Olahraga

Piala Dunia 2026: Kenapa Gianni Infantino Hampir Selalu Muncul di Siaran?

×

Piala Dunia 2026: Kenapa Gianni Infantino Hampir Selalu Muncul di Siaran?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Siaran Piala Dunia 2026 Hampir Selalu Tampilkan Bos FIFA Gianni Infantino, Kok Bisa?

jurnalistik.co.id – Dalam tayangan Piala Dunia 2026, momen yang berulang sebelum jeda minum pertama sering kali menjadi sorotan: kamera hampir selalu mengarah ke tribun kehormatan, tempat Presiden FIFA Gianni Infantino duduk.

Kemunculan Infantino di layar bukan sekadar kebetulan. Laporan The Athletic, Selasa (14/7/2026), menyebutkan bahwa penayangan resmi memang mengikuti ketentuan produksi yang membuat “shot” pejabat tertentu muncul pada setiap pertandingan.

Ketentuan “dignitary shot”

Produksi tayangan resmi Piala Dunia 2026 dikerjakan oleh Host Broadcast Services (HBS), perusahaan yang berbasis di Zug, Swiss, serta memiliki kantor di London dan Miami. HBS bertugas menyiapkan materi siaran yang kemudian dipakai oleh pemegang hak siar di seluruh dunia.

Karena itu, stasiun televisi tidak punya keleluasaan menentukan sendiri kapan kamera menyorot Infantino. Mereka wajib menggunakan gambar yang diproduksi oleh HBS, sehingga alur siaran yang terlihat di banyak negara cenderung seragam.

FIFA membantah anggapan bahwa ada perintah khusus agar kamera terus menampilkan presidennya sepanjang pertandingan. Meski demikian, FIFA mengakui ada kesepakatan dengan HBS yang mengharuskan adanya “dignitary shot” atau gambar tamu kehormatan pada setiap babak pertandingan.

“Dignitary shot” ini dimaksudkan untuk memperlihatkan pejabat paling tinggi yang hadir di stadion, sekaligus tamu yang dalam sistem akreditasi FIFA masuk kategori VVIP. Dengan kategori tersebut, yang disorot tidak hanya satu figur, melainkan daftar pihak yang lebih luas sesuai kehadiran mereka.

Siapa saja yang bisa masuk kategori VVIP

Dalam praktiknya, kategori VVIP tidak terbatas pada Presiden FIFA. FIFA menyebut bahwa kategori itu mencakup kepala negara, pimpinan konfederasi sepak bola, pejabat federasi, hingga tokoh publik atau selebritas yang menghadiri pertandingan.

Konsepnya adalah memberikan gambaran visual tentang siapa saja yang duduk di tribun kehormatan sesuai pembagian akreditasi. Jadi, ketika jadwal pertandingan mempertemukan banyak “tamu kehormatan”, tayangan resmi akan tetap menampilkan bagian tribun dengan tujuan yang sama.

Namun, meski aturan tersebut bersifat standar, Infantino menjadi sosok yang paling sering terlihat selama Piala Dunia 2026. Hal ini tidak lepas dari intensitas kehadirannya di stadion dibanding figur lain yang turut memenuhi kategori VVIP pada pertandingan-pertandingan tersebut.

“Praktik standar” dalam penyiaran pertandingan

Juru bicara FIFA menegaskan bahwa menampilkan tribun kehormatan adalah bagian dari prosedur siaran yang berlaku umum. “Sudah menjadi praktik standar bahwa tempat duduk yang ditempati pejabat sepak bola, tokoh publik, maupun selebritas ditampilkan sebagai bagian dari alur siaran pertandingan, siapa pun mereka,” kata juru bicara FIFA kepada The Athletic.

Dengan penjelasan itu, terlihat bahwa yang diutamakan adalah kesinambungan alur produksi tayangan resmi, bukan pemilihan subjek tertentu secara khusus. Peralihan kamera ke tribun kehormatan menjadi bagian dari paket visual pertandingan yang disiapkan HBS, lalu didistribusikan kepada seluruh pemegang hak siar.

Alhasil, bagi penonton, pengalaman menonton laga Piala Dunia 2026 akan terasa familiar karena “shot” yang muncul cenderung mengikuti pola yang sama: pada babak yang dijadwalkan, kamera kembali mengarah ke area tribun kehormatan untuk menampilkan figur VVIP yang hadir.

Penayangan Infantino yang berulang, pada akhirnya, lebih menggambarkan posisi dan frekuensi kehadirannya selama turnamen ketimbang adanya instruksi spesifik yang ditujukan hanya kepada dirinya.

Dengan kerangka produksi seperti ini, stasiun penyiaran cukup menjalankan materi resmi yang disiapkan. Ketika FIFA dan HBS mengikat aturan “dignitary shot” ke tiap babak, maka momen di tribun kehormatan—yang kerap memunculkan Infantino—akan terus muncul sepanjang pertandingan Piala Dunia 2026.