Politik & Parlemen

Luky Alfirman Dilantik Jadi Wamenkeu, Tunjuk Tiga Fokus Utama

×

Luky Alfirman Dilantik Jadi Wamenkeu, Tunjuk Tiga Fokus Utama

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Pelantikan ini berlangsung di tengah kebutuhan penajaman arah kerja kementerian terkait pengelolaan anggaran negara.

Dalam sambutannya seusai dilantik, Luky menyampaikan bahwa dirinya tidak membawa program spesifik sejak awal. Ia menjelaskan, perannya adalah membantu Presiden dan Menteri Keuangan agar tugas pemerintahan dapat dijalankan dengan baik sesuai penugasan yang diterima.

“Saya juga ditanya ‘jadi program bapak apa?’ Saya bilang tidak ada, kami ini membantu presiden dan menkeu untuk memfasilitasi, bagaimana kita melaksanakan tugas kita. Saya tunggu penugasan pak menteri nanti,” ujar Luky saat memberi sambutan di Kementerian Keuangan Jakarta.

Meskipun menyebut tidak memiliki program tersendiri, Luky tetap memaparkan arah fokus kinerja yang akan dikerjakannya. Ia mengatakan pengarahannya tertuju pada tiga hal, dengan basis pada kebutuhan kerja kementerian dalam periode berjalan dan persiapan langkah ke depan.

Tiga fokus kerja Wamenkeu baru

Fokus pertama, menurut Luky, adalah bagaimana menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjelang akhir tahun. Ia menempatkan periode akhir tahun sebagai bagian penting untuk memastikan pelaksanaan anggaran dapat berjalan sesuai tugas dan penugasan yang sedang berlangsung.

Fokus kedua berkaitan dengan penyiapan rancangan APBN 2027. Luky menegaskan bahwa proses penyusunan rancangan tersebut tetap menyisakan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, sehingga dibutuhkan perhatian sejak tahap perencanaan.

Fokus ketiga adalah konsolidasi internal untuk reformasi di Kementerian Keuangan. Dalam penjelasannya, konsolidasi dipahami sebagai langkah penguatan di dalam institusi agar reformasi yang sedang berjalan dapat dijalankan secara lebih terarah.

Latar belakang karier Luky Alfirman

Luky merupakan pegawai Kementerian Keuangan yang telah meniti karier selama sekitar 31 tahun. Ia menyebut jabatan terakhirnya sebagai Direktur Jenderal Anggaran, sebelum perubahan status yang dialami pada masa berikutnya.

Pada April 2026, Luky dinonaktifkan oleh mantan Purbaya Yudhi Sadewa. Keputusan tersebut disertai tuduhan bahwa Luky memberi informasi yang kurang tepat terkait APBN, sebagaimana disebut dalam pemberitaan yang menjadi rujukan konteks pelantikan ini.

Poin latar belakang tersebut memberi gambaran bahwa posisi Wamenkeu kini ditempati oleh figur yang sebelumnya berada di jalur pengelolaan anggaran di tingkat direktorat jenderal. Meski demikian, Luky menekankan bahwa dirinya akan mengikuti penugasan dan perintah kerja yang ditetapkan oleh pimpinan.

Pendekatan kerja yang ditekankan

Dalam pandangannya, peran wakil menteri bukan semata menyusun agenda pribadi, melainkan mendukung Presiden dan Menteri Keuangan dalam memfasilitasi pelaksanaan tugas pemerintahan. Pernyataan ini menempatkan mekanisme penugasan sebagai rujukan utama dalam menentukan prioritas kerja.

Penegasan “menunggu penugasan” tidak lantas membuat arah kerja menjadi kabur. Luky justru tetap merinci fokus operasional yang akan ia garap: pelaksanaan APBN 2026 di penghujung tahun, persiapan rancangan APBN 2027, serta konsolidasi internal yang terkait reformasi di Kementerian Keuangan.

Dengan tiga fokus tersebut, kerangka arah kerja yang disampaikan terlihat menyambungkan kebutuhan jangka pendek dan persiapan jangka menengah. Fokus pada akhir tahun menjadi penanda bahwa pelaksanaan anggaran tahun berjalan tetap menjadi agenda prioritas, sementara rancangan APBN 2027 menegaskan kesiapan kementerian menghadapi tahap berikutnya.

Pada saat yang sama, penekanan konsolidasi internal untuk reformasi menunjukkan bahwa pembenahan di dalam institusi juga menjadi bagian dari perjalanan agenda kementerian. Dalam konteks itu, komunikasi Luky memperlihatkan bahwa transformasi tidak hanya dipandang dari sisi program, tetapi juga dari cara kerja organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

Pelantikan Luky Alfirman sebagai Wamenkeu pun kemudian disertai pesan yang berisi penyesuaian peran dan penetapan fokus. Ia menempatkan dirinya sebagai pendukung kerja pimpinan, sekaligus menggarisbawahi tiga area perhatian yang akan dikejar dalam masa jabatan barunya.