Peristiwa

Prosesi Mopotilolo sambut kunjungan Wamen Haji dan Umrah di Gorontalo

×

Prosesi Mopotilolo sambut kunjungan Wamen Haji dan Umrah di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Prosesi Mopotilolo Sambut Kedatangan Wamen Haji dan Umrah di Gorontalo

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar prosesi adat untuk menyambut kedatangan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, pada Sabtu (31/10/2026). Penyambutan ini berlangsung di Bandara Djalaluddin Gorontalo sebagai bagian dari rangkaian penghormatan kepada tamu kenegaraan.

Di ruang VIP bandara, Dahnil Anzar Simanjuntak disambut langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Sekdaprov Sofian Ibrahim. Hadir pula unsur dari Pemerintah Provinsi serta Forkopimda yang ikut menyaksikan rangkaian acara penyambutan tersebut.

Rombongan Wamen Haji dan Umrah tiba menggunakan pesawat Wings Air pada pukul 11.20 Wita. Selain pejabat daerah, penyambutan juga melibatkan jajaran dari Kementerian Agama serta Kementerian Haji dan Umrah di tingkat Provinsi Gorontalo.

Tradisi Mopotilolo sebagai tanda penghormatan

Prosesi yang digelar dikenal sebagai Mopotilolo, sebuah tradisi adat Gorontalo yang biasa dilakukan untuk menyambut pejabat tinggi negara yang baru pertama kali berkunjung ke daerah tersebut. Dalam acara ini, rangkaian dimulai dengan tabuhan genderang adat serta Tari Longgo, yaitu tarian perang khas Gorontalo.

Tari Longgo dalam prosesi tersebut dimaknai sebagai simbol keberanian, kehormatan, dan kesiapan masyarakat dalam menerima tamu kehormatan. Penampilan tarian dan iringan genderang menjadi pembuka sebelum tamu memasuki tahap prosesi lanjutan di area VIP.

Setelah penampilan awal, rangkaian Mopotilolo berlanjut di ruang VIP. Tamu kemudian disambut melalui penyerahan persembahan adat, disertai penyuguhan kue khas Gorontalo. Keseluruhan momen juga diiringi dengan doa bersama sebagai bentuk permohonan keselamatan bagi rombongan yang datang.

Acara penyambutan tidak berhenti pada tahap seremonial di ruang VIP. Mopotilolo ditutup dengan prosesi mongabi, yaitu pernyataan resmi dari tokoh adat yang menegaskan bahwa tamu yang disambut telah memperoleh restu untuk berkunjung ke daerah tersebut.

Usai adat, agenda peninjauan di bandara

Usai seluruh prosesi penyambutan secara adat selesai, Wamen Dahnil melanjutkan rangkaian kegiatan bersama Gubernur Gusnar. Keduanya kemudian melakukan peninjauan lokasi pekerjaan yang berkaitan dengan rencana perluasan apron dan taxiway.

Peninjauan ini dilakukan untuk kebutuhan embarkasi Haji penuh di Gorontalo. Dengan agenda tersebut, pertemuan dan rangkaian penyambutan di bandara tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi pengantar menuju penilaian langsung terkait kesiapan fasilitas pendukung pelaksanaan kegiatan haji.

Rangkaian acara pada hari tersebut memperlihatkan keterpaduan antara tradisi adat dan agenda pemerintahan di lingkungan bandara. Peran berbagai unsur yang hadir—mulai dari pejabat daerah hingga perwakilan Kementerian Agama serta Kementerian Haji dan Umrah di tingkat Provinsi—menjadi bagian penting dalam memastikan penyambutan berlangsung tertib sekaligus merefleksikan perhatian terhadap kelanjutan agenda kedinasan.

Dengan demikian, prosesi Mopotilolo di Bandara Djalaluddin pada 31 Oktober 2026 menjadi momen penerimaan yang diwarnai nilai adat Gorontalo, sebelum Wamen Haji dan Umrah bersama Gubernur Gorontalo meninjau tahapan pekerjaan yang ditujukan bagi kelancaran kebutuhan embarkasi Haji penuh di wilayah tersebut.

Kehadiran unsur Pemerintah Provinsi, Forkopimda, serta perwakilan Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah di tingkat Provinsi Gorontalo menunjukkan bahwa penyambutan tersebut dipersiapkan secara terkoordinasi. Pada rangkaian itu, komunikasi dan pertemuan awal di lingkungan bandara menjadi pembuka sebelum prosesi adat bergerak dari bagian awal menuju tahap-tahap inti di area VIP.

Dalam prosesi Mopotilolo, masyarakat menempatkan unsur kesenian sebagai bagian dari alur penyambutan, mulai dari tabuhan genderang adat hingga penampilan Tari Longgo yang menjadi isyarat penegasan penerimaan. Setelah persembahan adat disampaikan dan doa bersama dipanjatkan, penutupan melalui tahap mongabi menegaskan bahwa restu adat diberikan kepada rombongan. Seusai itu, agenda berikutnya diarahkan pada peninjauan kesiapan fasilitas di bandara, termasuk rencana perluasan apron dan taxiway yang mendukung embarkasi Haji penuh di Gorontalo.