jurnalistik.co.id – Kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabumi Raka ke Posko Golo Conggo, Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026), memperlihatkan momen yang hangat di tengah suasana pengungsian. Saat ia tiba, ratusan pengungsi menyambut dengan perhatian yang langsung tertuju ke beberapa orang yang berada di barisan depan.
Dari kerumunan itu, perhatian Gibran beralih kepada seorang lansia bernama Adolfus Joni (65). Ia dikenal akrab disapa kakek Joni, dan di momen tersebut ekspresi dan kebutuhan mendadaknya menjadi fokus percakapan.
Gibran sempat menegaskan agar tidak ada yang menyentuh area matanya sebelum pertanyaan itu dijawab. “Jangan dipegang matanya, Pak! Mana kacamata saya?” kata Gibran dalam percakapan singkatnya sebelum beralih kepada petugas di belakangnya.
Setelah memastikan ketersediaan barang yang dimaksud, Gibran kemudian memberikan kacamata hitam miliknya kepada kakek Joni. Saat kacamata itu diserahkan, Joni tampak merespons dengan raut riang, seolah mendapatkan sesuatu yang sudah lama ia butuhkan dalam aktivitas sehari-hari.
Ketika Joni mulai memakainya, sorakan pengungsi lain terdengar mengiringi suasana yang lebih ringan di posko. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah kehilangan akibat bencana, perhatian kecil dari banyak pihak dapat terasa besar bagi para korban.
Kepada Kompas.com, Joni menjelaskan bahwa mata kirinya mengalami iritasi setelah terkena serpihan runtuhan bangunan saat gempa terjadi. Cerita itu menggambarkan bagaimana dampak gempa tidak berhenti pada kerusakan rumah, tetapi juga meninggalkan persoalan kesehatan yang terus dibawa para penyintas.
Meski demikian, Joni menyatakan perasaannya justru cenderung lega dan senang. Ia merasa terbantu dan menganggap pemberian itu sebagai kenangan dari wakil presiden yang pernah hadir langsung di tengah warga.
Berita Terkait
“Akan saya simpan karena kenangan dari Bapak Wapres,” ucap Joni. Bagi sang lansia, kacamata tersebut bukan sekadar alat bantu penglihatan, melainkan simbol perhatian yang datang ketika ia dan warga lain masih berjuang melewati masa penampungan.
Di Posko Golo Conggo, Joni kini berada bersama ribuan warga yang menjadi pengungsi di wilayah tersebut. Ia mengungsi sejak rumahnya ikut rusak akibat gempa M 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).
Gempa berkekuatan M 7,7 itu meninggalkan duka di Nusa Tenggara Timur. Sejak peristiwa tersebut, kehidupan sehari-hari banyak berubah: aktivitas yang biasanya dilakukan di rumah kini beralih ke tatanan posko, sementara pemulihan dilakukan bertahap bersama bantuan dari berbagai pihak.
Dalam kunjungan Wapres, interaksi dengan kakek Joni memperlihatkan sisi lain penanganan bencana yang sering kali tidak terlihat dari laporan kerusakan. Di posko, kebutuhan dasar dan kondisi kesehatan dapat muncul secara cepat, dan kehadiran pemimpin negara menjadi sarana untuk memastikan perhatian juga mengarah ke hal-hal yang bersifat personal.
Dengan latar suasana pengungsian yang masih berlangsung, kacamata yang diberikan Gibran menjadi satu di antara banyak bentuk dukungan yang dirasakan langsung oleh para warga. Bagi Joni, momen itu meninggalkan kesan yang kuat—bukan hanya karena pemberiannya, tetapi juga karena ia tahu, perhatian tersebut datang ketika ia sedang berada di titik yang paling membutuhkan.
Di posko tersebut, suasana pengungsian terlihat masih dipenuhi rutinitas yang harus diatur bersama. Ketika perhatian Wapres tertuju pada kebutuhan lansia di barisan depan, percakapan singkat itu seolah menegaskan bahwa respons terhadap bencana tidak hanya soal bangunan yang rusak, tetapi juga soal kenyamanan dan keamanan setiap orang yang sedang berupaya bertahan.
Joni mengaitkan keluhannya dengan momen gempa yang memicu serpihan runtuhan hingga mengenai matanya. Setelah kejadian itu, ia harus menyesuaikan aktivitas hariannya di tengah keterbatasan yang ada di penampungan. Karena itu, ia memandang pemberian kacamata hitam sebagai bantuan yang dirasakan langsung, sekaligus pengingat bahwa perhatian dapat datang pada saat yang paling mendesak.












