Peristiwa

Setelah 18 Korban Luka Monyet Liar, Buaya Muara Meneror Warga Inhil Riau—Lalu Ditangkap

×

Setelah 18 Korban Luka Monyet Liar, Buaya Muara Meneror Warga Inhil Riau—Lalu Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sehari Usai Monyet Liar Ditangkap, Buaya Muara Muncul dan Teror Warga di Inhil Riau

jurnalistik.co.id – Teror satwa kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Sehari setelah seekor monyet liar ditangkap karena menyerang warga di Kota Tembilahan, buaya muara justru muncul di permukiman warga Desa Undan, Kecamatan Reteh, pada Jumat (7/8/2026) pagi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan kemunculan buaya itu bermula dari arah sungai yang kemudian menuju ke jalan perkampungan. Menurutnya, hewan tersebut sempat mengejar warga sebelum akhirnya menyerang.

“Buaya sempat mengejar dan menyerang warga, tetapi beruntung warga dapat menghindar. Tidak ada korban,” kata Junaidi kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp pada Jumat.

Warga kemudian mendatangi lokasi kemunculan buaya. Sejumlah orang akhirnya berhasil menangkap buaya berukuran cukup besar tersebut setelah terlihat masuk dan mendekati area permukiman.

Setelah penangkapan, buaya dibawa ke kantor DPKP Inhil. Junaidi menjelaskan proses evakuasi dilakukan bertahap melalui jalur air, menggunakan pompong, kemudian dilanjutkan menuju kantor dinas melalui rute tertentu.

Ia menyebut, buaya dievakuasi dari Desa Undan ke DPKP menuju Pulau Kijang menggunakan pompong. Dari Pulau Kijang, evakuasi dilanjutkan ke kantor DPKP Inhil dengan perjalanan melewati jalur yang ditempuh sekitar tiga jam.

Teror lanjutan setelah monyet ditangkap

Kasus ini muncul setelah rangkaian teror satwa yang lebih dulu menghantui warga Inhil. Sebelum buaya, monyet liar menjadi perhatian karena menyerang warga dan membuat kondisi lingkungan permukiman terasa tidak aman.

Dalam dua pekan, monyet berukuran besar yang diketahui memiliki ekor panjang dilaporkan membuat 18 orang mengalami luka. Kejadian itu terjadi di Kota Tembilahan, Kabupaten Inhil, sehingga membuat warga resah.

Pada Kamis (6/8/2026), monyet akhirnya ditangkap setelah masuk ke dalam kandang perangkap. Setelah penangkapan, monyet dibawa oleh petugas BBKSDA Riau ke Pekanbaru untuk diidentifikasi, termasuk untuk mengetahui apakah hewan tersebut benar merupakan pelaku dari serangan yang sebelumnya terjadi.

Jarak waktu satu hari antara penangkapan monyet dan kemunculan buaya membuat warga di wilayah Reteh kembali harus menghadapi situasi darurat. Jika monyet telah lebih dulu dievakuasi dan diproses petugas, kemunculan buaya memunculkan kekhawatiran baru terkait satwa liar yang mendekati area hunian.

Warga menghindar, petugas melakukan evakuasi

Dalam insiden buaya muara di Desa Undan, informasi yang diterima menyebut buaya sempat menyerang warga namun tidak menimbulkan korban karena warga dapat menghindar. Setelah itu, proses penanganan bergerak dari pengamanan lokasi menuju tahap penangkapan.

Warga yang berada di sekitar area kejadian dilaporkan datang ke lokasi untuk membantu. Buaya kemudian berhasil ditangkap, sebelum dibawa ke kantor DPKP Inhil untuk penanganan lebih lanjut.

Evakuasi menggunakan jalur air dan memakan waktu beberapa jam menunjukkan bahwa lokasi penemuan buaya berada pada wilayah yang terhubung dengan alur sungai menuju permukiman. Pola ini juga selaras dengan keterangan Junaidi yang menyebut buaya berasal dari sungai yang menuju ke jalan perkampungan.

Langkah evakuasi tersebut penting agar satwa tidak kembali masuk ke area hunian. Selain itu, keberhasilan warga menghindari serangan menjadi poin yang menentukan, karena pada laporan tersebut disebutkan tidak ada korban.

Meski tidak ada korban dalam kejadian buaya, rangkaian peristiwa di Inhil memperlihatkan bagaimana satwa liar dapat muncul dan menimbulkan gangguan di sekitar permukiman. Setelah monyet ditangkap dan diproses pihak terkait, warga kembali menghadapi situasi serupa ketika buaya muncul di Desa Undan.

Dengan penangkapan buaya dan pengangkutan ke kantor DPKP Inhil, penanganan insiden pada Jumat pagi tersebut diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat. Sementara itu, pemeriksaan terhadap monyet yang lebih dulu ditangkap tetap menjadi bagian dari rangkaian penelusuran atas serangan di Kota Tembilahan.

Perkembangan berikutnya akan ditentukan oleh proses penanganan petugas terhadap buaya muara yang telah dievakuasi, sekaligus hasil identifikasi monyet liar yang sebelumnya menyerang warga. Bagi warga Inhil, rangkaian kejadian ini menjadi pengingat bahwa perhatian dan kewaspadaan terhadap satwa liar perlu terus dijaga, terutama saat hewan-hewan tersebut bergerak mendekati kawasan hunian.