Politik & Parlemen

Prabowo Apresiasi Inovasi Profesor: Sawit Jadi Solar hingga Bensin, Wanti-wanti Bahaya Asing

×

Prabowo Apresiasi Inovasi Profesor: Sawit Jadi Solar hingga Bensin, Wanti-wanti Bahaya Asing

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Prabowo Puji Profesor Ini Gegara Bensin Sawit, Ingatkan Bahaya Asing

jurnalistik.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto memberi apresiasi kepada para akademisi dalam negeri yang berhasil mengolah kelapa sawit menjadi bahan bakar minyak (BBM), terutama solar. Menurutnya, capaian itu memperlihatkan kemampuan bangsa dalam memaksimalkan kekayaan alam untuk mendorong kemandirian energi nasional.

Prabowo menyampaikan penilaian tersebut saat menghadiri acara syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu (19/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa proses penguatan kapasitas bangsa harus dibarengi sikap jujur, keberanian menilai kelemahan diri, serta kemauan mengelola seluruh potensi yang dimiliki tanah air secara mandiri.

Ia menggarisbawahi bahwa para profesor dan pakar dari fakultas-fakultas teknik di Indonesia sudah membuktikan kemampuan riset melalui hasil konkret. Prabowo bahkan menyebut hasil tersebut bukan hanya wacana, melainkan telah menjelma produk energi yang bisa dimanfaatkan.

“Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya, ya, bukan yang profesor tadi itu, dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil membuat solar dari kelapa sawit. Dan sudah bisa membuat bensin dari kelapa sawit,” ungkap Prabowo, Sabtu (19/9/2026).

Dalam uraian berikutnya, Prabowo menilai kelapa sawit memiliki keunggulan yang sangat luas. Ia menyebut tanaman itu sebagai sumber manfaat yang tidak berhenti pada kebutuhan sehari-hari, melainkan juga membuka peluang besar untuk menghasilkan BBM.

“Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib, the miracle plant, the miracle crop. Kita bisa mendapatkan obat, kita bisa mendapatkan sabun, kita bisa mendapatkan macam-macam, terutama kita mendapatkan BBM,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengaitkan kemajuan riset energi dengan agenda pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terus dikejar. Ia menyebut, pengembangan dan pemanfaatan riset energi sejalan dengan fokus pemerintahannya, mulai dari penanganan gizi buruk, pemenuhan pangan, penyediaan pupuk petani, hingga bantuan bagi nelayan.

Di sisi lain, ia menyampaikan arah pengembangan lebih lanjut terkait bahan bakar. Prabowo menyebut Indonesia nantinya juga akan membuat bensin dari batu bara.

“Dan kita juga nanti akan membuat bensin dari batu bara,” tutur Prabowo.

Prabowo turut mengajak para santri dan generasi muda untuk mempertahankan jiwa besar dan kepercayaan diri. Ia mengingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi asing yang, menurutnya, bertujuan melemahkan kemajuan Indonesia.

“Mereka ingin menurunkan semangat kita. Mereka ingin menurunkan keberanian kita. Mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita. Mereka ingin kita lemah. Mereka ingin kita tetap miskin. Mereka ingin kita menjadi budak mereka selamanya. Kita tidak mau menjadi budak bangsa lain. Kita akan menjadi bangsa yang hebat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” tandasnya.

Lebih jauh, Prabowo menegaskan bahwa langkah pemanfaatan sumber daya nabati sudah mulai berjalan. Untuk solar, Indonesia telah memanfaatkan biodiesel dengan komposisi 50% (B50) sebagai bahan campuran solar, sementara untuk BBM jenis bensin, beberapa wilayah yang jumlahnya terbatas telah mencampurkan bioetanol dengan kandungan 5% (E5).

Dengan rangkaian pesan tersebut, Prabowo menempatkan inovasi akademisi sebagai bukti kapasitas bangsa dan memposisikan riset energi sebagai jalan menuju kemandirian. Ia memandang keberhasilan pengolahan kelapa sawit menjadi BBM tidak hanya bernilai teknis, tetapi juga menjadi dorongan agar masyarakat terus membangun kepercayaan bahwa bangsa mampu mengolah potensi sendiri untuk memenuhi kebutuhan energi.

Dalam forum syukuran yang berlangsung di Ponorogo itu, Prabowo menempatkan kemajuan riset sebagai bagian dari proses membentuk kapasitas bangsa. Ia menekankan bahwa kemampuan teknis perlu berjalan bersama karakter, termasuk sikap jujur saat menilai kekurangan, keberanian untuk memperbaiki diri, serta komitmen untuk mengelola potensi yang dimiliki Indonesia tanpa bergantung pada pihak luar.

Prabowo juga menggambarkan bahwa gagasan kemandirian energi tidak berhenti pada hasil penelitian, melainkan sudah dihubungkan dengan praktik pemenuhan kebutuhan. Ia menyebut penggunaan biodiesel dengan komposisi 50% (B50) sebagai campuran solar, serta penerapan bioetanol 5% (E5) di wilayah yang jumlahnya terbatas untuk bensin, sebagai contoh arah pemanfaatan yang berproses.

Di bagian akhir, ia mengaitkan kembali seruan kepada santri dan generasi muda agar tetap memegang kepercayaan diri. Menurutnya, semangat besar itu perlu dipertahankan agar Indonesia tidak tergerus oleh narasi yang bertujuan melemahkan kemajuan. Dari pandangan tersebut, inovasi pengolahan sumber daya nabati diposisikan sebagai dorongan agar masyarakat yakin bahwa kebutuhan energi dapat dipenuhi melalui kemampuan bangsa sendiri.