KCIC/Whoosh, Korsleting Diduga Picu Korsleting Listrik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mobil Avanza Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek Malam Ini, Lalu Lintas Macet

jurnalistik.co.id – Pada Kamis malam (6/8/2026), sebuah Toyota Avanza mengalami kebakaran di Tol Jakarta–Cikampek (Japek) Km 1. Lokasinya berada dekat Stasiun Whoosh, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Peristiwa itu membuat kendaraan melambat dan antrean panjang terbentuk di sekitar titik kejadian. Kondisi lalu lintas yang padat ikut memengaruhi jalannya penanganan di lapangan.

Kapolsek Makasar, Kompol Sumardi, menyampaikan bahwa petugas yang menuju tempat kejadian perkara masih terhambat kemacetan. Karena itu, informasi rinci dari lokasi belum bisa segera disampaikan.

“Anggota dari Polsek Makasar yang cek TKP masih terjebak macet,” ujar Sumardi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui WhatsApp pada Kamis (6/8/2026).

Keterangan tersebut disampaikan ketika upaya pemeriksaan berlangsung, namun akses menuju lokasi tidak berjalan mulus. Sumardi menuturkan anggota masih berada dalam antrean sehingga detail kondisi di tempat kejadian belum terhimpun utuh.

Selain menyesuaikan akses menuju titik kejadian, petugas juga tetap melakukan langkah awal penanganan sesuai kondisi yang terlihat saat pengecekan. Pada saat yang sama, antrean kendaraan di tol membuat waktu respons tidak berjalan secepat biasanya.

Dari keterangan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting pada bagian kelistrikan kendaraan. Sumardi menyebut ada percikan api di area depan mobil yang kemudian menyambar komponen lain.

Dalam penuturannya, api sempat merambat hingga mengenai pompa bensin yang berada di bagian depan kendaraan. Karena itu, penanganan difokuskan untuk menghentikan peristiwa agar tidak melebar.

Korsleting kelistrikan disebut pemicu awal

Kompol Sumardi menjelaskan dugaan penyebabnya berawal dari gangguan pada sistem kelistrikan. Percikan api yang muncul di depan kendaraan disebut menjadi pemicu sebelum api menyambar pompa bensin.

“Untuk penyebabnya, korsleting kelistrikan . Ada percikan api di depan mobil dan langsung menyambar pompa bensin,” tutur Sumardi.

Temuan awal tersebut menjadi dasar dugaan bahwa korsleting kelistrikan memicu kebakaran. Petugas kemudian melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan detail kronologi dari lokasi kejadian.

Sejalan dengan itu, proses penanganan berfokus pada penghentian sumber panas dan pengendalian area terdampak. Dalam situasi arus lalu lintas yang macet, koordinasi penanganan perlu dilakukan bertahap.

Api dipadamkan, pendinginan diteruskan

Sumardi menyatakan kobaran api berhasil dipadamkan. Setelah api padam, petugas melanjutkan penanganan dengan pendinginan agar tidak ada sisa bara yang dapat memunculkan api kembali.

“Saat ini mulai dilakukan pendinginan, api sudah padam,” ujar Sumardi.

Pendinginan dilakukan untuk menurunkan suhu di sekitar bagian kendaraan yang terbakar, sehingga risiko penyalaan ulang dapat diminimalkan. Petugas berada di lokasi guna memastikan tahap ini berjalan hingga situasi benar-benar aman.

Menurut keterangan yang disampaikan, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka. Tidak adanya korban membuat penanganan lebih terarah pada pemadaman dan pemantauan kondisi kendaraan.

Meski api telah dipadamkan, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan bagian yang terdampak tidak menyisakan sumber panas. Fokus petugas juga diarahkan pada pemantauan lanjutan di sekitar kendaraan.

Walaupun api sudah berhasil dihentikan, penanganan di lokasi masih memerlukan waktu karena faktor keselamatan. Petugas tetap melakukan pemantauan dan melanjutkan proses pendinginan di area Km 1.

Meski sementara api sudah padam, pemeriksaan dan pendinginan membutuhkan waktu agar seluruh bagian yang terkena tidak kembali menyala. Dalam kondisi lalu lintas yang macet, proses tersebut dilakukan secara bertahap sesuai akses petugas.

Hingga laporan ini disampaikan, penanganan termasuk tahap pendinginan masih berlangsung. Kemacetan yang terjadi menjadi pertimbangan dalam upaya pengecekan dan pemulihan situasi di lokasi.