jurnalistik.co.id – Sejumlah warga dan tokoh publik berkumpul di Leysdown, Kent, pada Minggu (setempat) untuk menuntut pengembalian industri air ke kepemilikan publik. Aksi itu dipicu oleh seruan yang mengumpulkan 315,000 tanda tangan dalam petisi, dengan harapan layanan air dikelola demi kepentingan publik.
Di lokasi, aktor Danny Dyer hadir bersama putrinya, Dani Dyer, serta penyanyi Becky Hill. Dyer dikenal membintangi sinetron EastEnders dan tengah menjalankan taman karavan di Isle of Sheppey sebagai bagian dari program televisi terbarunya.
Dyer menyampaikan pandangannya kepada BBC dengan mengaitkan pengalaman sehari-hari saat melihat laut. Ia mengatakan, “Sometimes when you look out to the sea, you can smell the twang in the air.”
Ia kemudian menilai kondisi yang terjadi sebagai masalah serius yang berdampak langsung pada keselamatan. “It’s a very dangerous thing,” katanya dalam wawancara tersebut.
Hill juga menyatakan ketidaknyamanannya terhadap kondisi laut yang dinilainya tidak layak untuk aktivitas terbuka. Ia mengatakan menyukai berenang di perairan terbuka, namun merasa, “disgusting” ketika menemukan kotoran manusia di laut.
Menurut Hill, kampanye ini ia jalankan demi keluarganya dan keluarga-keluarga lain yang ingin memiliki kualitas lingkungan yang lebih bersih. Ia menambahkan, “We can stand up and make a difference,”.
Tuntutan: air sebagai layanan publik
Organiser aksi, Surfers Against Sewage (SOS Whitstable), menyebut publik sudah cukup menerima kondisi yang dianggap tidak memadai. Ed Acteson, co-founder dari penyelenggara protes, mengatakan, “The public has had enough of being asked to accept polluted waterways, failing infrastructure and rising bills.”
Dalam pandangannya, air harus diperlakukan sebagai layanan penting bagi masyarakat, bukan komoditas yang dioptimalkan untuk keuntungan. Ia menegaskan, “Water is an essential public service, not a vehicle for private profit.”
Acteson juga menyampaikan tuntutan agar pengelolaan industri dijalankan demi kepentingan orang dan lingkungan, dengan pendapatan diarahkan kembali ke sistem. “We want an industry run in the interests of people and the environment, with its income reinvested in the system rather than extracted from it.”
Reaksi dari pekerja industri dan komitmen perusahaan
Berita Terkait
Di sisi lain, Cliff Roney—aktivis GMB—yang telah bekerja di industri air selama lebih dari 40 tahun, menyebut kondisi saat ini berada pada titik yang semakin buruk. Ia mengatakan, “I have seen this industry at its very best and now at its very worst.”
Roney menilai bahwa jika industri tidak segera kembali ke kepemilikan publik, dampaknya akan makin luas. “If the industry is not brought back into public ownership quickly, we are heading towards a national catastrophe.”
Menjawab kritik tersebut, Water UK menyatakan pihaknya tengah bekerja untuk menghentikan tumpahan limbah. “That’s why we are tripling investment over the next five years to halve spills from storm overflows and upgrade the capacity of 1,700 wastewater treatment works,” kata juru bicara Water UK.
Perusahaan itu juga mengaitkan rencana tersebut dengan program investasi jangka panjang. “This is part of a record ÂŁ104bn investment programme – the largest in the industry’s history – to stop sewage entering our rivers and seas, secure our water supplies and support economic growth.”
Southern Water pun menyampaikan komitmennya untuk menurunkan limpasan saat badai. Pihak perusahaan, melalui Nick Mills selaku direktur lingkungan dan inovasi, menyebut rencana 10 tahun yang disebut Clean Rivers and Seas Plan sudah mulai menunjukkan hasil. Ia mengatakan rencana tersebut, “already starting to make a difference.”
Mills menuturkan bahwa di Whitstable, perusahaan menggabungkan pendekatan AI dan solusi berbasis alam. Ia juga menyebut adanya investasi sebesar ÂŁ90m untuk peningkatan Swalecliffe Wastewater Treatment Works.
Ia menambahkan, “Together, these measures will dramatically reduce storm overflows in the area.”
Status kualitas air di Leysdown
Untuk konteks kondisi di lokasi aksi, laman Bathing Water Quality milik Defra menyebut klasifikasi terbaru untuk Leysdown berada pada kategori good. Penilaian tersebut didasarkan pada sampel yang diambil pada periode 2022 hingga 2025.
Laman tersebut juga menyatakan tidak ada insiden pencemaran yang dilaporkan di area tersebut. “There have been no pollution incidents reported there, the website states.”
Dengan latar itu, para pendukung aksi tetap menilai persoalan kualitas air dan sistem pengelolaan sebagai masalah yang belum selesai. Aksi di Leysdown menjadi satu upaya lanjutan untuk mendorong perubahan model kepemilikan industri air, sembari menuntut pengelolaan yang dianggap lebih berpihak pada lingkungan dan masyarakat.












