Peristiwa

Pulau Orkney Menyambut Bayi Pertama dalam Lebih dari Tiga Dekade

×

Pulau Orkney Menyambut Bayi Pertama dalam Lebih dari Tiga Dekade

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Orkney island welcomes first baby in more than three decades

jurnalistik.co.id – North Ronaldsay, pulau paling utara di Orkney, menyambut kelahiran bayi pertamanya dalam lebih dari tiga dekade. Orang tua bayi tersebut, Jorge Suarez dan Alice Traill Ford, menyambut kelahiran Duncan Wilder Thorstein Traill Suarez Ford pekan lalu.

Kelahiran itu menjadi penanda bahwa untuk pertama kalinya ada bayi baru di lokasi terpencil tersebut setelah 1992. Warga merayakan momen bersejarah itu dengan meneguk dram wiski, sebagai bentuk selamat datang untuk anggota keluarga paling baru di pulau yang jauh dari keramaian.

Jorge dan Alice menghabiskan waktu di dua tempat—Costa Rica dan Orkney—sebelum akhirnya melakukan perjalanan sejauh lebih dari 5.000 mil demi kelahiran. Keduanya menyampaikan bahwa Duncan lahir di tempat yang mereka anggap istimewa dan terhubung erat dengan sejarah keluarga.

Salah satu hal yang membuat momen ini terasa bermakna adalah latar tempat kelahiran. North Ronaldsay selama ini dikenal sebagai wilayah yang dekat dengan identitas komunitas setempat, sekaligus memiliki tradisi dan cerita keluarga yang turun-temurun.

North Ronaldsay hanya bisa dijangkau dari Kirkwall di pulau utama Orkney. Perjalanan biasanya dilakukan melalui pesawat sekitar 20 menit, atau menggunakan feri yang memakan waktu sekitar dua jam 40 menit.

Pulau itu juga terkenal dengan domba yang memakan rumput laut. Sebagian besar kawanan domba tersebut dijaga agar tetap berada di area pesisir oleh tembok batu kering (drystone) sepanjang 13 mil yang mengelilingi pulau.

Bayi Duncan lahir di Holland House, rumah keluarga yang dibangun oleh leluhur Alice, yakni keluarga Traill. Keluarga tersebut membeli pulau ini pada tahun 1727, dan rumah itu terus diwariskan dari generasi ke generasi serta masih dimiliki oleh keluarga mereka.

Dalam cerita keluarga, kakek Alice—juga bernama Duncan—pernah menjadi mantan Laird North Ronaldsay. Pengalaman dan keberadaan tokoh tersebut menjadi sumber inspirasi bagi nama sang putra.

“I didn’t know I was going to name him after Duncan when we arrived but I was sitting on the sofa and right in front of me was a collage of his pictures with my grandmother, so he has been very present with us,” kata Alice. Ia melanjutkan, “He was an incredible man, very kind and really strong and I felt like there would be no better name than his to carry on and continue his legacy in the world.”

Selain memuat unsur sejarah keluarga, Alice juga menggambarkan alasan batinnya memilih North Ronaldsay sebagai tempat yang tepat untuk memulai hidup Duncan. Ia menuturkan bahwa pulau itu baginya seperti ruang yang selalu memberi energi.

“North Ronaldsay has always been a very special place for me and I felt alive and free here every summer when I came up as a little girl,” ujar Alice kepada BBC Scotland. Ia menambahkan bahwa perasaannya mendorong mereka berbicara dengan NHS untuk melihat kemungkinan kelahiran dapat dilakukan di sana, sesuai kebutuhan keluarga.

Menurut Alice, rumah keluarga mereka sarat dengan sejarah dan garis keturunan, sehingga berada di sekitar memori itu terasa seperti pengantar yang sangat khusus untuk kelahiran Duncan. Ia pun berharap anak-anaknya kelak mendapat kesempatan yang sama untuk mengenal pulau tersebut seperti yang ia rasakan saat tumbuh dewasa.

Tradisi bendera dan perayaan wiski

Ketika Laird berada di pulau, bendera akan dikibarkan di Holland House untuk memberi tahu warga. Saat Duncan lahir pada pukul 04:05 tanggal 15 September, Jorge dan Alice mengikuti tradisi itu untuk menyampaikan kabar kepada komunitas di pulau.

“Over the years we have found a lot of magical four-leaf clovers here and have kept them in a book,” kata Alice. Ia menjelaskan bahwa salah satu simbol keberuntungan yang mereka kumpulkan dijadikan bagian dari cara merayakan kelahiran.

Menurut Alice, mereka menempelkan daun semanggi empat di sebuah botol gelas, lalu merekatkan seekor Groatie Buckie pada tutupnya. Setelah itu, botol diisi wiski dan diberikan kepada setiap warga pulau.

“We raised the flag and everybody opened their whisky and shared a dram – a celebratory drink – together,” lanjutnya. Ia menggambarkan bagaimana perayaan dilakukan bersama, dengan suasana kebersamaan yang muncul dari tradisi yang sudah lama dipelihara.

Groatie Buckie disebut sebagai kerang kecil berwarna merah muda pucat dan putih yang ditemukan di pantai-pantai di Orkney. Dalam tradisi setempat, kerang tersebut dipercaya membawa keberuntungan bagi orang yang menyimpannya.

Rencana keluarga ke depan juga tetap terkait dengan kehidupan mereka di luar pulau. Mereka berencana kembali ke Costa Rica pada bulan November, tempat Jorge dan Alice menjalankan sebuah sekolah.

Meski kembali, Alice menegaskan keyakinannya bahwa anak-anaknya akan tetap merasakan kesempatan untuk datang ke North Ronaldsay tiap tahun. Ia mengatakan, “Duncan will absolutely be back every year,” dan menambahkan bahwa ia ingin memberikan “hadiah” yang pernah diberikan ibunya.

“One of the things I want to give my children is the gift my mother gave us, bringing us to this island every summer, letting us run wild, explore the island and feel the connection to the community,” ujar Alice. Baginya, hubungan dengan komunitas dan pengalaman menjelajah pulau adalah bagian yang tak ingin dilewatkan oleh generasi berikutnya.