jurnalistik.co.id – Brasil menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 atas Skotlandia pada laga ketiga Grup C Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Miami, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) pagi WIB, memperlihatkan dominasi Selecao sejak awal.
Ini menjadi pertemuan kelima kedua tim di Piala Dunia, setelah sebelumnya mereka bertemu pada 1974, 1982, 1990, dan 1998. Di laga kali ini, Brasil langsung mengambil inisiatif serangan melalui trio Vinicius, Matheus Cunha, serta Rayan, sementara Skotlandia berusaha mengendalikan jalannya permainan.
Meskipun Skotlandia sesekali mencoba menekan, Brasil tetap mampu meredam upaya Scott McTominay untuk masuk ke jantung pertahanan Selecao. Pada menit ke-7, Brasil membuka keunggulan lewat Vinicius Jr yang memanfaatkan assist dari Rayan, berawal dari blunder Scott McKenna. Skor 1-0 untuk Brasil bertahan di awal babak.
Vinicius Jr sendiri datang dengan catatan produktif. Penyerang Real Madrid tersebut tercatat telah terlibat dalam tujuh gol dalam enam penampilan terakhirnya untuk Brasil di semua kompetisi, dengan rincian empat gol dan tiga assist. Golnya ke gawang Skotlandia juga menjadi yang ketiga di Piala Dunia 2026.
VAR dan momen perubahan di babak pertama
Setelah gol pertama, Brasil semakin mengambil alih ritme permainan. Selecao beberapa kali mengancam dari sisi sayap, namun Skotlandia tetap berupaya memberikan perlawanan meski berada di bawah tekanan. Pada fase lain, Brasil sempat mencetak gol kedua pada menit ke-22, masih dari Vinicius, kali ini berawal dari blunder Jack Hendry.
Gol yang sempat tercipta itu kemudian dianulir oleh VAR. Brasil pun tidak berhenti menyerang, dan pada menit ke-45+3, Vinicius kembali menemukan sasaran untuk memastikan keunggulan 2-0 yang bertahan hingga jeda.
Dari sisi statistik, Brasil unggul dalam penguasaan bola dengan persentase 52 persen berbanding 48 persen milik Skotlandia. Brasil juga lebih banyak menciptakan peluang, tercatat 11 kesempatan dengan dua di antaranya berujung gol. Sebaliknya, Skotlandia hanya menghasilkan empat peluang tanpa satu pun yang mengarah ke gawang.
Catatan menarik juga datang dari pola kontribusi Vinicius di babak pertama. Hanya empat pemain yang pernah mencetak gol dalam tiga pertandingan babak pertama Brasil di Piala Dunia, dan pada setiap kesempatan tersebut Selecao berhasil mengangkat trofi. Dengan gol-golnya di laga ini, Vinicius kembali mempertegas peran penting Brasil di fase awal pertandingan.
Babak pertama memperlihatkan bahwa keunggulan Brasil tidak hanya lahir dari efektivitas, tetapi juga dari tekanan yang terus dibangun sejak menit awal. Menjelang pertandingan berlanjut, Skotlandia akan membutuhkan perubahan strategi agar bisa mengurangi jarak, sementara Brasil berpeluang mempertahankan momentum untuk mengamankan hasil akhir.
Setelah kick-off, Brasil langsung terlihat nyaman dalam tempo permainan. Serangan yang digalang lewat gerak Vinicius, Matheus Cunha, dan Rayan membuat Skotlandia harus sering menarik diri lebih dalam. Upaya Scott McTominay untuk mendekati area sentral pun tidak berkembang, karena pertahanan Selecao cepat menutup ruang dan memaksa bola berputar di luar zona berbahaya.
Di menit-menit setelah keunggulan awal, pertandingan tetap berjalan satu arah dengan Brasil lebih sering memegang kendali. Gol kedua sempat tercipta pada menit ke-22, tetapi keputusan VAR mengubah arah cerita. Meskipun angka tidak bertambah saat itu, tim tetap mempertahankan tekanan, sehingga pada menit ke-45+3 Vinicius kembali menembus sasaran dan membuat skor 2-0 hingga turun minum.
Dominasi itu tercermin pula dari angka peluang dan penguasaan bola. Brasil menguasai permainan dengan 52 persen berbanding 48 persen, menciptakan 11 kesempatan dengan dua berakhir gol, sementara Skotlandia hanya menghasilkan empat peluang tanpa satu pun yang mengarah ke gawang. Dengan hasil babak pertama seperti ini, Skotlandia jelas membutuhkan penataan strategi sejak jeda untuk memperkecil jarak, sedangkan Brasil berpeluang menjaga ritme untuk mengunci hasil akhir.












