Daerah

Atasi Bau dan Emisi Gas Metana, Relawan Eco Enzyme Nusantara Semprot Ecco Enzyme di TPA Sumur Batu

×

Atasi Bau dan Emisi Gas Metana, Relawan Eco Enzyme Nusantara Semprot Ecco Enzyme di TPA Sumur Batu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tekan Bau dan Emisi Gas Metana, Relawan Eco Enzyme Nusantara Semprot Ecco Enzyme di TPA Sumur Batu

jurnalistik.co.id – Relawan Eco Enzyme Bekasi bersama sejumlah unsur pemerintah menggelar aksi penyemprotan cairan Eco Enzyme di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantar Gebang, Bekasi. Kegiatan tersebut berlangsung pada 9–15 Agustus 2026 sebagai upaya menekan dampak penumpukan sampah di lokasi.

Penanganan dilakukan melalui kerja kolaboratif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi. Fokus utama kegiatan ini adalah meredam bau tak sedap yang selama ini dikeluhkan warga sekitar TPA.

Selain persoalan bau, penyemprotan juga diarahkan untuk menekan emisi gas metana (CH4) yang muncul dari sampah. Dalam laporan kegiatan, volume sampah yang dibuang ke TPA Sumur Batu mencapai kurang lebih 1.500 ton per hari.

Aksi di lapangan dikoordinasikan oleh Emmy Yuli Satsiwiati selaku penggiat Eco Enzyme Bekasi. Sebanyak 30 relawan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan yang menargetkan penanganan di area tertentu TPA selama rentang waktu satu pekan.

Wali Kota Bekasi, Dr Tri Adhianto Tjahyono, memberikan dukungan yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih. Pelaksanaan operasional juga difasilitasi Damkar Kota Bekasi, dengan keterlibatan Sektor Vida & Mutiara Gading di bawah koordinasi Kepala Bidang Sarana Prasarana, Muhammad Reward Aprial, serta Ketua UPTD TPA Sumur Batu, Mochamad Syamsudin.

Percepat penguraian dengan penyemprotan

Penggunaan cairan organik Eco Enzyme dimaksudkan untuk membantu mempercepat proses penguraian secara alami. Dengan demikian, bau yang dihasilkan dari tumpukan sampah diharapkan dapat diminimalisir, sekaligus risiko pelepasan gas metana dapat ditekan.

Dalam pelaksanaan, dilakukan pencampuran antara Eco Enzyme dan air dengan perbandingan 1 liter Eco Enzyme untuk 5.000 liter air. Larutan tersebut kemudian dimasukkan ke water cannon milik mobil damkar agar penyemprotan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Mobil damkar dilaporkan mampu menjangkau tumpukan sampah dengan ketinggian sekitar 25 meter. Jangkauan ini disebut sulit dicapai dengan peralatan manual, sehingga metode damkar dinilai membantu distribusi cairan secara lebih menyeluruh pada area timbunan.

Dengan mekanisme tersebut, 5.000 liter larutan dapat dicampurkan ke dalam tangki besar dan disemprotkan secara merata dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 3–5 menit. Skema ini memungkinkan kegiatan berjalan lebih cepat selama masa penyemprotan di lokasi.

Hasil selama 9–15 Agustus di Zona 3 dan Zona 4

Selama periode 9–15 Agustus, sebanyak 80.000 liter larutan Eco Enzyme berhasil disemprotkan di Zona 3 dan Zona 4 TPA Sumur Batu. Penyemprotan dilakukan berulang sesuai kebutuhan penanganan di dua zona tersebut.

Efek yang dapat dirasakan segera setelah penyemprotan adalah berkurangnya bau sampah. Sejumlah kesaksian datang dari petugas damkar yang berada di titik penyemprotan serta warga (pemulung) yang bekerja di sekitar gunungan sampah.

Menurut testimoni petugas dan warga di lokasi, bau sampah menurun setelah penyemprotan dilakukan. Hal ini menjadi indikator awal bahwa langkah yang ditempuh memberi respons positif di area yang ditangani.

Selain mengandalkan pengamatan, kegiatan juga melibatkan pengukuran tingkat konsentrasi gas metana sebelum dan sesudah penyemprotan. Dengan pembandingan tersebut, relawan dan pihak terkait berupaya memastikan bahwa penanganan tidak hanya dirasakan melalui bau, tetapi juga dinilai melalui perubahan konsentrasi gas.

Relawan Eco Enzyme bersama petugas Damkar Bekasi melakukan pengukuran pada tahap awal sebelum penyemprotan dimulai, lalu kembali melakukan evaluasi setelah penyemprotan selesai dilakukan. Tahapan ini mendukung klaim penurunan konsentrasi gas metana sebagai dampak dari kegiatan yang dijalankan.

Rangkaian aksi selama 9–15 Agustus memperlihatkan pendekatan kolaboratif antara relawan dan perangkat daerah. Melalui kombinasi penyemprotan, dukungan pemangku kebijakan, serta pengukuran sebelum dan sesudah, kegiatan diarahkan untuk menghadirkan penanganan yang lebih terukur terhadap persoalan bau serta emisi yang terkait dengan sampah.

Pada akhirnya, kegiatan penyemprotan Eco Enzyme di TPA Sumur Batu menjadi bentuk upaya nyata untuk merespons keluhan warga di sekitar lokasi. Program berjalan dengan melibatkan relawan, Damkar, dan DLH sebagai mitra pelaksana, sementara Wali Kota Bekasi memberikan dukungan sehingga tahapan penanganan dapat terlaksana selama satu pekan di Zona 3 dan Zona 4.