Hukum & Kriminal

Polresta Banda Aceh Selidiki Penyebab Ledakan di KMP Aceh Hebat 2

0
×

Polresta Banda Aceh Selidiki Penyebab Ledakan di KMP Aceh Hebat 2

Sebarkan artikel ini
Polisi Selidiki Penyebab Ledakan di KMP Aceh Hebat 2 Regional 13 Juni 2026
Ilustrasi: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan di KMP Aceh Hebat 2

jurnalistik.co.id – Polresta Banda Aceh tengah melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengungkap penyebab ledakan di KMP Aceh Hebat 2. Tim Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh telah memulai olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi.

Proses olah TKP dan pemeriksaan saksi

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan bahwa tim Unit Inafis melakukan olah TKP di lokasi insiden. Selain itu, pihak kepolisian juga telah meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap asal mula ledakan tersebut.

Dizha menyampaikan, “Dugaan ledakan berasal dari ruangan auxiliary engine . Namun, untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh tim yang bertugas,” kata Dizha, Jumat (12/6/2026). Menurutnya, dugaan ini masih memerlukan pendalaman karena penyebab pasti belum bisa ditetapkan.

Dalam proses olah TKP, petugas melakukan dokumentasi, pengumpulan barang bukti, serta pemeriksaan terhadap sistem dan komponen yang berada di sekitar lokasi dugaan ledakan. Penyidik juga mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan analisis terhadap temuan yang diperoleh di lapangan, sebagai bahan pendalaman lebih lanjut.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung melalui pengumpulan keterangan saksi dan analisis terhadap temuan di lokasi. Hasil penyelidikan nantinya menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti dugaan ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2.

Polresta Banda Aceh mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab insiden sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Kepolisian memastikan investigasi dilakukan secara profesional dan transparan dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten di bidang keselamatan pelayaran.

Kronologi ledakan di pelabuhan

Ledakan terjadi tak lama setelah kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue usai berlayar dari Pelabuhan Balohan Sabang. Insiden berlangsung pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ledakan yang berasal dari kamar mesin memicu kepanikan di area pelabuhan. Saat peristiwa itu terjadi, 16 orang taruna dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati sedang melaksanakan praktik lapangan di dalam KMP Aceh Hebat 2.

Sebanyak 14 orang di antaranya kemudian diarahkan menuju kamar mesin untuk mengikuti kegiatan pengenalan peralatan yang dipandu oleh Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo. Pada saat pengenalan alat berupa electro motor hydraulic dilakukan, tiba-tiba terjadi ledakan.

Dalam kegiatan tersebut, alat electro motor hydraulic dioperasikan oleh KKM Agus Widodo. Setelah ledakan, seluruh korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis.

Polresta Banda Aceh menyatakan sebanyak 14 orang terluka dalam insiden ini, dan 15 korban dirawat di RSUDZA. Dari jumlah tersebut, enam orang menjalani operasi. Proses penanganan terus dilakukan.

Identitas korban

Adapun identitas korban di antaranya Agus Widodo (47) selaku KKM KMP Aceh Hebat 2, Adit Mursandi (21), Billy Subana Sitepu (20), Muhammad Aydil Farizshi (21), Muhammad Dio Febrianto (18), Muhammad Zulfikar (20), Mujibur Rahman (23), Ridho Ramadhani Saputra (21), Samuel Alvaro Aruan (20), Soufi Ramadhan (20), Fakhri Herdieco (19), Faris Aflandi Pratama (19), Iqbal Diansyah (21), Muhammad Bilal Ramzi (20), dan Reyhan Gunawan (19).

Dalam tahapan pemeriksaan, petugas juga menelusuri kondisi area sekitar lokasi ledakan untuk mencocokkan temuan di lapangan dengan keterangan saksi. Seluruh data yang terkumpul dipakai sebagai pijakan penyelidikan lanjutan agar dugaan asal ledakan dapat dijelaskan secara lebih menyeluruh.

Usai ledakan terjadi saat pengenalan peralatan di kamar mesin, para korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Dari total korban yang dilaporkan, sebagian di antaranya menjalani tindakan operasi, sementara lainnya tetap mendapatkan penanganan medis dan pemantauan selama proses perawatan berlangsung.

Polresta Banda Aceh menyatakan investigasi dilakukan secara profesional sambil menunggu rangkaian penyelidikan selesai. Pihak kepolisian menegaskan masyarakat tidak perlu berspekulasi, sebab informasi resmi mengenai penyebab pasti akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan dan pendalaman dinyatakan cukup.