jurnalistik.co.id – Warga Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dalam kurun waktu sekitar dua pekan mengalami kekacauan setelah monyet liar kerap masuk ke permukiman dan menyerang warga.
Akibat serangan tersebut, sebanyak 18 orang warga tercatat terluka. Petugas kemudian mengupayakan penanganan langsung untuk meminimalkan potensi serangan lanjutan.
Dalam perkembangan terakhir, satu ekor monyet yang dicurigai menyerang warga berhasil ditangkap setelah masuk ke dalam kandang jebak. Meskipun demikian, pemerintah tetap mengimbau warga agar tidak lengah karena dikhawatirkan masih ada monyet lain di area sekitar.
Pihak setempat juga menyoroti dugaan penyebab monyet liar mendekat ke permukiman. Salah satu faktor yang disebut berhubungan dengan kondisi habitat mereka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, menyatakan bahwa kondisi habitat atau hutan sebagai rumah monyet diduga telah rusak sehingga pakan alami hewan tersebut menjadi hilang. “Iya, salah satu faktornya diduga begitu,” ujar Junaidi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (7/8/2026).
Junaidi juga menekankan bahwa meski ada dugaan, pihaknya memandang perlu dilakukan analisa untuk mengetahui penyebab yang benar-benar pasti dari perilaku monyet tersebut. Upaya pemastian ini dianggap penting agar penanganan tidak hanya bersifat reaktif.
Untuk mencegah kejadian serupa, Junaidi meminta warga tidak memburu monyet yang berada di sekitar permukiman. Ia menjelaskan bahwa monyet bisa menyerang bila merasa terganggu atau terancam. “Jangan kita buru kalau tidak menggangu. Kalau diganggu dia akan menyerang balik,” katanya.
Berita Terkait
Pernyataan tersebut sejalan dengan upaya penanganan yang dilakukan oleh otoritas konservasi. Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin, mengatakan pihaknya saat ini melakukan observasi terhadap monyet yang sudah diamankan.
Menurut Ujang, observasi diperlukan untuk menilai apa yang mendorong monyet masuk ke permukiman dan melakukan serangan. Ia juga menyebut bahwa pihaknya akan menelusuri kemungkinan kondisi khusus pada monyet yang terlibat. “Kami observasi dulu apa yang menyebabkan monyet tersebut masuk ke permukiman dan menyerang warga. Apakah monyet ini memang punya kelainan atau seperti apa,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat.
Dengan adanya penangkapan satu ekor monyet melalui kandang jebak, perhatian kini beralih pada pemahaman penyebab serta langkah pencegahan agar masyarakat tidak kembali menjadi korban. Warga diingatkan untuk tetap waspada, sekaligus mengikuti arahan agar situasi tidak berubah menjadi lebih berbahaya.
Kasus di Inhil ini memperlihatkan bagaimana perubahan lingkungan dan berkurangnya pakan alami dapat memengaruhi perilaku satwa liar. Pemerintah berharap analisa yang dilakukan dapat menghasilkan penjelasan yang lebih akurat, sehingga penanganan terhadap monyet liar dapat dilakukan dengan tepat dan berkelanjutan.
Dalam dua pekan terakhir, warga menghadapi gangguan yang berulang sehingga situasi di permukiman sempat tidak terkendali. Sejumlah petugas kemudian berupaya merespons cepat di lokasi untuk mengurangi peluang serangan berikutnya dan menjaga agar warga tetap dapat beraktivitas dengan lebih aman.
Meski satu ekor monyet sudah berhasil diamankan lewat kandang jebak, imbauan kepada masyarakat tetap menjadi bagian penting dari penanganan. Pemerintah dan otoritas terkait berharap warga tidak menganggap masalah selesai hanya setelah penangkapan satu individu, mengingat kemungkinan masih ada monyet lain di area sekitar.
Dari sisi dugaan penyebab, persoalan habitat dan berkurangnya pakan alami menjadi salah satu penjelasan yang disebut. Namun pihak berwenang menegaskan, penilaian tidak berhenti pada dugaan, karena analisa diperlukan untuk memastikan faktor yang benar-benar mendorong monyet mendekat dan berperilaku menyerang.
Pihak konservasi juga menempatkan observasi sebagai langkah awal untuk memahami pola perilaku monyet yang terlibat. Warga diharapkan mengikuti arahan yang disampaikan, termasuk tidak memburu satwa tersebut, karena monyet dapat menyerang bila merasa terganggu atau terancam.








