jurnalistik.co.id – Jaringan PlayStation Network dilaporkan mengalami gangguan sehingga banyak pengguna tidak dapat mengakses layanan game digital mereka. Kondisi ini berlangsung selama beberapa jam, dan dampaknya masih terlihat dari halaman status resmi Sony.
Sejumlah pemain mengaku kesulitan melakukan koneksi ke PlayStation Network. Akibatnya, beberapa fitur penting di konsol ikut tidak berfungsi normal.
Laporan gangguan juga tercatat melalui Down Detector, layanan pelacak insiden yang menunjukkan bahwa keluhan datang dari berbagai wilayah. Dalam pantauan mereka, puluhan ribu orang melaporkan masalah saat layanan sedang terganggu.
Gangguan tersebut memengaruhi kemampuan pengguna untuk menjalankan game, aplikasi, serta fungsi berbasis jaringan di perangkat PlayStation. Artinya, bukan hanya proses masuk ke layanan yang bermasalah, tetapi juga aktivitas penggunaan game secara digital.
Di sisi Sony, halaman status memperlihatkan semua layanan sedang “mengalami masalah”. Sony menyebut sedang “berupaya menyelesaikan secepat mungkin” terkait gangguan yang terjadi.
Sejumlah pengguna menyoroti ketidaknyamanan yang mereka rasakan, terutama karena akses terhadap konten digital menjadi terhambat. Pada saat yang sama, ada pula komentar yang mempertanyakan rencana masa depan PlayStation terkait format rilis.
Isu lain yang ikut disorot adalah rencana Sony untuk tidak lagi merilis game PlayStation dalam bentuk cakram mulai Januari 2028. Sebagian pengguna menyatakan kekhawatiran, karena gangguan pada layanan jaringan dapat berdampak langsung pada pengalaman bermain.
BBC melaporkan telah menghubungi pihak PlayStation untuk meminta komentar. Namun, rincian tanggapan yang disampaikan dalam informasi ini belum terlihat.
Di media sosial X, muncul komentar yang menggambarkan kontras antara akses digital dan penggunaan cakram fisik. Salah satu pengguna menulis bahwa ia tidak bisa memainkan game digital hingga masalah diperbaiki, tetapi masih bisa memasukkan cakram dan bermain.
Berita Terkait
- Soft Opening Museum Sains dan Teknologi Solo 25 Juli 2026: Gibran Tak Hadir, Pemkot Sebut Agenda di Jakarta
- UE memberi denda €890 juta kepada Google karena dianggap memprioritaskan aplikasi miliknya daripada pesaing
- Legislator AS mengajukan ‘kill switch’ AI setelah OpenAI dinilai bertindak di luar kendali
Komentar tersebut turut menyinggung gagasan “masa depan serba digital”, yang oleh penulisnya dianggap belum sepenuhnya menguntungkan ketika layanan mengalami gangguan. Pendekatan seperti ini mencerminkan respons pengguna terhadap kejadian yang sama.
Dalam pemberitaan ini juga disebutkan bahwa Sony sebelumnya pernah menyampaikan rencana terkait pembelian game. Menurut Sony melalui blog yang dipublikasikan bulan ini, game baru tetap bisa dibeli di toko, namun akan disertai kode digital.
Dengan skema tersebut, pembelian dari toko tidak otomatis berarti pengguna terbebas dari kebutuhan akses ke layanan digital. Gangguan pada PlayStation Network, karenanya, tetap berpotensi memengaruhi penggunaan meskipun membeli lewat gerai.
Peristiwa gangguan ini disebut mulai muncul sekitar waktu yang sama dengan adanya peringatan dari Amazon Web Services. Dalam laporan, AWS sempat memberi notifikasi bahwa beberapa server mengalami masalah, meski kemudian informasi itu dinyatakan sudah terselesaikan.
Meski demikian, pengguna yang terdampak tetap mengalami hambatan untuk mengakses game, aplikasi, dan fitur jaringan di PlayStation. Kondisi itu juga membuat sebagian pemain menilai insiden semacam ini sebagai tantangan besar bagi transisi menuju distribusi digital.
Di tengah situasi tersebut, Down Detector menunjukkan pola pelaporan yang meningkat secara global. Namun, beberapa pengguna juga melaporkan bahwa mereka sempat bisa kembali online setelah koneksi membaik.
Hingga saat informasi ini disusun, status layanan Sony masih menampilkan adanya masalah yang sedang ditangani. Pernyataan Sony menekankan bahwa pihaknya berupaya memperbaiki gangguan secepat mungkin.
Insiden pada jaringan ini kembali mengingatkan bahwa ekosistem game berbasis konektivitas sangat bergantung pada stabilitas infrastruktur. Ketika layanan tidak dapat diakses, pengalaman pengguna—khususnya untuk konten digital—dapat terganggu dalam waktu yang tidak singkat.
Bagi pengguna PlayStation, situasi ini menjadi pengingat bahwa rencana perubahan format rilis ke depannya terkait erat dengan kesiapan layanan jaringan. Sementara itu, proses pemulihan tetap menjadi fokus utama sesuai pernyataan di halaman status Sony.












