Peristiwa

Kebakaran Hebat di Jalur Layang MRT Bangkok: Percikan Api Bercurah, Penumpang Dievakuasi

×

Kebakaran Hebat di Jalur Layang MRT Bangkok: Percikan Api Bercurah, Penumpang Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jalur Layang MRT Terbakar Hebat: 'Hujan' Percikan Api-Penumpang Panik

jurnalistik.co.id – Layanan sistem kereta bawah tanah MRT Bangkok terpaksa berhenti pada hari Minggu setelah kebakaran hebat melanda bagian jalur layang rel. Peristiwa itu membuat penumpang dievakuasi segera ketika hujan turun, sementara percikan api jatuh ke jalan di bawah jembatan.

Mengutip Independent, kobaran api mulai melahap jalur rel kereta listrik di Blue Line (Jalur Biru) dekat stasiun Tao Poon, di distrik Bang Sue, Bangkok. Api dilaporkan muncul pada pukul 12.20 waktu setempat.

Beberapa menit berselang, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Asap tebal dan api terlihat membubung, sehingga tim di lapangan langsung menyiapkan penanganan untuk membersihkan area stasiun dan jalur rel.

Untuk mengendalikan kondisi di dalam lingkungan stasiun, penyelamat menggunakan kipas ventilasi berukuran raksasa. Tujuannya untuk mendorong dan mengurai asap pekat yang memenuhi area bangunan serta sepanjang jalur rel.

Di tengah situasi tersebut, rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan dinding api berukuran besar di atas rel. Dalam rekaman itu, pilar asap yang tinggi juga tampak membumbung ke langit.

Penumpang dan warga yang berada di bawah jembatan terpaksa hanya bisa menyaksikan dari jarak aman. Mereka terlihat tegang saat api mengamuk dan petugas bekerja keras di lokasi.

Meski tampak dramatis, kobaran api akhirnya dapat dikendalikan relatif cepat. Pihak berwenang menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Sekalipun demikian, kepolisian setempat tetap mencatat adanya kerugian materiil ringan di area kejadian. Kerusakan itu muncul akibat efek jatuhan sisa kebakaran di bawah jalur kereta.

“Percikan dari api jatuh dari jembatan, menyebabkan kerusakan kecil pada sepeda motor yang diparkir di bawah jalur kereta api,” ungkap pihak kepolisian.

Wakil Kepala Investigasi di Tao Poon, Letnan Kolonel Polisi Kittiphan Thaentangcharoenchai, menyampaikan temuan awal dari hasil pengecekan. Menurutnya, fokus penyelidikan berangkat dari kondisi sistem kelistrikan di lokasi.

“Penyelidikan awal menemukan bahwa kabinet kontrol listrik mengalami panas berlebih, menyebabkan korsleting yang memicu kebakaran,” tutur Thaentangcharoenchai.

Setelah kejadian, operator Bangkok Expressway and Metro Plc (BEM) melakukan evakuasi menyeluruh dari gedung stasiun. Bersamaan dengan itu, mereka juga mengumumkan penangguhan sementara layanan MRT di “semua stasiun”.

Aliran listrik ke jalur yang terdampak kemudian diputus. Langkah ini terlebih dulu menimbulkan penundaan sekitar 60 menit di beberapa stasiun Blue Line, sekaligus mengganggu perjalanan ke arah Tha Phra.

Gangguan tersebut berjalan sebelum akhirnya seluruh layanan pada jalur yang terkait dihentikan total. BEM menyebut bahwa dampak operasional secara spesifik mengenai rute antara stasiun Tao Poon dan Bang O.

Pasca-kebakaran, kepolisian, pejabat BEM, serta petugas pemadam kebakaran terus melakukan inspeksi. Pemeriksaan diarahkan untuk menilai skala kerusakan dan menelusuri sistem pemutus daya guna memastikan penyebab pasti.

Gambaran jaringan MRT Bangkok

Sistem Mass Rapid Transit (MRT) Bangkok merupakan salah satu jaringan rel perkotaan utama di ibu kota Thailand. Jaringan ini melayani jutaan komuter di berbagai wilayah kota.

Blue Line menjadi salah satu rute andalan yang membentang melintasi pusat kota Bangkok. Jalur ini menghubungkan sejumlah area strategis, termasuk Tao Poon dan Bang Sue.

Dengan adanya insiden di bagian jalur layang Blue Line dekat Tao Poon, proses operasional MRT menunjukkan dampak beruntun sejak pemadaman listrik hingga penghentian layanan menyeluruh. Meski kebakaran berhasil ditangani dan tidak menimbulkan korban luka, investigasi tetap dilanjutkan untuk memastikan rangkaian penyebab hingga ke komponen yang teridentifikasi mengalami panas berlebih.

Hasil penyelidikan awal yang menyebut korsleting akibat kabinet kontrol listrik yang kepanasan menjadi dasar langkah lanjutan. Pemeriksaan lebih dalam di jalur dan sistem pemutus daya diharapkan memberikan kepastian menyeluruh atas skala kerusakan serta alasan insiden dapat terjadi pada jam operasional tersebut.