jurnalistik.co.id – Gerhana Bulan parsial yang sering dijuluki “Blood Moon” menghadirkan momen langit malam yang tidak biasa pada Kamis malam. Pada saat yang sama, Bulan purnama Agustus terlihat menerangi langit, yang juga dikenal sebagai “Sturgeon Moon”.
Menurut laporan BBC Weather, peristiwa ini menjadi terasa spesial karena Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar sehingga gerhana bulan terjadi di beberapa wilayah dunia. Di Inggris, rangkaian pengamatan mencapai puncaknya menjelang dini hari.
Di banyak tempat, Bulan menampakkan nuansa kemerahan selama fase gerhana parsial. Sejumlah pengamat yang tergabung sebagai BBC WeatherWatchers membagikan foto-foto yang menangkap perubahan cahaya itu dari lokasi mereka masing-masing.
Foto-foto dari berbagai titik pengamatan
Di Brixham, sebuah laporan menyebut “Brixham Bill” berhasil mengabadikan momen saat gerhana berlangsung. Di area White Cliffs, “Selsey Bill” sempat memperoleh pandangan setelah adanya celah di balik awan sehingga citra gerhana dapat terlihat.
Di Petersfield, Hampshire, Yen Milne menampilkan tampilan gerhana parsial yang terlihat jelas dari langit yang lebih terbuka. Sementara itu, Martin B di Kent mendapatkan pengamatan tanpa gangguan berarti berkat kondisi langit yang cerah.
Omesh juga melaporkan “Full Moon” terlihat bertengger di atas puncak pepohonan di Denham, Buckinghamshire. Frances B dari Guildford, Hampshire, turut membagikan foto Bulan yang tampak tenggelam, memberi kesan dramatis pada momen tersebut.
Mengapa Bulan terlihat merah saat gerhana parsial?
Dalam gerhana bulan parsial yang terjadi di Inggris, Bumi bergerak berada di antara Matahari dan Bulan. Akibatnya, Bulan bergeser sementara masuk ke bayangan Bumi, tetapi tidak sepenuhnya terputus dari sinar Matahari.
Hanya sebagian Bulan yang memasuki bagian bayangan paling gelap yang disebut umbra. Karena tidak seluruh permukaan Bulan benar-benar “dipotong” dari cahaya Matahari, warna yang muncul menjadi lebih bervariasi, termasuk kecenderungan kemerahan di wilayah tertentu.
Berita Terkait
Proses pembentukan warna itu berkaitan dengan cara cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi. Cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek, seperti bagian biru, lebih mudah tersebar, sedangkan cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang, yaitu merah, dapat lebih banyak mencapai Bulan.
Setelah mengenai Bulan, gelombang merah yang dominan tersebut kemudian dipantulkan kembali menuju Bumi. Pantulan inilah yang memberi tampilan Bulan yang tampak merah selama gerhana parsial berlangsung.
Asal nama “Sturgeon Moon” dan kaitannya dengan musim
Nama “Sturgeon Moon” melekat pada Bulan purnama Agustus, seperti halnya penamaan Bulan purnama lain sepanjang tahun. Dalam tradisi penamaan, Bulan diberi julukan berdasarkan peristiwa alam yang terjadi di sekitar waktu yang sama.
Secara historis, purnama Agustus disebut “Sturgeon” karena pada masa tersebut ikan sturgeon disebut melimpah di sungai-sungai di Amerika Utara. Dengan demikian, julukan ini bukan sekadar penanda waktu astronomis, melainkan juga refleksi dari kondisi alam di wilayah tertentu.
Purnama berikutnya jatuh pada 26 September dan dikenal sebagai “Harvest Moon” atau “Corn Moon”. Julukan itu merujuk pada periode ketika panen dilakukan, tetapi di Inggris, musim panas yang ekstrem membuat jadwal panen di banyak tempat berlangsung lebih cepat daripada biasanya.
Gerhana juga terlihat di luar Inggris
Fenomena gerhana bulan parsial ini tidak berhenti pada wilayah Inggris saja. Di Ankara, Turki, Fatih Kurt/Getty menampilkan dokumentasi yang menunjukkan bagaimana gerhana dapat terlihat dari lokasi yang berbeda.
Di Italia, Lorenzo Di Cola/Getty juga menyertakan foto gerhana yang terlihat saat Bulan tampak berada di atas benteng Rocca Calascio. Dari Calascio, Italia, pemandangan ini memperlihatkan kesan dramatis ketika gerhana berlangsung di atas lanskap bersejarah.
Untuk penantian berikutnya, gerhana bulan berikutnya yang dapat disaksikan di Inggris dijadwalkan terjadi pada Februari 2027. Peristiwa ini sendiri dihimpun dalam laporan oleh Matt Taylor, Lead Weather Presenter, yang menyoroti bagaimana bayangan Bumi mengubah tampilan Bulan purnama sepanjang malam.












