Peristiwa

HUT Ke-81 RI, Pemprov DKI Bangun Pentas Rakyat dan Lomba 17 Agustus di Kota Tua

×

HUT Ke-81 RI, Pemprov DKI Bangun Pentas Rakyat dan Lomba 17 Agustus di Kota Tua

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: HUT Ke-81 RI, Pemprov DKI Siapkan Panggung Hiburan dan Lomba 17 Agustus di Kota Tua

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah rangkaian untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan terhadap rangkaian perayaan yang menjadi agenda pemerintah pusat.

Menurut Pramono, fokus utama peringatan HUT RI berada di tingkat pusat dan akan dilaksanakan di Istana. Ia menegaskan hal itu dalam pernyataannya, “Perayaan HUT RI itu domain utamanya kan di pemerintah pusat yang akan dilakukan di Istana. Pemerintah Jakarta tentunya memberikan support sepenuhnya kepada apa yang menjadi kegiatan yang ada di Istana.”

Ia menyampaikan dukungan tersebut ketika ditemui di Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (13/8/2026). Dengan arah tersebut, Pemprov DKI tetap menempatkan rangkaian di Istana sebagai rujukan utama penyelenggaraan.

Di saat yang sama, Pramono mengatakan Pemprov DKI juga menyiapkan kegiatan hiburan agar masyarakat di Jakarta bisa ikut merasakan suasana perayaan kemerdekaan.

Ia menyebut kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, sebagai salah satu lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan. “Ada beberapa panggung hiburan, terutama di Kota Tua yang akan dipersiapkan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat termasuk juga lomba-lomba yang isinya untuk riang gembira,” ujarnya.

Rangkaian di Kota Tua tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi warga agar dapat mengikuti perayaan dengan cara yang lebih meriah. Penyelenggaraan lomba dan pertunjukan ditempatkan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kegembiraan publik selama masa peringatan.

Pramono menjelaskan bahwa penyiapan kegiatan hiburan itu ditujukan untuk menyemarakkan suasana perayaan HUT RI di Jakarta. Ia juga menyinggung bahwa rangkaian peringatan tidak hanya berhenti pada hiburan, tetapi mencakup serangkaian agenda utama.

Dalam penjelasannya, Pramono menempatkan pesta rakyat, upacara bendera, hingga penurunan bendera sebagai bagian dari momen inti yang menyertai penyambutan hari kemerdekaan. “Jadi dalam menyambut hari kemerdekaan ini, hal yang utama panggung besarnya akan ada Pesta Rakyat, akan ada upacara bendera, akan ada penurunan bendera di Istana,” kata dia.

Ia menyebut pula keterlibatan musisi dan komunitas kesenian. “Ada banyak musisi dan komunitas kesenian yang akan menampilkan pertunjukan spektakuler,” lanjut Pramono.

Kehadiran musisi serta komunitas kesenian tersebut diharapkan ikut menghadirkan variasi pertunjukan, sekaligus memperkuat nuansa perayaan di berbagai titik kegiatan.

Secara keseluruhan, Pemprov DKI memosisikan dukungan terhadap agenda pemerintah pusat sebagai landasan utama, lalu memperluas suasana perayaan melalui penyelenggaraan hiburan dan lomba yang berlangsung di ruang-ruang publik, khususnya di Kota Tua.

Pramono menekankan bahwa kegiatan-kegiatan yang disiapkan di sejumlah titik Jakarta diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk ikut merayakan HUT RI dengan suasana yang meriah dan penuh kegembiraan.

Di sisi dukungan itu, Pemprov DKI juga mengatur agar komunikasi dan pelaksanaan rangkaian di tingkat daerah tetap selaras dengan penanda utama peringatan di Istana. Dengan begitu, masyarakat Jakarta memperoleh gambaran yang utuh tentang perayaan kemerdekaan, sekaligus mendapatkan kesempatan untuk ikut berpartisipasi lewat kegiatan yang bisa diikuti langsung.

Pramono menilai momentum kemerdekaan dapat dirasakan tidak hanya dari agenda resmi, melainkan juga dari aktivitas yang menghadirkan kegembiraan di ruang-ruang publik. Porsi hiburan dan lomba diposisikan sebagai bagian dari suasana perayaan, sehingga warga yang datang ke lokasi kegiatan dapat merasakan ritme peringatan dari hari ke hari, tanpa harus menunggu rangkaian inti di tempat pusat.

Lebih lanjut, ia menyebut adanya panggung-panggung pertunjukan di Kota Tua yang disiapkan untuk menghadirkan hiburan dan lomba yang sifatnya meriah serta ramah untuk suasana riang gembira. Kehadiran para musisi dan komunitas kesenian diharapkan mampu membuat format pertunjukan lebih beragam, sehingga pengalaman warga di berbagai titik kegiatan tidak seragam dan tetap terasa hidup selama periode peringatan.