jurnalistik.co.id – Dua titik kebakaran yang muncul hampir bersamaan di pulau Salamina, dekat Athena, menyebabkan dua orang dilaporkan tewas dan evakuasi sedang berlangsung terhadap ratusan warga.
Menurut laporan media Yunani, petugas pemadam bekerja dalam upaya agar api tidak menyatu menjadi satu area kebakaran besar di tengah kondisi cuaca yang menantang.
Otoritas setempat menyebutkan hampir 200 petugas pemadam dikerahkan untuk menekan kobaran di Salamina. Langkah itu dilakukan sekaligus untuk mengendalikan penyebaran yang dipicu angin.
Kebakaran pertama dilaporkan pada pukul 14:40 waktu setempat (12:40 GMT). Api kemudian menyebar dengan cepat karena hembusan angin yang kuat, sebagaimana disampaikan petugas di pulau tersebut.
Pada tahap awal, sekitar 90 orang sudah dievakuasi melalui jalur laut. Juru bicara penjaga pantai kepada penyiar ERT mengatakan prosedur evakuasi terus berlangsung mengikuti perkembangan di lapangan.
Untuk mendukung perpindahan warga, lima kapal patroli dikirim ke area terdampak. Sejumlah kapal milik pihak swasta juga disiapkan untuk membantu apabila kapasitas armada pemerintah perlu ditingkatkan.
Selain operasi evakuasi, upaya pemadaman ditopang oleh pengerahan armada darat dan udara. Sebanyak 50 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, sementara pesawat turut diterjunkan untuk membantu menekan api.
Pejabat pemerintah daerah menekankan fokus strategi pemadaman agar api tidak melewati medan tertentu dan berkembang menjadi satu kebakaran terintegrasi. Wakil Wali Kota Salamina, Thodoris Zannis, mengatakan tim berupaya mencegah kebakaran membakar area yang berada di sekitar gunung di pulau itu.
Berita Terkait
Ia menyebutkan bahwa jika kedua titik api dibiarkan berkembang tanpa kontrol, api berpotensi bergabung dan membentuk satu wilayah bencana kebakaran hutan yang lebih luas.
Salamina terletak di bagian barat Athena dan dihuni sekitar 37.000 penduduk. Banyak di antaranya adalah warga lanjut usia, sehingga kebutuhan perlindungan dan pemindahan menjadi perhatian utama saat situasi darurat berlangsung.
Kebakaran yang terjadi pada Minggu ini menambah daftar rangkaian insiden kebakaran hutan yang dihadapi petugas di berbagai wilayah Eropa akhir pekan ini. Sejumlah laporan mengaitkan meningkatnya aktivitas kebakaran dengan tingginya suhu.
Dalam kondisi seperti ini, proses pemadaman tidak hanya menargetkan titik nyala yang sudah terlihat, tetapi juga memperhitungkan pergerakan api akibat angin serta kemungkinan perubahan arah penyebaran. Karena itu, operasi di Salamina melibatkan penugasan personel dan armada secara simultan untuk mendukung pemadaman dan evakuasi.
Sementara itu, evakuasi melalui laut terus dilakukan untuk memindahkan warga dari area yang berisiko. Otoritas setempat tetap menunggu perkembangan, termasuk apakah upaya pemadaman mampu menjaga agar dua titik api tetap terpisah dan tidak berkembang menjadi satu kebakaran yang lebih besar.
Hingga laporan awal, petugas menilai situasi berkembang cepat karena angin yang membuat kobaran bergerak lebih luas dari titik awalnya. Karena itu, penanganan tidak berhenti pada pemadaman di area yang tampak menyala, tetapi juga mengantisipasi perubahan arah penyebaran.
Evakuasi juga berlangsung bertahap sejak fase awal kejadian. Di masa awal, sekitar sembilan puluh orang sudah dipindahkan melalui jalur laut, dan juru bicara penjaga pantai menyampaikan bahwa prosedur pemindahan terus mengikuti kondisi terkini di lapangan.
Untuk memperkuat kemampuan pemindahan, lima kapal patroli dialokasikan menuju wilayah terdampak, sementara sejumlah kapal milik pihak swasta disiapkan sebagai cadangan bila armada pemerintah perlu ditingkatkan. Upaya ini berjalan seiring dengan pengerahan armada darat dan udara untuk menekan laju api.
Di sisi strategi, pejabat daerah menyoroti pentingnya mencegah api melewati area tertentu agar tidak menyatu menjadi kebakaran yang lebih terintegrasi. Pernyataan Wakil Wali Kota Salamina, Thodoris Zannis, menekankan upaya perlindungan terhadap kawasan sekitar gunung di pulau tersebut, mengingat risiko penggabungan dua titik api bila dibiarkan tanpa kontrol.












