Olahraga

Piala Dunia 2026: Mengapa kelahiran anak tetap memicu perdebatan di sepak bola putra?

×

Piala Dunia 2026: Mengapa kelahiran anak tetap memicu perdebatan di sepak bola putra?

Sebarkan artikel ini
How football united behind Doku after childbirth criticism
Ilustrasi: World Cup 2026: Why childbirth still prompts debate in men's football

jurnalistik.co.id – Piala Dunia 2026 kembali memunculkan perdebatan di sepak bola putra setelah Jeremy Doku menyatakan ingin berada di momen kelahiran anak pertamanya. Keputusan itu dipandang sebagian pihak mengganggu fokus turnamen, sementara yang lain menilai ia sedang menjalankan tanggung jawab keluarga.

Doku, winger Manchester City, mengatakan ia ingin meninggalkan pemusatan tim Belgia untuk berada saat kelahiran, meski turnamen masih berjalan. Ia juga menegaskan bahwa keluarganya menjadi prioritas utama menjelang masa persalinan.

Dalam pemberitaan BBC Sport, Doku disebut akan menjadi ayah pada bulan depan. Sikap itu kemudian memicu respons keras dari sejumlah pihak, termasuk dari kalangan media di Prancis.

Saluran L’Equipe menampilkan salah satu presenter bernama Pierron yang mengkritik Doku. Pierron mengatakan seorang ayah “completely useless” pada saat kelahiran anak, dan menyebutnya sebagai “disgusting moment”.

Atas komentar tersebut, L’Equipe kemudian menyampaikan permintaan maaf. Pernyataan dari stasiun tersebut menyebut bahwa komentar Pierron “very far removed” dari nilai-nilai mereka, sekaligus menyatakan Pierron juga meminta maaf kepada publik.

Lebih lanjut, laporan di Prancis menyebut Pierron tidak akan menjadi presenter pada Senin. Di tengah situasi itu, reaksi dunia sepak bola dan sejumlah ruang publik digambarkan terbelah namun tetap berkutat pada satu pertanyaan: apakah momen keluarga harus menunggu karier olahraga?

Doku sendiri diketahui masih berusaha menyeimbangkan komitmen tim dengan kebutuhan keluarga. Ia bermain 86 menit saat Belgia membuka Grup G dengan hasil 1-1 melawan Mesir, namun tidak bisa tampil saat Belgia menghadapi Iran yang berakhir 0-0.

Ketidakhadirannya pada laga kontra Iran disebabkan sakit. Kondisi ini menambah kompleksitas rencana Doku karena jadwal keluarga berdekatan dengan fase-fase krusial turnamen.

Istrinya, Shireen, diperkirakan akan melahirkan pada pekan kedua Juli. Jika Belgia melaju hingga perempat final, Doku berpotensi melewatkan pertandingan karena tenggat persalinan tersebut.

Dalam pernyataan kepada Reuters, Doku menuturkan, “If you ask me what I want, my answer is that nobody wants to miss the birth of their first child,”. Ia kemudian menambahkan, “But I also ​know that football ​involves many ⁠other considerations. I know the federation supports its players and understands their situations. We’ll see what we ​can do.”

Dari sisi dukungan di lapangan, striker Inggris Ollie Watkins yang memiliki dua anak turut membela Doku. Ia menilai cara sebagian orang melabeli keputusan tersebut terlalu berlebihan.

Watkins mengatakan, “I think someone labelled it disgusting and I think for a start that’s not a way to label a birth,”. Ia menambahkan bahwa ia memahami proses kelahiran bisa berbeda-beda bagi setiap keluarga.

Watkins juga menyampaikan pengalaman keluarga, “I’ve seen what my wife had to go through and that was quite smooth sailing but I know family members and friends that haven’t had it that way.” Ia kemudian menegaskan makna momen tersebut karena kejadian itu hanya datang sekali.

“It only happens once – welcoming your first child to the world – and it is a blessing.” Ia melanjutkan, “There’s a lot of times where you’re away from family and friends during the season and it’s very difficult, so to miss that would be tough and I see where he’s coming from.”

Pendekatan yang sama juga disuarakan oleh organisasi pemain. Professional Footballers’ Association (PFA) menyatakan beban dan tuntutan terhadap pemain tidak seharusnya mengorbankan “fundamental family moments”.

Menurut juru bicara PFA, “While every situation is different, we believe players should be supported in balancing their professional responsibilities with important life events,”. Ia menambahkan, “Supporting players as people, not just athletes, is an important part of creating a healthy professional working environment.”

Dukungan juga datang dari Fatherhood Institute, lembaga yang fokus pada keterlibatan pria sebagai ayah dan pengasuh. Wakil direktur eksekutif Jeremy Davies menyebut sikap Doku mengingatkan pada figur-figur heroik.

Davies mengatakan, “It makes me think of gladiators in the Colosseum,”. Ia lalu menilai, “We want these men to be these heroic figures who exist for our entertainment. They get paid lots of money but there are some things that are worth a lot more.”

Perdebatan ini juga berkaitan dengan aturan yang mengatur cuti dan preseden di sepak bola. FIFA menyebutkan cuti melahirkan untuk pemain perempuan harus “a minimum period of 14 weeks’ paid absence” dengan delapan minggu di antaranya wajib diambil setelah kelahiran.

