Peristiwa

Karhutla TN Way Kambas Meluas Hingga 673,4 Hektare, Api Menjalar ke Rawa Mbah Sapon

×

Karhutla TN Way Kambas Meluas Hingga 673,4 Hektare, Api Menjalar ke Rawa Mbah Sapon

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 673,4 Hektare TN Way Kambas Terbakar, Api Merembet ke Rawa Mbah Sapon

jurnalistik.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur terus meluas. Kondisi ini membuat proses penanganan di lapangan masih berlangsung pada Sabtu (22/8/2026).

Data terbaru kepolisian menyebutkan luas areal yang terbakar diperkirakan mencapai 673,4 hektare. Hingga kini, api belum sepenuhnya padam dan masih ditemukan titik-titik yang membara.

Luas Terbakar dan Titik Kebakaran yang Masih Aktif

Kebakaran dilaporkan masih terjadi di kawasan Jati 3, Resort Kuala Penet, SPTN Wilayah III Kuala Penet, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur. Di lokasi tersebut, petugas juga terus memantau kemungkinan perluasan.

Menurut laporan, api yang sebelumnya berada di titik Jati 3 masih merembet ke arah Rawa Mbah Sapon, atau sekitar Grid 7 S. Perkembangan ini menjadi dasar bagi tim untuk memperketat penanganan di area rawan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan bahwa personel gabungan masih berada di lokasi. Yuni menyebut upaya yang dilakukan diarahkan untuk memadamkan api sekaligus mencegahnya meluas.

“Api masih berlangsung dan belum dapat dipadamkan sepenuhnya. Personel gabungan masih melakukan penanganan di lokasi,” ujar Yuni.

Proses Pemadaman Masih Menghadapi Kendala

Yuni menjelaskan, proses pemadaman tidak berjalan mudah karena sejumlah kendala serius. Kobaran api yang besar dan kondisi lapangan yang sulit membuat upaya pemadaman perlu dilakukan secara bertahap dan intensif.

Selain itu, angin kencang turut mempercepat perembetan api. Dengan kondisi tersebut, api menjadi lebih mudah menyebar sehingga strategi penanganan harus menyesuaikan dinamika di lokasi kejadian.

“Karena itu, proses pemadaman masih dilakukan secara manual,” kata Yuni. Pernyataan itu menegaskan bahwa saat ini penggunaan metode padam yang tersedia masih terbatas, terutama untuk menjangkau titik yang masih menyala.

Yuni menambahkan kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi untuk memperkuat penanganan. Upaya ini mencakup persiapan peralatan yang dapat digunakan untuk menjangkau titik kebakaran dan menjaga agar api tidak semakin melebar.

“Kami terus melakukan koordinasi dan menyiapkan dukungan peralatan agar penanganan dapat dilakukan lebih maksimal, termasuk mengantisipasi agar api tidak semakin meluas,” ujarnya.

Jumlah Personel dan Peralatan yang Dipakai

Dalam penanganan di lapangan, sebanyak 29 personel gabungan diterjunkan. Rinciannya, 14 personel terdiri dari Polhut dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), 10 personel dari Polsek Braja Selebah, serta lima personel TNI dari Koramil Way Jepara.

Meski telah diterjunkan, pemadaman masih mengandalkan peralatan manual. Di antaranya adalah tangki semprot Alpa serta alat pemukul api dari kayu atau gepyok.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi tidak mudah dilakukan. Titik kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan, sementara api dilaporkan masih besar dan tinggi.

Di tengah upaya yang sedang berlangsung, petugas kini juga mempersiapkan mesin pompa air atau Alkon untuk mendukung penanganan berikutnya. Persiapan ini diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan kerja tim saat menangani titik yang belum tersentuh maksimal.

Sekilas Kondisi Satwa Liar di Area Kebakaran

Di tengah meluasnya karhutla, perhatian juga tertuju pada keberadaan satwa liar di kawasan TNWK. Dalam laporan disebutkan gajah liar belum dilaporkan terdampak.

Dengan kondisi api yang masih menyala dan berpotensi merembet, tim tetap fokus pada proses pemadaman serta langkah pencegahan agar perluasan tidak bertambah. Pemantauan di sekitar titik Jati 3 dan arah menuju Rawa Mbah Sapon menjadi bagian penting dari penanganan hingga kondisi benar-benar terkendali.