Peristiwa

Kemarau Panjang, Brimob Polda Gorontalo Salurkan 10.000 Liter Air untuk Warga Labanu

×

Kemarau Panjang, Brimob Polda Gorontalo Salurkan 10.000 Liter Air untuk Warga Labanu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Saat Kemarau Membuat Sumur Mengering, Brimob Hadir Bawa 10 Ribu Liter Air untuk Warga Labanu

jurnalistik.co.id – Rabu (23/9/2026), kondisi kemarau panjang kembali dirasakan warga Kabupaten Gorontalo, terutama ketika persediaan air bersih mulai menipis. Di tengah keterbatasan tersebut, Satuan Brimob Polda Gorontalo melakukan penyaluran bantuan air untuk membantu kebutuhan harian masyarakat.

Penyaluran dilaksanakan di Desa Labanu, tepatnya di Dusun Limba, Kecamatan Tibawa. Kegiatan ini dipimpin Ipda Abdullah Ishak, S.H. dengan melibatkan 10 personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Gorontalo.

Dalam penyaluran, Brimob menggunakan kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) milik Satuan Brimob Polda Gorontalo. Air bersih didistribusikan secara langsung kepada warga yang membutuhkan, termasuk penampungan di masjid.

Waktu pendistribusian berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WITA. Selama rentang tersebut, bantuan air disalurkan ke 7 titik, baik ke rumah-rumah warga maupun ke tempat penampungan air di masjid.

Kegiatan ini memberi manfaat bagi sedikitnya 25 kepala keluarga. Bagi warga, kedatangan personel Brimob tidak sekadar membawa suplai air, melainkan juga menjadi dukungan nyata ketika sumber air semakin sulit diperoleh.

Penjelasan pemimpin kegiatan

Ipda Abdullah Ishak, S.H. menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari kepedulian Satuan Brimob Polda Gorontalo kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Ia menegaskan upaya tersebut ditujukan agar warga tetap dapat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah situasi yang menekan.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Satuan Brimob Polda Gorontalo kepada masyarakat. Di tengah kemarau panjang seperti saat ini, kami berupaya hadir membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga,” ujar Ipda Abdullah Ishak.

Menurutnya, kehadiran personel di lapangan dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kondisi yang tengah dihadapi warga. Bantuan yang diberikan diharapkan mampu meringankan beban warga selama masa kemarau.

Respon masyarakat Desa Labanu

Perwakilan masyarakat Desa Labanu, Ibu Nila, mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang disalurkan secara langsung. Ia menyatakan air bersih sangat dibutuhkan, terlebih pada saat kondisi kemarau sedang berlangsung.

“Kami sangat berterima kasih kepada Brimob Gorontalo atas bantuan air bersih ini. Air sangat kami butuhkan, apalagi kondisi sekarang sedang kemarau. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkap Ibu Nila.

Ucapan terima kasih itu mencerminkan bahwa dukungan yang diberikan memiliki dampak langsung dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Di saat warga menunggu pasokan air datang, setiap pendistribusian menjadi hal yang sangat berarti.

Komitmen Brimob hadir di tengah kesulitan

Dansat Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol Danu Waspodo, S.I.K. menegaskan bahwa jajaran Satuan Brimob akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Fokusnya tidak hanya pada situasi yang berkaitan dengan rasa aman, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi kesulitan.

“Brimob harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga ketika mereka menghadapi kesulitan. Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak kemarau. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga dan memberikan manfaat bagi kebutuhan sehari-hari,” ujar Kombes Pol Danu Waspodo, S.I.K.

Melalui kegiatan penyaluran air bersih ini, Brimob ingin menunjukkan bahwa tugas kepolisian juga dapat diwujudkan lewat kepedulian langsung. Bantuan yang disalurkan sebanyak 10.000 liter melalui 7 titik menjadi wujud nyata perhatian terhadap warga yang terdampak kemarau panjang.

Di tengah panas dan tantangan pemenuhan air, keberadaan personel di lapangan diharapkan memberi harapan bagi warga Labanu, khususnya selama masa sulit ketika sumber air mulai mengering.