jurnalistik.co.id – Nico O’Reilly sedang menantikan babak semifinal Piala Dunia 2026 dengan satu momen yang ia sebut sebagai kesempatan “sekali seumur hidup”. Pada Rabu, Inggris akan menghadapi Argentina, dan duel itu membuka peluang baginya berhadapan langsung dengan Lionel Messi.
O’Reilly, yang berposisi sebagai bek sayap kiri Inggris, menyatakan kegembiraannya menjelang pertandingan tersebut. Menurutnya, kesempatan untuk menghadapi Messi adalah tantangan besar sekaligus pengalaman yang sulit terulang.
Dalam cerita menuju partai empat besar, Inggris memastikan tempat mereka melalui laga yang berat. Thomas Tuchel membawa timnya meraih kemenangan 2-1 atas Norwegia pada hari Sabtu, di tengah panas Miami, lalu kini bersiap menghadapi Argentina di Atlanta.
Bagi O’Reilly, semifinal ini juga menghadirkan konteks yang spesial karena Messi belum pernah bermain melawan Inggris. Pada usia 39 tahun, ia bahkan menilai peluang tersebut mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk menghadapi sang megabintang di panggung terbesar.
Secara khusus, O’Reilly juga menegaskan bahwa ia belum pernah bertemu Messi dalam level klub. Karena itu, kemungkinan duel satu lawan satu di sisi kiri pertahanan menjadi skenario yang ia pikirkan, terutama jika ia diturunkan sebagai bek kiri.
“I can’t wait,” O’Reilly, who will probably have to defend against Messi one-on-one if he starts at left-back, told BBC Radio 5 Live. “It’s a once-in-a-lifetime opportunity. He’s coming towards the end of his career. For me personally, he’s the best player to ever touch a football pitch. And yeah, I can’t wait for the challenge.”
Messi sendiri datang ke fase semifinal dengan catatan yang terus mendominasi perburuan rekor. Ia membuka turnamen dengan hat-trick saat membantu Argentina menang 3-0 atas Aljazair, sekaligus membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, menyamai rekor Miroslav Klose yang bertahan sejak 2014 dengan angka 16.
Berita Terkait
Setelah itu, Messi melanjutkan laju golnya hingga menambah lima gol lagi, sehingga totalnya menjadi delapan gol dan membuatnya duduk di posisi teratas bersama Kylian Mbappe dalam persaingan Golden Boot. Bersamaan dengan itu, total gol Messi di karier Piala Dunia juga mencapai 21.
Dengan rentetan kontribusi tersebut, Messi disebut sebagai ancaman utama Argentina. Namun Inggris tidak boleh mengunci seluruh fokus pada satu nama saja, karena permainan Lionel Scaloni tetap memiliki banyak elemen lain yang bisa menjadi pembeda.
Itulah yang menjadi penekanan dari penjaga gawang Inggris, Jordan Pickford. Ia mengingatkan bahwa meski Messi telah mencetak banyak gol dan memberi kontribusi besar di sepanjang kariernya, Argentina juga memiliki kekuatan yang harus diwaspadai secara menyeluruh.
“He has scored so many goals and contributed to so many over his career. It’s great to finally come up against him after so long, and watching him as a kid,” Pickford told media at England’s training base in Kansas on Monday. “We all know how good Messi is but we also know how good Argentina are. We can’t solely rely on [stopping] Messi. We’ve got to focus on their other strengths and the weaknesses we can take advantage of.”
Dengan kata lain, Inggris diharapkan menyiapkan rencana yang tidak hanya bertujuan meredam Messi, tetapi juga membaca ruang dan kelemahan yang bisa dieksploitasi dari tim Argentina secara kolektif. Dalam laga semifinal yang biasanya bergerak cepat, detail kecil di lini pertahanan maupun penyelesaian peluang di area lawan dapat menentukan hasil.
Menjelang pertandingan ini, fokus tim juga terbagi pada siapa lawan berikutnya bila Inggris menang. Pemenang semifinal akan berhadapan dengan pemenang laga lain antara Prancis dan Spanyol yang berlangsung pada Selasa (20:00 BST).
Partai final Piala Dunia 2026 dijadwalkan pada Minggu, 19 Juli (20:00 BST) di New York New Jersey Stadium. Dengan rangkaian jadwal tersebut, semifinal Rabu menjadi titik krusial bagi Inggris dan Argentina untuk menentukan langkah menuju gelar—dan bagi O’Reilly, pertandingan ini menawarkan kesempatan yang ia anggap tidak akan datang dua kali.












