jurnalistik.co.id – Dewan Folkestone memutuskan mengevakuasi warga yang tinggal di dekat Hotel Grand Burstin setelah inspeksi keselamatan menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi bangunan.
Keputusan itu muncul menyusul kebakaran yang merusak area hotel dan memicu penilaian bahwa intensitas api di bagian ruang bawah “melemahkan” struktur gedung.
Api dilaporkan mulai terjadi pada dini hari Sabtu di Grand Burstin, yang berlokasi di Marine Parade. Dalam proses penanganannya, sekitar 280 orang dievakuasi dari area yang terdampak.
Folkestone and Hythe District Council menyatakan bahwa 90 orang dipindahkan dari Pavilion Court di Marine Terrace. Pemindahan dilakukan setelah kekhawatiran disampaikan oleh petugas inspeksi keselamatan.
Sementara proses evaluasi berlanjut, pihak dewan mengatakan penduduk yang terdampak telah diberi akomodasi hotel di wilayah tersebut. Devan juga menyebut masih “bekerja” untuk menyiapkan tempat tinggal alternatif bagi seluruh warga yang terkena dampak saat Grand Burstin menjalani penilaian lanjutan dan pekerjaan yang diperlukan agar dinyatakan aman.
Di sisi lain, Kent Police menyatakan kebakaran sedang diperlakukan sebagai kejadian yang diduga mencurigakan. Kepolisian juga mengajukan permintaan kepada masyarakat yang memiliki informasi untuk menjadi saksi.
Dalam pernyataan resmi, Britannia Hotels Group selaku pengelola Grand Burstin menyatakan sepenuhnya bekerja sama dengan Kent Police dan memberikan dukungan untuk proses penyelidikan. Perusahaan juga menegaskan komunikasi dengan otoritas terkait tetap berjalan dan mereka akan menyediakan bantuan serta informasi yang dibutuhkan selama pemeriksaan berlangsung.
“Sementara itu, keselamatan dan kesejahteraan tamu serta anggota tim kami tetap menjadi prioritas,” demikian bunyi pernyataan yang disampaikan manajemen.
Operasi pemadaman dan pemantauan
Layanan pemadam kebakaran menyebut kebakaran diduga bermula di ruang bawah (basement) bangunan. Pada sekitar pukul 01:05 BST, sebanyak 26 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi.
Hingga Minggu pagi, satu unit mobil pemadam masih berada di tempat untuk memantau potensi titik panas (hotspots) setelah pemadaman awal.
Berita Terkait
Lawrence Pater selaku manajer stasiun pemadam menggambarkan kebakaran sebagai “sangat parah”. Menurutnya, situasi itu memunculkan kekhawatiran terkait integritas struktural bangunan, sehingga pihak pemadam berupaya memperoleh arahan dari para inspektor.
Adapun untuk warga yang menginap di hotel dan harus mengosongkan lokasi pada Sabtu, dewan membentuk pusat bantuan (welfare centre) di Three Hills Sports Park. Sejumlah fasilitas lokal lain juga turut membuka ruang bagi mereka, termasuk pub The Harbour Inn.
“Hari yang sangat sulit” bagi terdampak
Susan Priest, chief executive Folkestone & Hythe District Council, mengatakan dukungan dari berbagai organisasi—termasuk Three Hills, Morrisons, dan Salvation Army—dinilai luar biasa dan membantu memastikan tamu serta warga tetap terurus.
Ia menyebut bantuan itu meliputi penjaminan kebutuhan dasar seperti makanan serta minuman hangat. Priest juga menggambarkan hari tersebut sebagai “hari yang sangat sulit”, pertama bagi para tamu hotel, dan pada malam harinya bagi warga yang harus meninggalkan rumah.
Ross Honeycomb, 39, yang menginap bersama keluarganya, menceritakan ia dan keluarganya terbangun oleh alarm kebakaran sekitar pukul 01:00. Ia mengatakan sempat merasa seperti berada dalam mimpi, karena situasinya sangat mengerikan.
Honeycomb menuturkan bahwa ketika melihat ke luar, ia melihat kepulan asap dari area parkir bawah tanah. Setelah itu, ia mulai mendengar adanya ledakan-ledakan sebelum akhirnya situasi berkembang menjadi lebih serius.
Kisah serupa disampaikan Kevin Crawford, 91, bersama istrinya Kathleen, 82. Keduanya berencana tinggal selama dua pekan di hotel tersebut dan berasal dari London.
Mereka menyatakan berada di kamar lantai enam ketika mendengar alarm kebakaran. Crawford mengatakan mereka melihat api, namun pada saat itu mereka mengira pemadam kebakaran sudah dapat mengendalikan keadaan.
Ia menambahkan mereka bahkan sempat tetap tidur melalui peristiwa tersebut. Saat itu, menurutnya, mereka belum menyadari seberapa buruk tingkat kebakaran yang sebenarnya.
Dengan berbagai kesaksian dan penilaian keselamatan yang sedang dilakukan, langkah lanjutan tetap difokuskan pada proses asesmen bangunan dan penentuan tindakan perbaikan agar lokasi dinyatakan aman bagi penggunaan berikutnya.












