jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menyampaikan penekanan agar para wredatama berperan aktif membentuk generasi penerus yang berintegritas.
Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Gorontalo.
Acara berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wagub pada Sabtu (29/8/2026), di tengah suasana peringatan yang menjadi pengingat atas jejak pengabdian para anggota.
Dalam kesempatan tersebut, Idah menjelaskan bahwa wredatama merupakan kumpulan organisasi para pensiunan ASN.
Idah menilai pengabdian itu dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, mulai dari pemikiran serta nasihat, sampai keteladanan dalam kehidupan sosial.
Ia juga menegaskan pentingnya semangat pengabdian yang tidak terhenti hanya karena seseorang telah pensiun.
“Bapak dan Ibu sekalian mungkin telah menyelesaikan tugas kedinasan, tetapi semangat pengabdian tidak pernah mengenal kata pensiun,” ujar Idah.
Kalimat itu disampaikan sebagai penguat bahwa pengalaman yang terkumpul sepanjang masa kerja tetap relevan untuk membimbing arah kemajuan di masa berikutnya.
Wakil Gubernur kemudian menempatkan pengalaman para wredatama sebagai modal penting dalam mendekatkan nilai-nilai integritas kepada generasi penerus.
Idah menegaskan bahwa pengalaman panjang tersebut dapat menjadi jembatan pengetahuan, baik melalui keteladanan maupun pembinaan karakter.
Ia menekankan agar generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan memahami arti integritas, loyalitas, tanggung jawab, serta pengabdian kepada masyarakat.
Idah juga menyampaikan bahwa PWRI dipandang sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, keberadaan PWRI dinilai memberi masukan dan pemikiran yang berangkat dari pengalaman para anggotanya dalam menjalankan tugas dan kehidupan kedinasan.
Dengan demikian, keterlibatan PWRI diharapkan tetap menjadi kontribusi nyata bagi pembenahan dan penguatan tata kelola pemerintahan di daerah.
Berita Terkait
“Justru dengan pengalaman panjang yang dimiliki, para wredatama mempunyai peran penting untuk membantu generasi penerus memahami arti integritas, loyalitas, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan tentang posisi wredatama sebagai penuntun nilai, bukan sekadar penonton perubahan yang terjadi di sekitar mereka.
Idah mengaitkan peran itu dengan kebutuhan membangun karakter yang kuat sejak awal agar generasi penerus tidak kehilangan arah.
Selain memberikan arahan, Idah juga menekankan bahwa pengabdian wredatama dapat diteruskan melalui kegiatan sosial dan pendidikan karakter.
Ia menyebut kontribusi yang mungkin dilakukan, termasuk kegiatan yang mendukung pembinaan nilai, serta partisipasi untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dengan cara itu, harapan agar generasi penerus berintegritas dapat ditopang oleh ekosistem pembelajaran dari pengalaman nyata.
Memasuki usia ke-64, Idah menyampaikan harapannya agar PWRI Provinsi Gorontalo semakin solid, aktif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia berharap manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh anggota, tetapi juga memberi dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.
Dalam pandangan Idah, kekompakan organisasi dan kesinambungan peran menjadi faktor yang menentukan keberhasilan misi tersebut.
Ajakan untuk memperkuat hubungan juga disampaikan secara langsung oleh Idah dalam bentuk pesan persaudaraan dan komunikasi.
“Mari kita terus menjaga semangat persaudaraan, memperkuat komunikasi antara PWRI dengan pemerintah daerah, serta bersama-sama membangun Gorontalo yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ajaknya.
Ungkapan itu menggambarkan harapan agar kolaborasi berjalan lebih erat dan terarah demi capaian pembangunan yang lebih baik.
Upacara HUT ke-64 PWRI tersebut turut dihadiri Ketua beserta seluruh anggota PWRI Provinsi Gorontalo.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan kue dan foto bersama.
Penutupan itu menjadi simbol kebersamaan yang sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam melanjutkan semangat pengabdian.












