jurnalistik.co.id – Kebakaran lahan terjadi di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango. Peristiwa tersebut ditangani personel Dit Samapta Polda Gorontalo bersama tim gabungan dengan dukungan Damkar.
Pelaporan resmi Polda Gorontalo menyebutkan, kebakaran pertama kali terlihat sekitar pukul 13.05 WITA. Api kemudian berkembang dan menjadi perhatian karena lokasi berada dekat area permukiman warga.
Pada pukul 13.23 WITA, Petugas Damkar Kabupaten Bone Bolango meminta bantuan satu unit kendaraan Karhutla milik Dit Samapta Polda Gorontalo. Bantuan itu diminta untuk memperkuat upaya penanganan di lokasi kejadian.
Personel Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo tiba di tempat sekitar pukul 14.23 WITA. Setelah sampai, mereka segera melakukan koordinasi dengan petugas Damkar, personel Polres Bone Bolango, serta masyarakat setempat.
Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman sekaligus pengamanan di sekitar area kejadian. Fokus utama diarahkan pada kobaran api yang berada di sekitar permukiman warga.
Dalam proses penanganan, kondisi angin menjadi salah satu perhatian karena dikhawatirkan membawa bara api ke area lain. Karena itu, upaya pemadaman dilakukan secara berkelanjutan sambil menjaga area di sekitar permukiman.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 18.55 WITA. Titik api yang berada di sekitar permukiman berhasil dipadamkan, lalu dilanjutkan dengan tahap pendinginan.
Meskipun titik api di sekitar permukiman telah padam, masih ditemukan sejumlah titik api di kawasan puncak gunung. Wilayah tersebut sulit dijangkau, dipengaruhi oleh kondisi medan dan keterbatasan akses di lapangan.
Pada pukul 21.17 WITA, personel kembali melakukan pengecekan untuk memastikan titik api tersebut berada cukup jauh dari jangkauan tim gabungan. Pemeriksaan dilakukan agar penanganan tidak hanya berhenti pada pemadaman awal.
Berita Terkait
Untuk mencegah kemunculan titik api baru, personel Dit Samapta bersama tim gabungan tetap melakukan siaga di sekitar permukiman warga. Sikap siaga ini dilakukan terutama karena cuaca berangin yang dikhawatirkan dapat membawa bara api dari area sulit dijangkau.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Dit Samapta Polda Gorontalo mengerahkan 17 personel. Dukungan kendaraan yang digunakan meliputi satu unit kendaraan taktis Karhutla dan satu unit kendaraan D-Max.
Sementara itu, Polres Bone Bolango menurunkan lima personel bersama aparat Desa Tulabolo. Keterlibatan aparat setempat membantu koordinasi lapangan dan pengaturan kebutuhan penanganan di sekitar lokasi.
Kebakaran menghanguskan rumput liar dan dedaunan kering yang berada di lahan tersebut. Dari rangkaian informasi yang disampaikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Tim gabungan juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali mendekati permukiman warga.
Setelah pantauan awal terhadap titik api, petugas memadukan langkah pemadaman dengan pengaturan wilayah di sekitar Desa Tulabolo. Koordinasi dilakukan tidak hanya antara personel Dit Samapta Polda Gorontalo dan Damkar, tetapi juga melibatkan pihak Polres Bone Bolango serta aparat dan masyarakat setempat untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan terarah.
Dalam penanganan, aktivitas pemadaman tidak berhenti pada upaya memadamkan kobaran api. Tim juga menjalankan penataan area sekitar permukiman agar bara yang berpotensi terbawa angin tidak menyulut titik baru. Karena itu, pendekatan yang digunakan bersifat berkelanjutan, mengikuti kondisi lapangan yang terus berubah.
Penanganan selanjutnya mencakup tahap pendinginan setelah titik api di area sekitar permukiman dinyatakan padam. Pendinginan dilakukan untuk menekan kemungkinan bara tetap menyala di area yang sempat terbakar, sekaligus mendukung pemeriksaan ulang sebelum tim melakukan penilaian pada fase berikutnya di lokasi kejadian.
Meski pemadaman awal sudah dilakukan, pemeriksaan tetap berlanjut karena masih ditemukan titik api di kawasan puncak gunung. Wilayah tersebut disebut memiliki keterbatasan akses dan dipengaruhi kondisi medan sehingga tidak mudah dijangkau. Pada pemeriksaan sekitar pukul 21.17 WITA, personel memastikan titik api berada di luar jangkauan tim gabungan, lalu diteruskan dengan siaga agar pemantauan tidak berhenti pada fase pemadaman awal. Dalam rangkaian informasi resmi, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.












