Internasional

Komisioner Anak: Orang Tua Anak Sakit Parah Perlu Cuti Berbayar 12 Minggu

×

Komisioner Anak: Orang Tua Anak Sakit Parah Perlu Cuti Berbayar 12 Minggu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Parents of seriously ill children should get paid leave, says commissioner

jurnalistik.co.id – Komisioner Anak, Dame Rachel de Souza, menyerukan agar orang tua dari anak yang mengalami penyakit serius atau disabilitas diberi hak cuti berbayar dari pekerjaan. Ia menekankan perlunya perlindungan hukum agar keluarga tidak harus menanggung beban ganda ketika merawat anak di tengah kondisi yang melemahkan.

Dalam pernyataannya, Dame Rachel meminta pemerintah memperkenalkan hak cuti berbayar selama 12 minggu dengan besaran 90% dari penghasilan normal. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk mengurangi “imense pressure” dan hilangnya pendapatan yang kerap dialami keluarga ketika seorang anak jatuh dalam kondisi yang sangat menyulitkan.

Ia menyoroti bahwa prosesnya berjalan saat pemerintah masih berkonsultasi mengenai cara dukungan finansial bagi keluarga dan perawat yang bekerja tanpa upah. Rangkaian diskusi tersebut menjadi latar bagi usulan Dame Rachel terkait hak cuti berbayar bagi orang tua.

“Parents should not be forced to choose between being at their seriously ill child’s bedside and keeping their job.”

Menurut Dame Rachel, orang tua telah menyampaikan kepada kantornya mengenai pilihan-pilihan yang dinilai “impossible choices” ketika harus membagi waktu untuk merawat anak yang sakit serius dan/atau anak dengan disabilitas, sekaligus berusaha mempertahankan pekerjaan. Situasi tersebut, menurutnya, membuat banyak keluarga menghadapi tekanan yang tidak proporsional hanya karena mereka menjalankan peran pengasuhan yang paling mendesak.

Hak kembali bekerja setelah cuti panjang

Selain menyerukan cuti berbayar, Dame Rachel juga mendukung adanya “right to return to work” setelah menjalani periode cuti yang panjang. Ia menilai skema kembali bekerja itu dapat membantu keluarga yang memiliki kebutuhan kompleks atau fluktuatif agar tetap berada dalam pekerjaan, sambil tetap memberikan perawatan yang dibutuhkan anak.

Dengan demikian, fokus usulan tidak hanya berhenti pada lamanya waktu cuti, tetapi juga pada keberlanjutan pekerjaan orang tua setelah mereka menjalani perawatan intensif dalam jangka waktu yang diperpanjang. Dukungan semacam ini, menurut Dame Rachel, relevan untuk kondisi anak yang kebutuhannya bisa berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Usulan tambahan untuk perawat tanpa upah

Untuk perawat yang tidak dibayar, Dame Rachel juga mengajukan permintaan agar jatah “unpaid carer’s leave” dinaikkan dari lima menjadi 10 hari dalam setahun. Ia menambahkan bahwa selain peningkatan cuti, perlu pula diperkenalkan bentuk cuti perawat yang berbayar.

Ia memposisikan usulan ini sebagai bagian dari paket dukungan yang lebih menyeluruh bagi mereka yang mendampingi anak atau anggota keluarga dalam kondisi sakit serius, terutama ketika peran pengasuhan dilakukan tanpa kompensasi pekerjaan.

“It comes after campaigning by the parents of Hugh Menai-Davis, who died of cancer aged six in 2021.” Orang tua dari Hugh Menai-Davis, Frances dan Ceri Menai-Davis, disebut telah mengadvokasi perubahan dalam aturan ketenagakerjaan agar pemberi kerja berkewajiban menjamin tiga bulan gaji bagi orang tua yang anaknya menghadapi penyakit serius, baik fisik maupun mental.

Dalam konteks advokasi tersebut, Ceri Menai-Davis menyampaikan bahwa aturan yang ada belum memberi hak spesifik agar orang tua bisa secara legal berada di sisi anak di rumah sakit. Ia mengatakan, “There’s no specific right that allows the parents to legally be by the bedside of the child in hospital,” Ceri Menai-Davis said in June.

Ia menambahkan, “If you’re a parent with a child, there is nowhere else you are going to be other than their bedside.” Pernyataan itu menegaskan posisi pengasuhan sebagai kebutuhan utama saat anak menghadapi perawatan medis yang tidak dapat digantikan oleh pilihan lain.

Reaksi pemerintah dan batas waktu konsultasi

Konsultasi pemerintah terkait reformasi dukungan bagi keluarga dan perawat dijadwalkan akan ditutup pada hari Senin. Artinya, usulan perubahan hak cuti berbayar dan penyesuaian cuti perawat tanpa upah tengah menunggu respons formal dari proses konsultatif yang berlangsung.

Kate Dearden, menteri untuk masa depan dunia kerja, menyampaikan bahwa “Serious childhood illness is a heartbreaking situation for families. “I’ve been incredibly moved by the powerful stories we have heard, and we will move quickly to consider how we can strengthen support and employment rights for families facing serious childhood illness.” Ia menyatakan akan bergerak cepat untuk mempertimbangkan penguatan dukungan serta hak-hak ketenagakerjaan bagi keluarga yang menghadapi situasi serupa.

Dengan demikian, perdebatan kini berpusat pada bagaimana sistem kerja dapat menyesuaikan diri dengan kenyataan bahwa sebagian keluarga membutuhkan waktu cuti panjang untuk berada di sisi anak. Usulan Dame Rachel de Souza membawa ukuran yang spesifik—12 minggu cuti berbayar dengan 90% dari penghasilan normal—serta mekanisme kembali bekerja dan penyesuaian jatah perawat tanpa upah, seiring pemerintah menyelesaikan tahapan konsultasinya.