jurnalistik.co.id – Ratusan penumpang yang berangkat dari Birmingham Airport mengalami masalah besar terkait bagasi pada penerbangan outbound. Pihak bandara menyatakan kendala pada sistem penanganan bagasi masih berlangsung dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pelancong.
Dalam pembaruan pada pukul 05:40 BST di hari Sabtu, Birmingham Airport mengatakan persoalan tersebut belum selesai sepenuhnya. Mereka menyebut para insinyur telah berada di lokasi dan bekerja secepat mungkin untuk menangani gangguan pada rute keberangkatan.
Sejumlah penumpang melaporkan bagasi mereka tidak dimuat sama sekali ke pesawat. Salah satunya, Hayley Chapman dari Northfield, yang terbang bersama keluarganya menuju Turki pada Jumat, mengatakan tidak ada satu pun koper yang berhasil dimuat.
Chapman menyatakan pihaknya juga tidak memperoleh informasi tentang keberadaan bagasi. Menurutnya, situasi di bandara terasa kacau, dan ia menggambarkan kondisi itu sebagai “absolute chaos” setelah bandara menyebut adanya masalah yang memengaruhi penerbangan keluar.
Ia mengaku sempat melihat “build up” bagasi di bandara setelah gangguan terkait luggage belt. Meski demikian, ia mengatakan staf sebelumnya meyakinkan bahwa koper-koper tersebut tetap akan dimuat ke pesawat.
Namun, saat tiba di Dalaman, ia diberitahu oleh pilot bahwa tidak ada bagasi yang masuk ke pesawat. Chapman kemudian menyampaikan kekecewaannya terkait minimnya komunikasi, termasuk ia mengatakan, “We have heard nothing about compensation, no communication when our luggage is expected, we’ve heard nothing about who is liable for it. Is it the airport? Is it TUI? Is it our travel insurance? Who are we meant to go to? We’ve had nothing from anybody”.
Ia melanjutkan bahwa yang ia terima hanya respons terbatas, seraya berkata, “It’s just radio silence from the airport, apart from literally telling people ‘we’ve got an issue’”.
Hari pertama perjalanan Chapman dihabiskan untuk mencari perlengkapan kebutuhan di pusat perbelanjaan guna “for the next few days”. Ia menambahkan bahwa durasi gangguan masih tidak jelas bagi keluarga yang mengalami dampak, dengan menyebut, “we have no idea how long this is going to last”.
Chapman juga menekankan bahwa situasi ini memengaruhi banyak keluarga, dan ia menyatakan, “There are families all over the world at the moment with nothing and no idea of what’s going on,”. Ia lalu menilai penting agar Birmingham Airport “held accountable” dan memastikan masalah tersebut diselesaikan.
Penumpang lain turut memaparkan pengalaman serupa. Eve Sandle mengaku menerima pesan dari TUI yang menyebut ada kemungkinan sebagian bagasi tidak tiba, melalui teks yang berbunyi “some of your bags on TOM810 may not have arrived today,” serta panduan langkah lanjutan.
Meski demikian, Sandle menyatakan informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang ia lihat, karena ia mengatakan, “The text couldn’t be further from the truth,” dan menegaskan, “they knew no cases were on that plane.”
Berita Terkait
Ia menambahkan bahwa ia tidak melihat perwakilan TUI di lokasi untuk membantu proses ketika masalah sedang terjadi. Menurutnya, perwakilan hotel pun belum diberi tahu terkait gangguan, sehingga ia menggambarkan kondisi mereka, “We are in a foreign county with only the clothes we are standing in.”
Selain itu, ia menyebut liburannya juga tidak berjalan seperti rencana ketika ia membawa ibunya untuk seminggu, lalu berkata bahwa keadaan tersebut “not quite gone to plan”.
Simon Leyland juga menghadapi situasi tanpa bagasi saat terbang dari Birmingham. Ia mengatakan melakukan perjalanan pada Jumat menggunakan penerbangan Jet2, lalu bertemu rombongannya untuk berlayar, namun bagasi tidak turut sampai. Ia menceritakan, “We were sat there yesterday with no bags, no record of any bags and the cruise line saying ‘our coach is going to set off, and if you don’t get on it you won’t get on the ship’.”
Ia menilai, ada puluhan penumpang lain dalam posisi yang sama, karena ia menambahkan, “There are 30 other people on our cruise in a similar position.”
Di tengah ketidakpastian, Leyland menyatakan sempat melacak bagasinya ke Roma menggunakan AirTags. Salah satu kopernya dikabarkan sempat berada semalam di Liverpool’s John Lennon Airport, sementara koper lain pernah singgah di Manchester. Ia mengaku berharap keluarganya dapat bertemu kembali dengan koper-koper mereka di Corfu pekan depan, namun menyebut komunikasi terkait masalah itu “awful”.
Ia menyampaikan kritik tentang cara pemberitahuan yang seharusnya lebih jelas, seraya berkata, “Things can go wrong, no reasonable person thinks it should always be perfect, but there should be a point where it’s like, ‘we understand, it’s an issue and we’ll just over-communicate and we’ll tell you where they are’.”
Clive Stokes, dari Kidderminster, yang melakukan perjalanan ke Siprus, menyatakan keterlambatan di bandara baginya “understandable” mengingat adanya gangguan sistem. Akan tetapi, ia menilai bandara tidak cukup menjelaskan situasi kepada penumpang.
Ia mengaku menerima email pada Jumat malam, “two hours into our flight, saying there was a good chance our baggage wouldn’t be there”. Saat tiba, ia mengatakan hanya sekitar “about 20 cases” yang berhasil muncul melalui bagasi.
Stokes juga menyampaikan dampak finansial yang dialami pada hari itu, dengan menyebut ia menghabiskan antara “three and four hundred euros” menggunakan kartu kredit untuk membeli kebutuhan. Ia berharap penggantian biaya bisa dilakukan, tetapi ia menekankan bahwa kejadian ini terasa berat bagi penumpang yang punya rencana khusus, termasuk ada pihak yang akan menggelar pernikahan dan kehilangan gaun.
Dalam pernyataannya, Birmingham Airport menyatakan pihak perusahaan liburan Jet2 telah menghubungi penumpang yang terdampak. Juru bicara bandara juga menegaskan pihak terkait lain bekerja untuk mempertemukan penumpang dengan bagasi yang direpatriasi.
Juru bicara bandara menyatakan, “We are continuing to experience an issue with our baggage systems which is impacting some outbound luggage. Engineers are on site and working to resolve this issue as quickly as possible. Terminal colleagues are also working hard to ensure baggage in terminal is being processed as quickly as possible.” Mereka menambahkan, “We expect this to cause inconvenience for some passengers, and we sincerely apologise for this. Those due to travel today, should still arrive at the airport in line with Airline advice.”
Terkait TUI, bandara menyatakan telah dihubungi untuk memberikan komentar. Di sisi lain, ada juga informasi bahwa beberapa penerbangan dari Bristol Airport dialihkan melalui Birmingham setelah penerbangan sempat dihentikan karena adanya “runway defect”.












