Olahraga

Piala Dunia 2026: Declan Rice masih dipantau, Inggris tentukan keputusan akhir jelang semifinal vs Argentina

×

Piala Dunia 2026: Declan Rice masih dipantau, Inggris tentukan keputusan akhir jelang semifinal vs Argentina

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Cup 2026: Declan Rice - England to make late call midfielder for semi-final

jurnalistik.co.id – Timnas Inggris masih menunggu perkembangan terakhir Declan Rice sebelum memutuskan apakah gelandang Arsenal itu bisa menjadi starter pada semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina, Rabu.

Keputusan tersebut tidak akan diambil jauh-jauh hari. Saat ini, staf medis dan pelatih berniat melihat kondisi Rice hingga momen yang sangat mendekati kickoff, mengingat ia membawa kondisi tubuh yang sedang dipulihkan.

Meski demikian, ada optimisme bahwa Rice dapat kembali fit. Dalam beberapa hari terakhir, respons pemulihannya dinilai membaik, sehingga peluangnya untuk tampil di Atlanta tetap terbuka.

Rice sendiri mengalami gangguan kesehatan berupa “sickness bug” yang menyerang jelang laga perempat final di akhir pekan. Ia sempat turun sebagai pemain yang diandalkan, namun akhirnya ditarik pada jeda saat Inggris menghadapi Norwegia pada laga perempat final.

Pelatih Thomas Tuchel kemudian mengakui setelah pertandingan bahwa Rice menghabiskan tiga hari dalam kondisi terbaring sebelum laga berlangsung. Inggris tetap mampu meraih kemenangan 2-1 atas Norwegia setelah pertandingan berjalan hingga perpanjangan waktu.

Menurut laporan, Rice belum pulih sepenuhnya dari penyakit yang didapat di Meksiko. Inggris sebelumnya menaklukkan tuan rumah pada fase 16 besar dengan skor 3-2 dalam laga yang dihelat di Meksiko, sebelum perjalanan berlanjut ke perempat final.

Perubahan kondisi Rice paling terasa dalam 48 jam terakhir. Secara bertahap, kondisinya disebut meningkat dan membuat tim semakin berharap ia bisa memulai laga semifinal pada Rabu.

Dari sisi pemain, Rice hampir pasti akan menyatakan dirinya siap. Besarnya arti pertandingan semifinal membuat ia cenderung mengambil sikap optimistis, meski kenyataannya Inggris tetap perlu memastikan kelayakan fisiknya secara medis.

Karena tingkat gangguan yang dialami Rice dinilai cukup serius, pihak medis Inggris berencana membuat keputusan akhir secara terlambat. Tuchel juga menyatakan akan menunggu evaluasi tentang seberapa cepat pemulihannya berkembang sebelum memutuskan apakah Rice akan dipilih sejak awal.

Selain pemulihan dari penyakit yang diderita, Rice juga membawa masalah saraf yang sudah ia tanggung selama beberapa bulan terakhir. Problem tersebut memengaruhi bagian punggung bawah dan hamstring, sehingga menjadi faktor tambahan dalam proses evaluasi kebugaran menjelang pertandingan besar.

Rice merupakan pemain berpengalaman dengan 78 caps bagi Inggris. Di Piala Dunia 2026 sejauh ini, ia memulai hampir seluruh laga, hanya melewatkan satu pertandingan karena cedera yang sempat kambuh.

Dalam catatan turnamen, Rice tidak bermain pada kemenangan grup Inggris atas Panama yang berakhir 2-0. Absen itu terjadi akibat “injury flare-up”, sebuah kondisi yang berkaitan dengan masalah fisik yang kemudian membuatnya tidak bisa tampil pada salah satu partai fase awal.

Memasuki fase semifinal, beban keputusan makin kompleks karena Inggris harus menyeimbangkan peluang pemulihan Rice dari gangguan kesehatan dengan kebutuhan untuk memastikan kondisi saraf dan ototnya tetap aman untuk intensitas laga. Dengan situasi seperti ini, proses penilaian menjelang Rabu menjadi bagian penting yang menentukan apakah Rice akan tampil sebagai starter atau memilih opsi lain.

Semifinal melawan Argentina sendiri membawa konsekuensi besar bagi siapa pun yang diturunkan sejak awal. Karena itu, Inggris memilih menunggu sampai batas waktu pengambilan keputusan, sambil berharap Rice mampu melewati rangkaian evaluasi terakhir dalam kondisi yang mendukung.

Dengan latar pemulihan yang masih berlangsung, staf teknis dan tim medis tidak ingin terburu-buru menilai dari satu sesi pemeriksaan saja. Mereka akan menilai respons Rice terhadap pemulihan secara berkelanjutan, sekaligus mengukur konsistensi kebugarannya menjelang jam pertandingan di Atlanta.

Seiring mendekatnya kickoff, fokus penilaian tidak hanya pada apakah ia merasakan tubuhnya sudah membaik, tetapi juga pada kesiapan saraf serta otot yang sempat bermasalah. Tujuan akhirnya adalah memastikan Inggris memiliki komposisi yang paling aman untuk intensitas semifinal, tanpa mengorbankan aspek kebugaran Rice yang masih menjadi pertimbangan.