Peristiwa

Gempa NTT M 7,7: 53 Tewas, 135 Luka-luka (Update BNPB)

×

Gempa NTT M 7,7: 53 Tewas, 135 Luka-luka (Update BNPB)

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Update Korban Gempa NTT: 53 Meninggal Dunia, 135 Luka-luka

jurnalistik.co.id – BNPB memperbarui data korban gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Dalam konferensi pers virtual pada Minggu (16/8/2026), Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan jumlah korban meninggal dan yang masih dalam perawatan.

Abdul Muhari menjelaskan pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia dilakukan berdasarkan data per Minggu sore. Ia menyampaikan bahwa informasi terbaru menunjukkan peningkatan angka korban yang meninggal.

“Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore hari ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia,” ucap Abdul dalam konferensi pers virtual tersebut. Ia juga menyampaikan doa untuk para korban serta simpati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Rincian korban meninggal dunia tersebar di beberapa kabupaten yang terdampak. Abdul menyebut, sebanyak 1 korban berada di Kabupaten Manggarai Barat, kemudian 20 jiwa di Manggarai Timur, dan 25 jiwa di Kabupaten Manggarai.

Selain itu, korban meninggal juga tercatat di wilayah lain yang terdampak. Abdul menyampaikan jumlahnya berturut-turut untuk Kabupaten Nagekeo sebanyak 1 jiwa, Kabupaten Sikka sebanyak 4 jiwa, serta Kabupaten Ende sebanyak 2 jiwa.

Korban luka-luka dan sebaran perawatan

Di saat yang sama, BNPB juga melaporkan jumlah korban luka yang saat ini sedang dirawat di fasilitas kesehatan terdekat. Abdul Muhari menyampaikan bahwa total korban luka yang tercatat berjumlah 135 jiwa.

Ia merinci status perawatan korban berdasarkan kabupaten. Untuk Kabupaten Sikka, tercatat 12 jiwa. Abdul juga menyampaikan perbedaan tingkat luka pada sejumlah wilayah, yang membantu menggambarkan kebutuhan penanganan medis yang sedang berlangsung.

Di Kabupaten Manggarai, jumlah korban luka yang tercatat terdiri dari 17 jiwa luka berat dan 20 jiwa luka ringan. Sementara itu, di Kabupaten Manggarai Timur, korban luka terdiri dari 21 jiwa luka berat dan 59 jiwa luka ringan.

Untuk Kabupaten Manggarai Barat, Abdul menyebut terdapat 6 jiwa luka berat. Rincian tersebut disampaikan sebagai gambaran kondisi penanganan di fasilitas kesehatan pada masa pemutakhiran data.

BNPB juga mencatat tidak ada orang yang dilaporkan hilang akibat bencana gempa tersebut. Abdul menegaskan bahwa dalam data BNPB di tujuh kabupaten terdampak, belum ada daftar pencarian orang.

“Saat ini di tujuh kabupaten terdampak, kita tidak memiliki daftar pencarian orang. Tetapi meskipun demikian, Basarnas tentu saja terus menyiagakan personel,” ungkapnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa meski belum ada laporan orang hilang, kesiapsiagaan tim pencarian dan pertolongan tetap dijalankan untuk mengantisipasi perkembangan di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Abdul Muhari menegaskan bahwa proses pemutakhiran dilakukan dengan mengacu pada pengumpulan data yang masuk hingga sore hari. Dengan mekanisme tersebut, BNPB kemudian menyampaikan gambaran terbaru kepada publik terkait perkembangan korban jiwa, termasuk adanya perubahan jumlah dibandingkan rilis sebelumnya.

Terkait sebaran korban meninggal, Abdul Muhari menjelaskan bahwa angka tersebut tidak hanya terkonsentrasi pada satu wilayah. Korban yang dilaporkan wafat tercatat berada di Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai, serta juga menyentuh Nagekeo, Sikka, dan Ende, sehingga kebutuhan koordinasi lintas daerah menjadi perhatian dalam penanganan lanjutan.

Untuk korban luka, BNPB melaporkan total 135 orang yang saat ini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. Abdul Muhari menyebut adanya perbedaan tingkat luka di beberapa kabupaten, sehingga penanganan medis dapat disesuaikan dengan kondisi korban, mulai dari luka berat hingga luka ringan yang tercatat di masing-masing wilayah terdampak.

Selain pemaparan angka meninggal dan luka, Abdul Muhari juga menyampaikan bahwa hingga pemutakhiran data tersebut, tidak ada orang yang dilaporkan hilang. Ia menyatakan personel Basarnas tetap siaga dan melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perkembangan di lapangan, meski daftar pencarian orang belum tersedia dalam data pada tujuh kabupaten terdampak.