jurnalistik.co.id – Karnaval mobil hias untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung meriah di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Senin (17/8/2026). Berdasarkan pemantauan di lokasi, pawai berlangsung dengan iring-iringan yang teratur.
Di sepanjang lintasan, terdapat 32 mobil dari masing-masing kementerian dan lembaga yang melintas secara berurutan. Keramaian tampak saat rombongan memasuki area Bundaran HI dan disambut warga yang sudah bersiap sejak lebih awal.
Salah satu rangkaian mobil yang menarik perhatian berada di urutan tiga, yakni mobil dari Badan Gizi Nasional (BGN). Saat mobil itu melintas, warga yang hadir langsung bersorak menyambut program yang dibawa pawai.
“MBG, MBG,” teriak warga penuh semangat. Seruan itu terdengar ketika mobil berwarna putih yang membawa tema Makan Bergizi Gratis (MBG) bergerak melewati kerumunan.
Mobil tersebut dihias dengan berbagai elemen yang merujuk pada program MBG. Di bagian kap mobil dipasang banner yang menampilkan sebuah ompreng lengkap dengan menu sayur, tempe tahu, nasi, ayam, serta buah.
Selain desain menu, mobil juga menampilkan karakter anak-anak sekolah, yang menjadi target dari program MBG. Di bagian atas mobil, terdapat tokoh yang mengenakan topi koki, sebagai penanda mereka bekerja sebagai karyawan dapur MBG.
Dalam pawai tersebut, rangkaian kegiatan tidak hanya menampilkan dekorasi, tetapi juga melibatkan interaksi langsung. Saat mobil melintas, peserta dari rombongan membagikan ompreng besi kepada anak-anak yang datang menyaksikan pawai.
Ompreng berwarna silver itu menjadi salah satu benda yang paling dinantikan warga. Pembagian dilakukan khusus kepada anak-anak, sehingga suasana di sekitar mobil semakin ramai ketika kerumunan berebut secara tertib.
“Kasih ke anak-anak, untuk anak-anak,” kata seseorang di atas mobil. Kalimat itu diikuti reaksi spontan dari warga yang berdiri di pinggir jalan.
Ratna (43) datang memboyong kedua anaknya untuk menyaksikan jalannya karnaval. Ia mengaku senang ketika berhasil mendapatkan satu buah ompreng dari rombongan yang melintas.
Berita Terkait
“Senang banget dapat ompreng yang bentuknya MBG banget. Jadi bisa dipakai buat anak kalau makan di rumah jadi terasa MBGnya sampai rumah,” kata Ratna. Menurutnya, manfaat ompreng tersebut tidak berhenti pada momen pawai, karena bisa dipakai saat anak makan di rumah.
Ratna juga menyampaikan bahwa kedatangannya memang terfokus pada perayaan HUT ke-81 RI yang dipusatkan di Jakarta. Ia mengaku sengaja datang dari Tangerang untuk melihat langsung jalannya acara.
“Saya nunggu banget dari jam 13 datang. Nah tahu mobil bakal lewat Bundaran HI jadi nunggunya di HI aja dibanding di Monas,” ucap Ratna. Pernyataannya menunjukkan ia memilih lokasi pengamatan agar peluang mendapatkan bagian dari pawai semakin besar.
Di saat yang sama, karnaval ini menampilkan keberagaman rombongan yang ikut serta dalam rangkaian acara. Selain BGN, pawai juga diikuti mobil dari beberapa kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Sosial.
Rangkaian mobil juga melibatkan unit dari Sekretariat Kabinet. Pada salah satu mobil yang berhias sesuai tema acara, terlihat keberadaan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya di atas kendaraan.
Secara keseluruhan, suasana pawai di Bundaran HI memperlihatkan kombinasi antara ornamen karnaval dan pesan program. Keramaian warga, dekorasi mobil, hingga pembagian ompreng menjadi rangkaian yang saling melengkapi selama mobil-mobil melintas satu per satu.
Bagi anak-anak yang menyaksikan dari dekat, pawai tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga kesempatan untuk menerima perlengkapan yang ditujukan bagi mereka. Sementara bagi orang tua, momen ini menghadirkan pengalaman langsung dari program MBG yang dibawa dalam bentuk yang lebih dekat dan visual.
Dengan iring-iringan 32 mobil dari berbagai kementerian dan lembaga, karnaval berjalan sebagai salah satu cara merayakan HUT ke-81 RI sekaligus mengangkat pesan program makan bergizi. Kerja sama antarinstitusi yang tampak dari variasi mobil menjadi penanda bahwa perayaan berlangsung dengan skala dan persiapan yang matang.
Puncak kemeriahan terasa ketika mobil bertema MBG dari BGN mendekat, memicu sorak warga dan perhatian anak-anak di sepanjang kerumunan. Pembagian ompreng besi berwarna silver berlangsung cepat, namun tetap menyisakan kesan hangat bagi keluarga yang menunggu di lokasi.
Ratna menutup pengalamannya dengan harapan agar ompreng yang diterimanya bisa kembali dipakai di rumah. Baginya, ketersediaan perlengkapan tersebut membuat program MBG terasa sampai ke aktivitas makan anak sehari-hari, bahkan setelah karnaval berlalu.












