jurnalistik.co.id – Tyson Fury menjalani laga pemanasan yang berlangsung tenang di Thailand sebelum menatap duel pentingnya melawan Anthony Joshua. Petinju Inggris itu menghentikan Mariusz Wach dalam tempo yang terkendali, dengan pertandingan yang tidak disiarkan secara langsung.
Pertarungan Jumat di Max Muay Thai Stadium, Pattaya, dihadiri penonton tidak lebih dari 1.500 orang. Laga tersebut juga tidak ditayangkan melalui televisi maupun radio mana pun di seluruh dunia, dan rencananya akan menjadi bagian dari seri ketiga acara realitas Netflix “At Home With The Furys”.
Fury yang berusia 37 tahun menguasai jalannya pertandingan selama tujuh ronde. Wach, yang berusia 46 tahun, kemudian memilih mengakhiri laga saat ronde delapan baru dimulai, dengan pensiun dari kursi sudutnya.
Kemenangan ini menjadi catatan ke-36 dalam karier Fury dan semakin mendekatkannya pada kemungkinan pertemuan besar sesama petinju Inggris, Anthony Joshua. Joshua sendiri tengah bersiap menghadapi comeback fight melawan petinju asal Albania, Kristian Prenga, yang akan berlangsung di Arab Saudi pada Sabtu.
Usai pertarungan, Fury menegaskan bahwa dirinya telah melewati “ujian” di malam itu. Ia berkata, “I went through my test tonight. Let’s see if he can get through his,” sebelum membicarakan rencana berikutnya setelah laga.
Banyak pihak sempat memperkirakan Fury akan langsung terbang ke Jeddah untuk mengikuti jalannya pertandingan Joshua. Dengan skenario itu, pasangan tersebut bahkan berpotensi mengumumkan duel yang selama ini ditunggu di atas ring jika Joshua meraih kemenangan.
Namun Fury memilih jalan lain. Ia menyatakan, “I’ve got to face off with my wife. I’ve got to iron when I get home. I’ve been away for six out of the last seven months”, lalu menambahkan, “I’m not going to Jeddah, I’m going home to my wife and kids. I’m going to regroup and hopefully we’ll have a big fight signed next week.”
Sejumlah pertanyaan masih menggantung mengenai lokasi duel all-British antara Fury dan Joshua. Eddie Hearn menyebut bahwa kontrak Joshua mensyaratkan pertarungan berlangsung di Inggris, meski kabar industri mengisyaratkan kemungkinan digelar di Amerika Serikat.
Fury sendiri bersikap terbuka terhadap opsi tempat bertanding. Ia mengatakan, “We’ll head wherever we’re going to head,” dan menambahkan, “Who knows? It could be in Vegas, New York, Ireland, London. Who knows where the fight’s going to be?”
Malam di Pattaya juga memperlihatkan suasana yang jauh dari gambaran besar yang biasanya menyertai laga-laga kelas berat. Stadion tersebut terlebih dahulu menjadi arena program rutin Muay Thai, sebelum kru menanggalkan kanvas dan mengubah ring untuk kartu tinju Fury.
Berita Terkait
Dalam komentarnya, Fury menyebut deretan duel ikonik yang familiar di dunia tinju. Ia mengatakan, “We’ve all heard of the ‘Thriller in Manila’, you’ve heard of the ‘Rumble in the Jungle’ and you’ve heard of the punch-up in Pattaya,” seolah menempatkan malam itu dalam rangkaian legenda yang lebih luas.
Meski tidak ada pay-per-view atau jutaan penonton yang menonton bersama, liputan di tempat justru menyebar melalui media sosial. Para jurnalis dan kanal YouTube yang hadir menjadi rujukan, sementara pembaruan hasil pertandingan bergulir lewat unggahan pengguna.
Dari pembaruan yang beredar, Fury tampil lebih dominan pada ronde-ronde awal. Namun satu klip dari X juga menunjukkan Wach sempat menjatuhkan Fury dengan pukulan tangan kanan pada ronde kedua.
Beberapa unggahan lainnya menonjolkan kontras yang terasa di venue, termasuk potongan kursi kosong. Ada pula klip yang memperlihatkan Fury mengatur ritme dan berkali-kali mendaratkan uppercut pada jarak dekat di ronde kelima.
Seorang pelapor bahkan mengklaim Fury sempat berpose dengan kebiasaan yang tak biasa, yaitu “mencium Wach” di tengah jalannya ronde enam. Terlepas dari detail yang beredar, titik balik akhirnya datang ketika Wach dan sudutnya menilai serangan berikutnya tidak lagi dapat dihentikan.
Wach kemudian ditarik keluar setelah menerima tiga ronde tambahan hukuman. Dengan demikian, Fury meraih kemenangan penghentian pertama sejak mengalahkan Derek Chisora pada 2022.
Di balik pertandingan yang tidak disiarkan langsung, arah kompetisi tinju tetap bergerak menuju format yang lebih terhubung dengan platform hiburan. Daya tarik potensi Fury vs Joshua disebut diharapkan mendarat di Netflix, yang kini memiliki lebih dari 325 juta pelanggan di seluruh dunia.
Contoh paling dekat datang dari pertarungan Jake Paul melawan Mike Tyson pada November 2024 yang diperkirakan ditonton sekitar 125 juta penonton secara global. Kartu yang sama juga menampilkan kemenangan Katie Taylor atas Amanda Serrano dengan estimasi 74 juta penonton siaran langsung di seluruh dunia.
Netflix juga menunjukkan jangkauan yang terus meluas di dunia olahraga tempur. Perkiraan penonton untuk kemenangan Terence Crawford atas Saul “Canelo” Alvarez mencapai 41,4 juta, sementara laga Joshua melawan Paul pada Desember membawa sekitar 33 juta penonton.
Pergerakan Netflix merambah MMA melalui pertarungan Ronda Rousey melawan Gina Carano yang disebut sempat mencapai puncak sekitar 17 juta penonton di seluruh dunia dan menjadi rekor tontonan untuk cabang tersebut. Dalam konteks itu, fakta bahwa Fury bertanding tanpa siaran langsung dan justru terkait dengan serial Netflix menegaskan bahwa lanskap tinju sedang berubah.
Kini fokusnya bergeser dari momen siaran serentak ke cerita yang membungkus laga, termasuk cuplikan belakang layar. Setelah Fury melibas Wach, perhatian beralih pada langkah Joshua di Arab Saudi, sembari menunggu keputusan resmi mengenai jadwal dan lokasi duel besar berikutnya.












