Peristiwa

BRI Peduli Resmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan Perempuan

×

BRI Peduli Resmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan Perempuan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: BRI Peduli Resmikan Posyandu Lily & Kebun Pangan Perempuan

jurnalistik.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli meresmikan Posyandu Lili yang telah direvitalisasi di Dusun Purworejo, Kalurahan Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21/10. Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian Program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sekaligus penguatan Kebun Pangan Perempuan.

Acara peresmian menghadirkan sejumlah pejabat dan pimpinan, di antaranya Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Veronica Tan, Corporate Secretary BRI Dhanny, Bupati Sleman Harda Kiswaya, serta Wakapolda DI Yogyakarta Brigjen Pol. Eddy Djunaedi.

Posyandu Lili direvitalisasi untuk dukung kesehatan ibu dan anak

Siti Hediati Soeharto mendorong agar Posyandu Lili dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi ruang layanan kesehatan berbasis masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan posyandu secara rutin oleh para ibu untuk memantau tumbuh kembang anak.

“Karena itu, saya menyambut baik program Desa Brilian 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Hargobinangun ini. Saya berharap Posyandu Lili semakin aktif melayani masyarakat dan dimanfaatkan secara rutin oleh para ibu untuk memantau tumbuh kembang anak. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ibu-ibu kader posyandu yang selama ini bekerja dengan penuh kepedulian. Ibu-ibu memiliki peran strategis dan menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, memantau tumbuh kembang balita, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan keluarga,” ujarnya, dikutip Minggu (1/11/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa keberhasilan program sosial tidak semata diukur dari proses pelaksanaan kegiatan, tetapi dari manfaat yang benar-benar terasa dan berkelanjutan bagi masyarakat. Ia menegaskan komitmen BRI melalui TJSL BRI Peduli yang menargetkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Sebagai salah satu institusi perbankan nasional, BRI tidak hanya berkomitmen memberikan layanan keuangan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL BRI Peduli. Melalui BRI Peduli, kami terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat berkelanjutan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan, sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional,” kata Dhanny.

Berdasarkan catatan program hingga Oktober 2026, Program Desa BRILiaN 1.000 HPK telah merevitalisasi dua posyandu, yakni Posyandu Matahari di Dusun Kaliurang Barat dan Posyandu Lily di Dusun Purworejo. Program ini juga menyertakan pelatihan bagi puluhan kader dari 13 posyandu.

Program tersebut menjangkau 21 ibu hamil dan 27 peserta kelas gizi melalui edukasi kesehatan kehamilan serta pemenuhan nutrisi. Selain itu, ada pemantauan pertumbuhan 141 balita sebagai upaya deteksi dini terhadap risiko gangguan pertumbuhan.

BRI Peduli juga memberikan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 23 ibu hamil dan 24 balita dengan kondisi gizi kurang. Dengan skema tersebut, posyandu diposisikan tidak hanya sebagai tempat layanan, tetapi juga sebagai titik penguatan pendampingan berbasis komunitas.

Pada sisi pemerintah daerah, Bupati Sleman Harda Kiswaya melihat Posyandu Lily sebagai fasilitas yang memperkuat layanan kesehatan dasar sekaligus memperluas akses edukasi keluarga. Ia menilai posyandu memiliki peran strategis karena bukan hanya untuk memantau pertumbuhan anak, melainkan juga untuk memperkaya pengetahuan orang tua.

“Peresmian Posyandu Lili menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat. Posyandu memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat pemantauan pertumbuhan anak, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi orang tua mengenai kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pola asuh, serta pencegahan masalah kesehatan lainnya,” ungkapnya.

Kebun Pangan Perempuan berbasis polibag untuk pasokan gizi dan pembelajaran

Dalam rangkaian yang sama, BRI juga meresmikan Kebun Pangan Perempuan berbasis polibag. Kebun tersebut menyediakan sayuran segar yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga serta menjadi salah satu penopang pemberian PMT berbahan pangan lokal.

Menurut penjelasan dalam kegiatan, kebun ini turut memberdayakan Kelompok Wanita Tani melalui pemanfaatan pekarangan. Warga dilibatkan dalam proses pengolahan serta pemasaran hasil panen, sehingga manfaatnya tidak hanya berhenti pada aspek produksi pangan.

Selain memberikan nilai ekonomi, Kebun Pangan Perempuan juga dirancang sebagai ruang pembelajaran komunitas mengenai pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan. Dengan model tersebut, pengetahuan dan praktik terkait ketahanan pangan diharapkan bisa terus dipraktikkan oleh kelompok di tingkat komunitas.

Peresmian Posyandu Lili dan Kebun Pangan Perempuan menjadi bentuk sinergi program sosial untuk memperkuat ekosistem kesehatan ibu dan anak. Melalui revitalisasi layanan posyandu, edukasi kader, pemantauan tumbuh kembang, serta dukungan pemenuhan gizi berbasis pangan lokal, inisiatif ini diarahkan agar dampaknya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang di Hargobinangun, Sleman.