Peristiwa

Dit Samapta Polda Gorontalo Bersama Damkar Bone Bolango Padamkan Kebakaran Lahan di Tilangobula

×

Dit Samapta Polda Gorontalo Bersama Damkar Bone Bolango Padamkan Kebakaran Lahan di Tilangobula

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sinergitas Dit Samapta Polda Gorontalo dan Damkar Bone Bolango Berhasil Atasi Kebakaran Lahan di Tilangobula

jurnalistik.co.id – Direktorat Samapta Polda Gorontalo bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bone Bolango dan masyarakat setempat berhasil menangani kebakaran lahan di Desa Tilangobula, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (26/9/2026) dini hari.

Peristiwa bermula ketika api pertama kali terlihat pada pukul 19.34 WITA di area lahan yang berada di kaki gunung setempat.

Menurut informasi di lapangan, kebakaran melahap lahan yang ditumbuhi pepohonan, rumput liar, serta dedaunan kering sehingga penanganannya membutuhkan respon cepat dan koordinasi dari berbagai unsur.

Permintaan Bantuan dan Penguatan Personel

Dir Samapta Polda Gorontalo menyampaikan bahwa pihaknya menerima permintaan bantuan dari Damkar Kabupaten Bone Bolango pada pukul 01.14 WITA.

Bantuan tersebut diperlukan karena kondisi medan dan luas area yang terbakar menyulitkan proses pemadaman apabila hanya mengandalkan kekuatan awal di lokasi.

Menindaklanjuti permintaan itu, Dit Samapta Polda Gorontalo mengerahkan enam personel Unit Pammat, didukung satu unit kendaraan taktis Karhutla serta satu unit kendaraan taktis D-Max.

Langkah penguatan personel ini ditujukan agar proses pemadaman bisa berlangsung lebih terarah sekaligus menjaga keselamatan kerja selama penanganan.

Setelah tim berangkat, personel Dit Samapta tiba di lokasi pada pukul 02.01 WITA dan langsung melakukan koordinasi dengan petugas Damkar serta masyarakat yang berada di sekitar kejadian.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh unsur bekerja sebagai tim gabungan untuk mengeksekusi upaya pemadaman, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), hingga sterilisasi area.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan tiap langkah di lapangan berjalan sistematis dan tidak menimbulkan risiko susulan akibat titik api yang masih menyala.

Upaya Pemadaman hingga Tahap Pendinginan

KBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K. selaku Dir Samapta Polda Gorontalo menjelaskan bahwa tim tiba pada pukul 02.01 WITA dan langsung berkoordinasi dengan Damkar serta masyarakat lokal.

Beliau menegaskan bahwa tim gabungan melakukan pemadaman, pengamanan TKP, dan sterilisasi area secara langsung sebagai rangkaian penanganan kebakaran lahan.

Hasil dari kerja bersama tersebut kemudian menunjukkan perkembangan yang signifikan ketika pada pukul 04.10 WITA api berhasil dipadamkan.

Setelah api dinyatakan padam, petugas melanjutkan dengan tahap pendinginan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api dari bara yang masih tersisa di area kebakaran.

Pendekatan pendinginan ini dipandang penting karena bara yang tertinggal dapat memantik kembali api apabila kondisi lingkungan mendukung terjadinya penyalaan ulang.

Dengan begitu, penanganan tidak berhenti pada proses pemadaman saja, tetapi juga diarahkan untuk menutup peluang kejadian berulang dalam waktu yang relatif singkat.

Komitmen Sinergi dan Proses Penyelidikan Penyebab

Dir Samapta Polda Gorontalo juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.

Ia menilai sinergitas antarlembaga dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting untuk mempercepat penanganan kebakaran di lapangan.

“Alhamdulillah, berkat sinergitas Dit Samapta, Damkar Bone Bolango, dan masyarakat, api berhasil kita padamkan. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” ujar KBP Satrya.

Ia menambahkan bahwa hingga proses pemadaman selesai, penyebab kebakaran masih ditangani dalam tahap penyelidikan oleh pihak terkait.

Penanganan lanjutan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai faktor yang memicu terjadinya kebakaran di lokasi tersebut.

Melalui kegiatan ini, Dit Samapta Polda Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan instansi terkait dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, termasuk kebakaran lahan.

Selain penanganan di saat kejadian, perhatian juga diarahkan pada langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali terulang.

Masyarakat diimbau untuk berperan aktif mencegah kebakaran dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api, serta segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.