Peristiwa

Kelsey Parker Sambut Bayi Baru setelah Kehilangan Bayi Lahir Mati yang ‘devastating’

×

Kelsey Parker Sambut Bayi Baru setelah Kehilangan Bayi Lahir Mati yang ‘devastating’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kelsey Parker welcomes baby after 'devastating' stillbirth

jurnalistik.co.id – Musisi dan penulis asal Inggris, Kelsey Parker, menyambut kelahiran bayi pertamanya setelah tahun lalu mengumumkan kehilangan yang “devastating”. Kabar itu ia sampaikan melalui unggahan di Instagram pada hari Minggu, menyertakan foto lengan bayi yang baru lahir bersama papan bertuliskan nama “River”.

Dalam caption unggahannya, Kelsey menulis, “Welcome to the world, River. Our little bit of hope,” sebagai bentuk harapan baru di tengah perjalanan yang tidak mudah. Ia dikenal sebagai janda dari Tom Parker, vokalis grup The Wanted.

Kelsey dan Tom Parker memiliki dua anak bersama. Nama putri mereka adalah Aurelia Rose, sedangkan putra mereka bernama Bodhi. Tom Parker meninggal dunia pada 2022, pada usia 33 tahun, setelah didiagnosis dengan kanker otak stadium terminal.

Setelah kepergian Tom, Kelsey kemudian menjalin hubungan dengan Will Lindsay. Pada Juni lalu, ia mengabarkan kabar yang ia sebut “earth-shattering news” bahwa mereka telah kehilangan bayi mereka, yang diberi nama Phoenix.

Unggahan terbaru Kelsey pada hari Minggu memperlihatkan momen awal bersama bayi tersebut. Di foto yang ia unggah, terlihat lengan bayi beserta papan warna pink bertuliskan “River”, sementara caption yang menyertai unggahan menjadi cara Kelsey menyambut kehadiran anaknya dengan pesan yang bernada personal dan penuh emosi.

Ucapan selamat juga datang dari berbagai figur publik. Rochelle Humes, penyanyi dari The Saturdays, menulis, “Congratulations angel”. Susanna Reid menyampaikan pesan, “Oh my goodness – this is so wonderful – welcome River,” dan Holly Hagan-Blyth mengungkapkan kegembiraan dengan komentar, “I am SO happy for you xxxx”.

Di akun Instagramnya, Kelsey menuliskan kalimat yang menggambarkan sudut pandangnya tentang hidup dan kehilangan, yaitu “turning life’s hardest moments into hope”. Kalimat itu kini kembali terdengar selaras dengan unggahan tentang River, setelah ia pernah membagikan puisi menyentuh pada tahun lalu menyusul kelahiran bayi lahir mati.

Puisi yang ia tulis diberi judul “Born Sleeping, Forever Loved”, dan dibuka dengan baris, “the world grew quiet as you arrived, So loved, so longed for, yet not alive. Our precious boy, our angel light, Born with wings, took silent flight”. Melalui puisi tersebut, Kelsey memusatkan perhatian pada duka sekaligus cinta yang tetap ia simpan untuk Phoenix.

Sebelum kelahiran River, Kelsey juga telah membagikan pengumuman kehamilannya pada bulan Mei. Dalam postingan saat itu, ia menulis bahwa, “somehow, through all the heartbreak, it feels like Tom and Phoenix have sent us another little gift from heaven, our little rainbow baby”. Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana ia mengaitkan harapan baru dengan kenangan keluarga yang ia jalani bersama Tom Parker.

Selain unggahan-unggahan pribadi, Kelsey juga menuliskan pengalamannya dalam bentuk karya. Pada 2023, ia menerbitkan buku berjudul “With And Without You”, yang bercerita tentang tahun pertama setelah kematian Tom Parker.

Dalam unggahan setelah Tom Parker meninggal, Kelsey pernah menulis, “thank you to everyone who has supported in his care throughout, he fought until the very end. I’m forever proud of you”. Kini, setelah kabar kehilangan bayi Phoenix setahun lalu, ia kembali membagikan momen baru yang menegaskan bahwa perjalanan duka dan harapan dapat berjalan berdampingan.

Dalam unggahan pada hari Minggu itu, Kelsey menghadirkan River bukan sekadar sebagai kabar kelahiran, melainkan sebagai simbol yang ia tempatkan di tengah ingatan tentang duka. Melalui cara ia memilih kata-kata, harapan yang muncul terasa lahir dari pengalaman kehilangan yang sebelumnya juga ia bagikan.

Kisah yang sama tentang harapan yang tumbuh berdampingan dengan kehilangan tampak berlanjut pada berbagai karya dan pengumuman yang pernah ia tulis. Dari puisi “Born Sleeping, Forever Loved” hingga buku “With And Without You”, ia menggunakan ruang publik untuk merawat memori dan menyalurkan perasaan, sementara respons ucapan selamat dari sejumlah figur memperlihatkan dukungan yang datang saat ia membuka lembaran baru.