jurnalistik.co.id – Kebakaran melanda pabrik mebel penghasil kasur pegas milik PT Chaya Bintang Manise di Dusun Amarumatena, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat malam (21/8/2026). Dua bangunan dan fasilitas produksi di lokasi itu dilaporkan ludes terbakar.
Peristiwa mulai diketahui sekitar pukul 21.30 WIT. Api cepat merembet hingga menghanguskan area produksi, antara lain karena banyaknya material yang mudah terbakar serta kondisi angin yang bertiup kencang.
Saat kobaran muncul, petugas perusahaan sempat melakukan upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan. Warga setempat juga ikut membantu dengan cara seadanya, namun api semakin besar dan penanganan di lokasi menjadi sulit.
Menurut keterangan yang dihimpun, kebakaran baru berhasil dipadamkan sekitar tiga jam kemudian setelah enam unit mobil pemadam kebakaran milik pemerintah Kota Ambon dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman melibatkan kendaraan dan personel yang datang untuk mencegah api menjalar lebih luas.
Dalam insiden tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan. Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah bagi pihak perusahaan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon Alfredo Hehamahua mengatakan pihaknya mendapat laporan dan langsung mengirimkan armada. Ia menyatakan, “Kita mendapat laporan dan kita langsung segera mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kebakaran. Tak ada korban dalam insiden itu,” kata Alfredo kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).
Alfredo juga menjelaskan bahwa peristiwa itu diduga terkait aktivitas pembakaran di sekitar lokasi pabrik. Ia menyebut, “Jadi diduga ada yang membakar sesuatu di samping pabrik, kemudian apinya merembet ke bangunan perusahaan. Petugas perusahaan bersama warga sempat memadamkan api tapi api sudah membesar dan akhirnya mereka meminta bantuan dari Pemadam Kebakaran,” ungkapnya.
Berita Terkait
- “Saya Stres, Sudah Tidak Kuat Lagi”, Camat Lamba Leda Utara Buka Sorotan soal Bantuan Gempa Flores
- Karhutla TN Way Kambas Hanguskan 673 Hektar, Gajah Liar Dikabarkan Aman di Wilayah Utara
- Beras Kian Menipis, Terpal Tak Kunjung Ada: Korban Gempa Flores di Manggarai Bertahan 7 Hari di Posko Mandiri
Di sisi lain, Kepala Seksi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Ipda Janete Luhukay menyampaikan bahwa kebakaran pertama kali diketahui petugas keamanan pabrik bernama Roberto Putinella. Roberto mengetahui kejadian itu saat menjalankan patroli rutin di area sekitar pabrik.
Janete merinci bahwa Roberto mencium bau hangus yang kuat sebelum melakukan pengecekan. Ia mengutip keterangan peristiwa tersebut, “Saat patroli, saksi ini mencium bau hangus menyengat dan dia langsung mengecek ternyata bangunan foaming sudah terbakar,” katanya.
Roberto kemudian bergegas menuju bengkel perusahaan untuk memberi tahu rekannya. Janete menambahkan, “Keduanya langsung mencoba memadamkan api dengan alat pemadam milik perusahaan, namun kebakaran sudah telanjur membesar,” ungkapnya.
Terkait penyebab pastinya, polisi masih melakukan pendalaman. Proses penyelidikan diarahkan untuk memastikan apakah dugaan pembakaran di dekat pabrik benar menjadi pemicu, serta menelusuri rangkaian kejadian sejak kebakaran pertama kali muncul.
Kebakaran itu menjadi perhatian setelah diketahui pada malam hari, tepatnya sekitar pukul 21.30 WIT. Laporan awal kemudian memicu respons cepat dari pihak pabrik dan warga sekitar. Upaya padam yang sempat dilakukan ketika api pertama terlihat tidak berjalan efektif, karena kobaran terus membesar dan akhirnya membuat penanganan di lokasi semakin sulit.
Ketika api dinilai sudah melebar dan membutuhkan penanganan berskala lebih besar, bantuan pemadam kemudian dikerahkan. Enam unit mobil pemadam kebakaran milik pemerintah Kota Ambon diterjunkan ke lokasi, dengan personel yang datang untuk menahan agar tidak merambat lebih luas. Kebakaran baru bisa dinyatakan padam sekitar tiga jam setelah pemadaman mulai dilakukan, setelah proses di lokasi berlangsung intensif.
Sementara itu, keterangan dari berbagai pihak menunjukkan adanya dugaan pemicu yang bermula dari aktivitas pembakaran di sekitar pabrik. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon Alfredo Hehamahua menyebut bahwa apinya sempat merembet dari sesuatu yang dibakar di dekat area perusahaan. Di sisi kepolisian, Ipda Janete Luhukay juga menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui petugas keamanan pabrik melalui bau hangus kuat saat patroli, sebelum akhirnya dipastikan bangunan sudah terbakar. Polisi masih mendalami penyebab pastinya untuk memastikan rangkaian kejadian dan keterkaitan dugaan pembakaran di sekitar lokasi.












