Peristiwa

Perjuangan Alin dan Ilham Berebut Tiket Undangan HUT RI ke-81 di Istana, Antusias pada Prabowo

×

Perjuangan Alin dan Ilham Berebut Tiket Undangan HUT RI ke-81 di Istana, Antusias pada Prabowo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cerita "War Ticket" 17-an di Istana, Warga: Excited Banget, Bangga Banget Sama Pak Prabowo

jurnalistik.co.id – Suasana menjelang peringatan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-81 di Istana Kepresidenan, Jakarta, diwarnai antrean panjang warga. Sejumlah di antaranya bahkan harus “war” atau berebut agar memperoleh tiket undangan untuk menghadiri upacara yang akan dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara.

Sejak masa pendaftaran, akses undangan menjadi sorotan karena kuota terbatas. Cerita kegigihan warga pun bermunculan, mulai dari strategi menyiapkan diri hingga upaya bertahan ketika gagal di percobaan awal.

Salah satunya Alin, warga asal Serang, Banten. Ia mengaku baru berhasil mendapatkan undangan pada hari kedua setelah lebih dulu gagal memanfaatkan waktu percobaan pertama.

“Jujur susah banget. Ini benar-benar perjuangan banget. Aku tuh sebenernya sudah nge-alarm ya, cuma ketiduran, dan pas hari kedua begitu aku bangun, aku langsung nge-war dan ternyata dapat,” ujar Alin dalam keterangan Sekretariat Presiden, dikutip Minggu (16/8/2026).

Bagi Alin, proses mendapatkan undangan bukan sekadar urusan teknis. Ia menyebut momen tersebut terasa berat karena menuntut ketepatan waktu dan kesiapan sejak awal.

Di balik perjuangannya, Alin mengatakan ia sudah menyiapkan pakaian yang akan dikenakan saat menghadiri peringatan 17 Agustus. Ia juga menyatakan antusias karena upacara akan dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Pastinya kagum banget ya dan pasti kayak aku sudah ngefans banget, pengen banget foto sebenernya ya, dan aku bakal ngerasa wow, excited . Iya, excited banget. Dan bangga banget sih ya sama Pak Prabowo,” ungkapnya.

Ia menggambarkan rasa kagum dan kebanggaannya sebagai dorongan yang membuatnya terus berusaha. Ketika kesempatan terbuka lagi pada hari kedua, ia langsung bergerak dan berharap bisa masuk ke daftar penerima undangan.

Kisah serupa datang dari Ilham, pengemudi ojek online yang berdomisili di Cipondoh. Ilham berasal dari Lampung dan mengaku menempuh proses yang tidak mudah untuk memperoleh tiket.

Menurut Ilham, ia telah mencoba mendapatkan undangan selama lima hari pertama, tetapi selalu gagal. Baru setelah pihak Istana membuka kuota tambahan, ia akhirnya memperoleh undangan.

“Pas ada info dari Menteri Sekretaris Negara katanya ada tambahan, jadi stay lagi tuh di hari Selasa, tanggal 11. Akhirnya alhamdulillah dapat,” katanya.

Pengalaman gagal berkali-kali justru membuatnya lebih teliti menunggu informasi lanjutan. Ia memilih tetap berada dalam kondisi siap ketika ada kabar tambahan kuota.

Bagi Ilham, alasan ingin hadir langsung ke Istana tidak sekadar karena ingin menyaksikan seremoni kenegaraan. Ia menyebut ada ketertarikan khusus pada atraksi yang biasanya tampil dalam rangkaian upacara.

“Lebih ke atraksi pesawat segala macam karena kan kita biasa lihat di TV ya. Sekarang ngelihat langsung lebih seneng aja gitu. Di atas kepala sendiri tinggal nengok,” tuturnya.

Ia memandang kesempatan untuk melihat atraksi pesawat secara langsung sebagai pengalaman yang lebih memuaskan dibanding menontonnya dari layar televisi. Dengan begitu, ia menilai keberhasilan memperoleh undangan akan memberinya momen yang lebih dekat dan nyata.

Antusiasme Alin dan Ilham menunjukkan bagaimana upacara HUT RI ke-81 tetap menjadi magnet perhatian warga. Namun, di sisi lain, keterbatasan tiket undangan membuat proses pencarian akses menjadi semacam ujian kesabaran.

Di Istana Kepresidenan, puluhan detik hingga jam-jam tertentu bisa menentukan siapa yang akhirnya mendapatkan kesempatan hadir. Bagi warga yang sudah terlanjur menyiapkan diri, kegagalan di percobaan awal terasa seperti penundaan, bukan akhir.

Alin menekankan bahwa ia sempat “ketiduran” saat memulai upaya pertama. Sementara Ilham memilih bertahan selama beberapa hari, menunggu sampai ada informasi tambahan kuota yang kemudian menjadi jalan agar ia bisa memperoleh undangan.

Dengan hadirnya kisah-kisah tersebut, peringatan 17 Agustus tahun ini tidak hanya dibaca sebagai peristiwa seremonial, tetapi juga sebagai cerita perjuangan warga yang ingin menyaksikan momen bersejarah dari tempat yang dekat. Pada akhirnya, semangat untuk hadir dan rasa ingin melihat langsung menjadi alasan utama mereka terus mencoba hingga kuota terbuka.

Hari pelaksanaan upacara nanti akan mempertemukan antusiasme tersebut dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Bagi Alin dan Ilham, undangan yang akhirnya didapat bukan hanya akses masuk, melainkan hasil dari proses yang mereka jalani penuh usaha dan keteguhan.