Sementara itu, tidak ada ketentuan khusus yang setara untuk cuti ayah (paternity leave) di sepak bola putra. Akibatnya, klub dan manajemen sering harus mencari solusi sendiri untuk situasi yang tidak bisa diprediksi seperti persalinan yang terjadi lebih cepat atau di waktu yang berdekatan dengan pertandingan.

Dalam beberapa contoh yang disebut BBC Sport, ada klub yang menyiapkan mobil siaga di luar stadion bagi pemain yang partner-nya akan segera melahirkan. Ada pula manajer klub Eropa kasta tertinggi yang tidak melakukan perjalanan ke pertandingan karena istrinya akan melahirkan anak kedua.

Manajer tersebut tetap memantau laga dari televisi dan menyampaikan instruksi kepada staf pelatih. Ia menjelaskan pengalamannya, “I was on the earpiece to the bench and 10 minutes into the game she started getting labour pains,”.

Ia menambahkan, “We were 2-1 up at half-time but she was getting more into labour. I rang the hospital to say we were going to come in, but had to stop because we got a penalty. We scored, I knew we won the game, and we came right in. Our daughter was born two hours later.”

Manajer itu juga menegaskan bahwa pekerjaan sepak bola tidak berhenti hanya karena keadaan keluarga, “It’s less common with managers because they are typically older but the game doesn’t stop… you need to win the next game.”

Dalam sejarah Piala Dunia, Doku bukanlah pemain pertama yang menempatkan momen kelahiran anak di depan sepak bola. Pada 2018, Fabian Delph meninggalkan kamp Piala Dunia Inggris di Rusia untuk kembali ke Inggris demi kelahiran putrinya.

Kasus lain datang dari David Silva, yang melewatkan dua pertandingan Manchester City setelah kelahiran dini putranya pada 2018. Selain itu, kiper Manchester United, David de Gea, mendapat cuti diperpanjang pada masa pandemi Covid ketika pasangan Edurne melahirkan putri mereka pada 2021.

Meski begitu, ada juga situasi ketika pemain tidak dapat hadir langsung di momen persalinan. BBC Sport menyebut, akhir pekan itu, bek Norwegia Leo Ostigard menonton kelahiran putranya melalui FaceTime saat berada di Piala Dunia.

Pengalaman serupa juga dialami Ruben Neves pada Januari 2021. Ia menyaksikan kelahiran anak ketiganya di ponsel dari bus tim Wolves setelah kekalahan 1-0 dari Crystal Palace.

Menurut laporan, istri Neves telah kembali ke Portugal karena dokter berada di sana. Rencana Neves untuk bergabung kemudian terhambat oleh pembatasan perjalanan selama pandemi.

Persepsi di dalam ruang tim: dari bercanda hingga prinsip

Beberapa tokoh sepak bola menyuarakan pandangan bahwa kelahiran anak adalah peristiwa besar yang layak diprioritaskan. Roy Keane, ketika menjadi asisten manajer Republik Irlandia, pernah melontarkan candaan soal ketersediaan Robbie Keane untuk bermain setelah kelahiran anak.

Kalimat Keane berbunyi “unless he’s breastfeeding”. Di sisi lain, Thomas Frank—mantan pelatih Brentford dan Tottenham yang menjadi analis BBC Sport pada Piala Dunia—juga pernah membahas cara menilai keputusan semacam ini.

Frank mengatakan, “Football is the most important of not important things – so it is not important at a time like this,”. Ia menambahkan, “To see your wife or partner give birth is one of the biggest things you will experience, and I think it is so important also to be there.”

Ia kemudian menegaskan bahwa prioritas serupa seharusnya disampaikan kepada pemain, “It has always been a priority to tell my players that. I would say: ‘It is up you – I recommend you be there.’”

Terkait kemungkinan Doku pulang, Frank menilai itu adalah pilihan yang tepat. Ia menyatakan, “the right thing to do”, dan menambahkan, “When he comes back, he will be absolutely on top of the world.”

Respons di cabang olahraga lain

Perdebatan soal prioritas keluarga ternyata tidak terbatas pada sepak bola. BBC Sport mencontohkan beberapa atlet di cabang lain yang pernah melewatkan pertandingan demi hadir pada kelahiran anak.

Cricketer Jamie Smith dilaporkan melewatkan kekalahan Tes kedua Inggris dari Selandia Baru setelah kelahiran putrinya. Sementara itu, Sir James Anderson terbang kembali di antara rangkaian Ashes di Australia pada 2010 untuk berada saat anak keduanya lahir.

Di bola basket, Anthony Edwards meninggalkan laga pada jeda setengah pada 2024 agar bisa hadir saat putrinya lahir. Di tenis, Sir Andy Murray mengatakan pada 2016 bahwa ia akan lebih memilih meninggalkan Australian Open lebih awal jika istrinya Kim mulai masuk persalinan.

Murray kala itu mengatakan, “I’d be way more disappointed winning the Australian Open and not being at the birth of the child,”. Pada cabang darts, Rob Cross dilaporkan melewatkan kelahiran anak ketiganya pada 2017 demi memenuhi kualifikasi turnamen World Matchplay.